Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 94. Andin Aku Sangat Salut Padamu.


__ADS_3

Hari itu Andin datang lagi ke rumahku, mengabarkan kalau Aldy berpesan pada nya, untuk sampaikan ke aku, kalau minta putus Karna dua pacarnya saja tak bisa dia urus.


Andin benar - benar adalah dalang kisah cintaku yang miris, Apakah ini karma ? Karna begitu banyak yang mengidolakan aku, akhirnya sudah dua kali mau mencoba pacaran, walau belum mencintai kandas di tengah jalan. sungguh masa SMA ku sangat miris karna ulah Andin.


Jika Fattan masih aku rasakan berjalan jauh dengannya. Tapi ini Rizaldy hanya sekali, bahkan Akupun sudah lupa wajahnya, aku sudah putus lagi.


Betapa miris dan tragis nasib cintaku di tangan Andin.


Aku hanya tersenyum tipis.


"Amira antar aku ambil ojek di belakang yah, di depan rumahmu kurang ojek lewat kalau jalan belakang ini, tembus ke belakang jalan poros propensi, jadi ramai lah."


"Iya..Ayuk. aku antar.."


Andin pun berdiri dan kamipun berjalan bareng ke lorong belakang, yang juga banyak rumah di belakang sana.


Akupun terus berjalan melewati lorong yang juga sudah aspal itu, hanya sempit tak luas tapi mobil bisa masuk.


Tiba - tiba di depan sebuah rumah sederhana terlihat pintu pagar terbuka, seorang pria berbaju kaos hitam, celana panjang loreng berkantong di pahanya kanan dan kiri, rambut sedikit gondrong, berkulit putih bersih, berhidung mancung, kedua pasang mata yang teduh, bibir merah alami, memiliki ketampanan di atas rata - rata.

__ADS_1


Wajahnya sungguh sangat tampan dan penuh karisma, kalem, cuek dan santai, sungguh pria idaman semua wanita yang melihatnya.


Antara Asrul dan dia sungguh aku tak bisa bedakan, tapi pria ini bisa membuat jantungku berdetak sangat kencang.


Aku semakin mendekat dengannya, Karna aku melihatnya pada saat belum sampai depan rumahnya.


Aku tak pedulikan Andin, aku hanya jalan menunduk. tak mau melihat pria yang sangat tampan itu, yang bisa membuatku salting dan jantung yang berdetak begitu kencang. Dan ini baru pertama kali aku rasakan rasa seperti ini, bahkan kedua tanganku pun terasa dingin, bahkan suhu badan ku, terasa panas, aku langsung terserang penyakit Demam cinta asmara, dan cinta pada pandangan pertama.


Sungguh miris, jika aku harus patah hati lagi, lebih baik cuek, dan jangan mengembangkan perasaan ini.


Aku pun melewatinya dengan cuek, seolah pria tampan itu, hanya lah patung yang tak bernyawa.


Aku dan Andin terus berjalan, Andin aku melihatnya tersenyum pada pria tampan itu, seolah mereka saling kenal..


"Andin aku sangat salut padamu, semua pria tampan di kota ini, bisa akrab dengan nya, kecuali Arul aku, yang anak rumahan."


Kamipun sampai di ujung jalan, dan duduk di deker yang ada di sana.


Andin pun bercerita.kepadaku sambil duduk.

__ADS_1


"Amira pria tadi itu, bekerja di toko cina yang menjual pakaian, alat elektronik, dan baju sekolah.di pusat kota, dekat rumahku, dia hampir tiap hari jalan keki pergi kerja, dia selalu lewat depan rumahku.


Apa kamu tahu, ? sangat banyak wanita yang mengejar cintanya, dia juga pelatih pencak silat, jadi banyak wanita remaja, daftar olahraga bela diri hanya untuk melihat, wajah tampannya yang memukau itu.


Bahkan banyak juga datang belanja ke toko bosnya, hanya untuk melihat wajah tampannya. dia itu magnet wanita."


Akupun memuji pria tampan itu dalam hati, Karna jiwanya yang mandiri, juga sederhana, kalem, dan ramah, sungguh dia adalah type idealku, semoga yang


Maha Kuasa mengabulkan.Amin 🥰🥰


Aku pun berbalik, takutnya pria itu berjalan ke arah kami, dan melabrak kami yang kepo dengan hidupnya.


Jantungku terasa mau copot, tatapan mata antara aku, dan pria tampan itupun akhirnya bertemu, karna kikuk, dan risih pada jiwa, dan hatiku.


Pria tampan itu tak mau melepaskan pandangan matanya kepadaku, dengan wajah penuh misteri, entah Apa yang dia pikirkan tentang diriku.?


Akupun segera mengalihkan pandangan ku pada pria tampan itu, yang masih berdiri, di depan pagar.rumahnya, seolah dia adalah security rumah itu,


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2