Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 49. Ganti Itu Daster.


__ADS_3

Pak Jenderal Gakum langsung terjun tangan langsung, dalam operasi besar itu.


Beliau cukup tegas, tapi Amira hanya santai bahkan hanya memakai daster biasa saja.


Ibu Amira minta ijin ke belakang, seseorang tentara membuntuti.


Aku pun berbicara dengan pak Erik, sepupu pak Ayat, dia kelihatan sosok yang pemberani dan cerdas.


Pak Erik memarahi bapak tentara, agar diluar saja, Karna Ibu Amira belum terbukti bersalah.


Bapak petugas Gakum pun mundur.


Ibu Amira segera menyuruh bapak Erik menyembunyikan eksa jika memang melewati batas kawasan, karna memang masih kebun masyarakat. Tapi jangan sampai melewati batas kebun masyarakat.


Pak Erik pun berangkat.


Masyarakat yang sudah biasa naik dan turun gunung, walau tentara sekuat apapun tak akan mampu menyamai fisik mereka. Otomatis mereka lebih cepat sampai di atas gunung.


Ibu Amira pun menelpon, Tim Khususnya, agar memberinya arahan.


Mereka menyarankan ikuti saja apa aturan mereka.


Pak Ayat menyuruh ibu Amira mengganti pakaiannya.


Mengenal pak Ayat, seperti mengenal Abang kandung sendiri yang lama baru berjumpa.


Pak Ayat tidak segan mengemukakan pendapat kepada ibu Amira, Dia sungguh sangat bawel tapi sangat peduli pada Ibu Amira.

__ADS_1


Dia tak segan mengajari Ibu Amira, Apa yang boleh dan tidak boleh di lakukan.


Dia benar - benar menjaga Ibu Amira agar jangan membuat orang tidak menyukainya. Dia benar - benar tulus dan menjaga Ibu Amira seperti adik kandungnya sendiri yang dia sayangi.


Sosok Pak Ayat adalah orang yang di segani di masyarakat, dia tak akan segan membentak anda jika anda tidak sopan, Bahkan berani mengusir anda di balai desa, walau banyak orang, jika anda sudah dia tegur secara lisan tapi tak mau mendengar.


Dia sosok pribadi yang baik hati, tapi anda harus sopan, dia sangat tidak suka orang yang tidak sopan.


Pak Ayat adalah aparat desa bagian keamanan..


Hampir tiap hari Pak Ayat datang silahturahmi dengan Ibu Amira dan Bapak Surya.


Pak Ayat berkata pada Ibu Amira.


."Ganti itu daster, itu tidak sopan, banyak tamu di sini."


Ibu Amira tahu apa yang harus dia lakukan, walau diapun Singa kalau sedang marah, tapi Pak Ayat adalah Singa Jantannya. Jadi jangan macam - macam. Sebelum dia menyeret mu dan membuang mu ke dalam kamar, untuk mengganti pakaianmu, segera turuti perintahnya, Karna jika tidak, dia adalah manusia yang sangat amat bawel dan kepo dengan norma kesopanan.Dan teriakannya akan membuatmu bergetar.


Bahkan pamannya yang juga ketua pemuda di masyarakat itupun di usir, Karna hanya memakai celana pendek, karna dia habis Jonggring pagi - pagi. dan warga memanggilnya.


Dia pun tahu keponakannya itu baginya, bagai bapak kandungnya jika sedang marah.


Pak Ayat tidak mau mengenal kamu siapa, jika anda tidak sopan, anda akan siap di terjang amukan kemarahannya.


Bahkan berani adu argument di depan pak bupati membela ibu desa, dan menentang orang di sana yang tidak sopan dengan Bu Desanya, bagi Bu Desa Pak Ayat adalah pahlawan heronya di dunia nyata,


"sungguh beruntung dirimu Bu desa"

__ADS_1


Kata Ibu Amira, ang membuat kedua wanita yang kocak dan humoris ini terpingkal.


Ibu Amira terpingkal mendengar Bu desa bercerita, kalau dia pernah menggantung di lengan Pak Ayat, Karna hampir memukul salah satu warga yang tidak sopan bentak Bu Desa.


Jika warga yang ingin mengamuk di balai desa, yang awalnya dengan semangat juang 45 mau menentang Bu desa. Belum masuk pintu, tapi sudah menatap mata Singa Desa itu, jangan harap jika kamu tidak segera menurunkan tatapan matamu, dan masuk ke dalam balai desa sebagai kucing yang sangat manis. Dan bertanya dengan lemah lembut. Dan di dalam hati mengomel, "


kenapa mesti ada Pak Ayat di situ, andai dia tidak ada, sudah saya obrak abrik kursi dan meja di dalam balai desa ini.'


Paman Pak Ayat pun langsung kabur pulang, Tampa basa - basi, karna Pak Ayat tidak akan berhenti mengusir mu, dan mempermalukan mu, jika tidak langsung menuruti permintaannya.


Ibu Amira pun yang merasa Singa di keluarganya, dan di pekerjaannya, di hadapan Pak Ayat dia hanya kucing yang sangat manja dan lembut.


Tapi Pak Ayat pribadi yang tulus tampa pamrih, dia menilai sesuatu bukan uangnya tapi menilai mu dengan pribadimu, jika anda sopan aku pun jauh lebih sopan daripada anda.


Dia tak pernah menolak mu jika kamu meminta pertolongan padanya, bahkan rela mengorbankan pekerjaannya yang jauh lebih penting hanya untuk membantumu.


Dia sosok sederhana baik hati, tegas, disiplin tapi sangat penyayang.


Jika dia menghargai kamu, dia akan memberikan waktu, pikiran dan tenaga nya dengan ikhlas tampa pamrih, tapi jika anda tidak sopan dan tidak tahu aturan, dialah orang yang pertama menendang mu keluar dari desanya.


"Jadi Ibu Amira daripada di tendang dengan adikmu keluar dari desanya, jadilah kucing yang sangat manis di dalam desa ini, dan jangan macam- macam."


Ibu Amira pun masuk kamar dan mengganti pakaian yang sopan. dia sangat kesal dengan Pak Surya adiknya yang posesif.


Ibu Amira yang tomboy, yang biasa memakai baju kaos tiga seratus ribu dipadu jeans ketat.


Harus memakai baju gamis celana yang besar dan longgar. dan memakai jilbab yang memang wajib bagi umat Islam, walau Ibu Amira masih bandel tidak memakainya.

__ADS_1


Tapi ini daerah yang sangat terhormat yang menjunjung kesopanan di atas rata - rata, Ibu Amira harus berpakaian sopan, itu sudah angka mati, tak boleh di tawar. Makanya Pak Ayat sangat tidak menyukai Ibu Amira yang sudah banyak tamunya, masih pakai daster.


Bersambung


__ADS_2