Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 118. Hati - hati Dengan Pak Denni.


__ADS_3

Maafkan Author yah 🙏 🙏 My Readers, My Author mu ini, sangat sibuk akhirnya tak ada kesempatan menulis 🙏🙏


Baiklah My Readers ku yang cantik, Manis, Tampan dan rupawan, kita lanjut lagi yah ceritanya 🥰🥰


Okey lanjuuut....👌👌


Bab 118. Hati - hati Dengan Pak Denni.


Di suatu Malam, Paman bertanya.


"Nak, Apa kamu mencurigai seseorang ? yang membuat usaha mu hancur, dan kena sant*t begini."


Aku pun dan Suamiku saling berpandangan.


Aku pun berkata.


"Aku sebenarnya sudah lama di tegur pembeli, katanya kalau mereka mau ke toko ku, mereka selalu lewati dan ada rasa. malas belanja ke toko ku, katanya suruh cari Paranormal, katanya mungkin ada di tanam sesuatu yang membuat usaha ku sepi, dan malas orang belanja, bahkan Paman aku selalu mengantuk dan tak tenang di rumah, aku juga kadang aku melihat Lintah di ember besar dalam rumah, di kamar mandi, padahal tak ada rawa di sini. Juga pernah dua kali ada ular bergantungan di pintu kamar ku, dan kamar mandi. Dan juga rambutku kayak berdiri semua rasanya."


Paman pun mengangguk kan kepalanya. Sepupu jauh Ayah ku pun, berkata kembali.


"Apa tak ada tetangga yang kamu curigai, ?dan sering bawakan kamu makanan."


Akupun berkata.


"Tetanggaku di samping rumah, yang ada usaha fotocopy nya dan warung baksonya. Kadang bawakan aku makanan bubur nasi putih di campur gula merah di tengahnya. Dan kata anak buahku, kalau ada pembeli nya. kadang cerita hal yang buruk tentangku, tapi dia sangat baik padaku, jadi aku tak mungkin curiga padanya.*


Paman pun hanya bisa berkata.


"Nanti aku tanya temanku untuk memperlihatkan wajah dia dalam mimpi kamu."


Paman pun menelpon temannya, dan temannya katanya akan membuat orang yang mencelakai ku datang, ke dalam mimpiku malam ini.


Paman pun mengakhiri percakapan dan menyuruhku tidur.


Malam itu akupun bermimpi Pak Denni dan Istrinya datang bawakan aku makanan kerumah, terlihat jelas wajah tetangga ku itu. Yang punya fotocopy dan warung bakso.


Akupun teringat kata - kata tetangga ku yang lain, yang juga punya warung makan sederhana.

__ADS_1


Waktu itu dia menyuruhku hati - hati.


"Nak, hati - hati dengan Pak Denni, dulu usahaku sangat lancar, jadi pedagang cengkeh, dan hasil bumi lainnya, aku adalah penadahnya. Tapi aku sakit lumpuh, lama sembuhnya dan aku berobat, karna usahaku duluan hancur. Sudah banyak warga di sini cerita, kalau niat belanja di Toko mu nak, tapi tak terlihat. Jadi segeralah berobat, Karna di belakang ini akan ada santet yang akan dia kirim."


Akupun berkata dengan polos.


"Mengapa kita mencurigai Pak Denni ?"


Paman itupun berkata.


"Iya, karna dia datang dalam mimpiku, setelah paranormal membawa nya masuk ke dalam mimpiku.


Paranormal itu berkata kalau nanti malam, orang yang telah mengirim ilmu hitam itu akan kamu lihat dalam mimpimu, dan pada waktu malamnya aku tertidur, Pak Denni itu datang ke dalam rumahku membawakan aku makanan. Wajahnya sangat jelas sekali, jadi hati - hatilah dengan dia yah nak."


Akupun terdiam tapi aku masih meragukannya waktu itu, Karna pak Denni itu sangat baik dan ramah orangnya.


Tapi saat ini aku mulai sedikit mempercayai nya, Karna anak buah ku yang jadi supir pernah mengatakan.


