Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 73. Gunting Kan Kuku Ku.


__ADS_3

Arul pun akhirnya tertawa, karna aku menggelitik pinggangnya.


Setelah duel berakhir dengan suasana akrab kembali.


"Arul apakah benar kamu tak merindukan ku..?"


Arul mengangguk riang.


"Sungguh aku sangat nyaman sekali tak ada kamu, aku merasa menjadi diri sendiri, happy dan bahagia."


Akupun menatapnya jengah.


"Gunting kan kuku ku..."


Arul pun berdiri dan aku menjepit tubuh Arul, dengan pelukan dan jepitan kedua pahaku.


Akhirnya diapun mengalah dan duduk tenang, akupun mengambil gunting kuku yang ada di bawah mejanya, dan memberikan padanya. yang wajahnya sudah sangat masam, dan cemberut tapi aku tak memperdulikannya.


Diapun sangat kasar menarik tangan ku, setiap mau menggunting kuku yang lainnya, dengan wajah yang sangat masam dan tidak ikhlas, tapi dia tetap memotong kuku ku dengan hati - hati.


Bahkan aku lanjut lagi mengambil makanan, dan menyuruhnya menyuapiku.Hari itu aku menjadi ratu di hidupnya lagi.


Waktu terus bergulir, teman Arul sering datang, dan akupun hanya mengintip di rumah. Entahlah aku malas pamer, biasanya aku selalu pede.


Aku juga gengsi menanyakan pada Arul, nanti dia menghina aku lagi.


Padahal aku ingin sekali Arul berkata, ada temannya titip salam, atau mengatakan aku cantik. Walaupun ada seperti itu, mana mau Arul memujiku, tak ada di kamusnya mau memuji ku, kecuali menghina itu adalah hobby Arul.


Akupun masih aktif ke rumah Arul, tapi teman Arul selalu datang, aku begitu kesal..Apa sengaja Arul ? Memanggil temannya..Aku semakin kesal.


Akupun mengungkapkan kekesalan hatiku.


"Arul apaan sih, teman kamu selalu kemari, aku khan tak ada waktu untuk bersama kamu.!!"


Arul berkata dengan kesal.

__ADS_1


"Mengapa kamu yang sewot, ? mereka datang kerumahku, bukan rumahmu."


Akupun menggigit bahunya dan Arul berteriak.


"Aaaaaahhhh.....sakiiit...!!"


Menatapku kesal, baru aku mau memeluk nya, aku melihat rombongan temannya datang tapi belum melihatku.. Akupun kabur pulang lewat dapur.


*****


Waktu terus bergulir, hari, Minggu. bulan bahkan tahun pun berlalu, dengan cepatnya.


Amira dan Arul semakin tumbuh menjadi pria yang sangat cantik dan tampan, berkulit putih.


Arul tak pernah satu sekolah dengan Amira, Arul bersekolah di SMA Neg 2. Dan Amira di SMA Neg. 1 di kotanya.


Mereka masih tetap sama bagai Tom Dan Jerry, Amira dan Arul tak pernah dewasa.


Mereka masih sering tidur bersama, dan Amira masih sering menindasnya. Mengancam mau memegang aset pribadinya jika menolak permintaan Amira.


Wajah dan seluruh tubuh Arul, selalu di kuasai Amira. Mereka berdua tak pernah berubah. Bahkan mereka adalah Pria dan Wanita yang sangat mahal, walau idola di sekolah susah bagi mereka mau jatuh cinta.


"Arul...Apakah di sekolah ada banyak juga wanita menyukaimu..?"


"Pastilah itu, aku itu sangat manis dan tampan...!"


Amira mencibir.


"Ala...Mereka tidak tahu saja kalau kamu itu, pria cuek, tidak romantis, suka menghina. Aaahhh....pokoknya tak ada yang bagus lah, dan jauh sekali dari kriteria ku.


Naaahhh....kalau aku berbeda cerita..!!!"


Akupun mulai memperbaiki duduk aku, menegapkan tubuhku, mengibas rambutku dan mulai narsis mempromosikan diri. Arul pun seperti biasa pura - pura mau muntah.Dan menatapku penuh kerendahan, mencibir dan mengeluarkan suara ingin muntah.


Aku cuek dan tetap berbicara dengan sangat sombong.

__ADS_1


"Jika Aku...Setiap hari ada surat cinta di tas aku, dan Aku selalu dipanggil oleh cowok - cowok yang sangat tampan, pokoknya standarnya sangat tinggi daripada kamu..."


Arul makin menatap jengah dan mencibir, tapi aku terus makin menyombongkan diri.


Di kelas aku kesayangan semua pria dan wanita pun bahkan jatuh cinta melihat wajahku..."


Arul pun menutup telinganya dan mulai berdiri dan berlari. Akupun mengejarnya sambil terus menyombongkan tentang kecantikan ku. Walau apa yang aku katakan memanglah benar, tapi di hadapan Arul aku


bukanlah siapa - siapa, bahkan aku pun tak pernah merasa cantik dan punya kelebihan di hadapan Arul, kami hanya selalu menjelekkan satu sama lain. Walau kami berbicara benar, tapi kami sama - sama tak mau memuji satu sama lain.


Akupun memeluknya, mencubit Pipi dan hidungnya. Dan berkata narsis kembali.


"Tak bisakah kamu memujiku Arul, walau sebentar saja..."


"Apa yang mau di puji, bagiku kamu sama sekali tak menarik, body, muka sangat jauh dari standar aku.!!"


Akupun memeluknya dan terus merengek di puji, tapi tak akan pernah aku dapatkan. Akupun mau menyimpan telapak tanganku, sedikit lagi menyentuh aset pribadinya, hanya itu andalan ku baru dia mau mengatakan aku cantik, itupun dengan expresi mau menangis dan expresi wajahnya begitu tersiksa, dan sangat menyedihkan, di tambah menangis pura -pura.


"Huhuhu...huhu...kamu cantik..., "


Akupun tersenyum sangat bahagia, memberikan expresi wajah yang sangat bahagia sekali. Di tengah penderitaannya yang luar biasa pedihnya, karna harus mengucapkan kata - kata pujian, yang tak sesuai kata hatinya.


Setelah aku lengah diapun berlari dan masuk kamarnya dan menguncinya. Arul pun berkata dengan kata - kata yang begitu bahagia.


"Kamu cantik...tapi bohooong..., !!!"


Diapun berlari dan aku tak berhasil mengejarnya. Jika Arul bisa menutup pintu, kamarnya dengan cepat.


Dibalik kamar itu dia akan sangat bahagia luar biasa mengatakan, hal yang tak ada baiknya sedikitpun tentangku.


"Kamu itu sangat jelek, wanita kasar, tak ada etika, tak ada sopan santun, mesum, sok cantik dan waaaahhh...enak sekali aku tidur guling kesana kemari, hahaha...haha....tak ada parasit yang tak tahu malu, selalu menempel denganku."


Akupun hanya bisa memeluk daun pintu dan mengancamnya.


"Awas kalau kamu keluar, habis kamu aku siksa, silahkan semedi yang panjang, aku akan menjadi satpam di pintumu."

__ADS_1


Padahal aku langsung pulang, kerumahku. Jika aku datang ulang ke rumahnya. Aku adalah wanita yang sangat pelupa, pertengkaran kami seolah tak pernah ada. Aku dan Arul adalah Pria dan Wanita yang selalu gampang sekali move on. Walau saling menyakiti setiap harinya.


Bersambung


__ADS_2