"Ibu hati - hati dengan pak Denni, aku dengar sendiri dia cerita pada pelanggan nya, masyarakat di sini, katanya ibu banyak utang, sudah banyak yang datang menagih, kalau ada DO barang kalian, ambil memang."


Padahal Pak Denni hanya mengarang cerita, aku tak merasa banyak utang dan penagih yang datang menagih, memang sih, pembeliku sudah sangat kurang, dan pantas saja orang yang DO barang di toko ku, pada datang minta uang mereka Karna hasutan pak Denni.


"Ya Allah berilah hidayah pada pak Denni, agar menyadari sifatnya itu sungguh membuat orang lain menderita, dan ampunilah hamba Ya Allah jika hamba ada hal yang aku tak sengaja, maupun sengaja aku lakukan yang melukai hati pak Denni. Ampunilah aku Ya Allah, sembuhkan lah aku dari penyakit ini Ya Allah. Amin 🤲"


Sudah satu Minggu, setiap harinya banyak yang terjadi pada tubuhku. Dan teman paman selalu mengobati ku dari jarak jauh, melalui ponsel dan segelas air putih.


Hal - hal yang terjadi pada tubuh ku, sungguh tak masuk di nalar manusia.


Hari ini aku merasa tubuhku, seperti di panggang, sangat panas sampai kulitku memerah. Untunglah selalu ada teman paman yang obati.


Esoknya, kulitku terasa gatal lagi, satu kali garuk kenapa langsung terkupas, pamanku menelpon lagi teman nya. Kata temannya


"Biar kan dia kirim semua ilmu hitamnya, setelah tak ada lagi, baru aku datang dan berikan pagar ponakan kamu itu."


Sudah satu Minggu selalu ada penyakit baru yang aku rasakan, sampai dua hari kemudian tak ada lagi, yang terjadi pada tubuhku.


Paman pun panggil temannya untuk buat pagar untuk aku, agar tak ada lagi yang bisa masuk ke dalam tubuhku.

__ADS_1


Paranormal itu datang, dan menyuruh pamanku menyiapkan air di ember besar untuk dia bacakan sesuatu untuk pagar di tubuhku, setelah itu menyuruhku mandi dengan air itu.


Aku pun masuk ke kamar mandi, setelah paranormal itu keluar, dan akupun menutup pintu kamar mandi, dan mulai membuka seluruh pakaian ku.


Sebelum mandi, aku berdoa kepada Yang Maha Kuasa.


"Ya Allah ampunilah aku jika cara ku ini salah ya Allah, Karna kuasa mu ya Allah ubahlah air ini menjadi obat untuk ku, atas Ijin Mu Ya Allah, Jika ada bacaan yang salah di air ini Ya Allah yang membuat aku bisa berdosa kepadamu Ya Allah, musnahkan lah ya Allah, hanya kepadamu aku berserah diri pada penyakit yang ada pada tubuhku ini Ya Allah, dan atas ijin Mu Juga Ya Allah, sembuhkan lah aku Ya Allah. Amin Ya Rabbal Alamin. 🤲🤲"


Setelah itu aku pun mandi, setelah mandi keluar kamar mandi, masuk ke kamarku berganti pakaian.


Setelah itu duduk berbincang dengan teman paman.


Beliau tak lama, dan segera minta pamit pulang.


***


Beberapa hari kemudian aku putuskan meninggalkan rumah pamanku, yang peduli padaku.


Aku tak mungkin lama menjadi parasit walau mereka Suami Dan Istri sangat baik padaku.


Untunglah paman tahu aku tak punya uang, Dia memberikan aku uang 1.200.000. Untuk pegangan.


Aku sungguh merasa sangat berterima kasih padanya.


Akupun meninggalkan rumah Pamanku dengan Suamiku.


Kami bingung mau kemana lagi.


Di setiap ada mesjid, Suamiku singgah shalat dengan ku, dan beristirahat.


Akhirnya kami putuskan keluar dari kota ini, mencari daerah yang baru.


Suamiku tampak sangat rapuh, dia banyak melamun.


Kami sibuk dengan pikiran masing - masing.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2