Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 93. Arul Kapan Kamu Datang Ke Rumah Baruku ?.


__ADS_3

Jangan lupa dong, My Readers πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™dukungan Vote, Like, dan komentarnya dong, bantu share juga dong, agar novel ini banyak pembaca yah, tolong like dong di setiap babnya yah, Novel ini sangat kurang dukungan. padahal sudah mau bab ke seratus πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°β€οΈ


Bantu yah πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™


My Readers perbanyak like dong, juga vote dan komennya yah πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Komentar My Readers sangat buat baper tingkat dewa πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°β€οΈβ€οΈ Tapi sangat kurang like πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ Tolong di bantu yah like, di setiap babnya .


Aku ngambek deeh nangis bombay like nya sejauh ini baru ada 37 like πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ™πŸ™πŸ™ Mohon like yah, πŸ™πŸ™πŸ₯°β€οΈ di setiap bab nya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Capek lho ngetik nya tiap bab tapi kurang like nya 😭😭 πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ jadi curhat deeh.πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­πŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°


Mungkin saking serunya baca ceritanya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ₯°πŸ₯°jadi lupa like deeh πŸ™πŸ™ Author tunggu yah likenya yang baaayaaaakk πŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°




Lanjut Bab 93.


Aku sungguh merindukan Arul juga Ayah yang selalu menjadi sahabat terbaikku, di saat aku begitu terpuruk dan merindukan mereka, hadirlah Imram bukankah kepergiannya akan sangat menyakitkan, walau anak tampa dosa itu tak tahu apa - apa, Karna dia bukan Amira, dan tidak memiliki kenangan Amira tapi Amira sungguh menyayanginya, walau rasa sayang ini membuat kesalahfahaman yang besar pada Imran, bahkan anak baik itu ketakutan, dan akhirnya menjauhinya.


Tapi Amira selalu menangisinya, dan memohon kepada yang Maha Kuasa agar jangan menghilangkan Imran dalam hidupnya, bukan kah Yang Maha Kuasa jika berkehendak tak ada yang mustahil. Jiwa suci, murni, tulus, peduli, baik hati, penyayang, humoris lemah lembut, sungguh dimiliki Imram. Sifat Imram adalah perpaduan sifat Ayah dan Arul, Menjadi sahabatnya Insya Allah badai sebesar apapun, Amira yakin bisa melaluinya.


Amin 🀲🀲


Setidaknya Anakku Aryan, bisa memiliki Ayah ku, dan Arul ku, didalam hidupnya, jika Imram kelak menjadi sahabatnya. Amin 🀲🀲


.Memiliki sahabat sebaik Imram, Amira yakin, Aryan yang cuek, Sedingin kutub es itu, hanya akan mencair dan menjadi anak yang selalu bahagia dan happy dan penuh semangat Karna dia sudah memiliki sahabat yang sungguh baik seperti Ayah dan Arul ku yang sudah tak ada lagi dalam hidupku,


Tampa mereka aku mungkin tak pernah menjadi Amira yang sabar, kuat, teguh dan baik hati seperti saat ini, semua karna mereka berdua, membuat Amira selalu kuat, dan penuh semangat walau sangat banyak kesedihan mengelilinginya, hanya kenangan itulah yang selalu bisa membuat Amira tersenyum, dan happy, dan bertahan sampai hari ini.

__ADS_1


Bahkan Yang Maha Kuasa menghadirkan sosok itu lagi, membantu Amira yang sudah tak mampu bertahan lagi, walau tetap kesedihan yang jauh lebih besar lagi yang datang, tapi Amira masih selalu berpikir positif, walau air mata seolah tak pernah kering, tapi hati Amira sungguh baik, dan tak akan gampang putus asa. Kalau suatu saat nanti Arul dan Imram akan hadir kembali dalam hidupnya.


Di saat Amira membutuhkan sosok pria berhati malaikat ini, mereka akan hadir membantu memegang kedua tangan Amira, membantunya bangun, jika kedua kakinya tak sanggup lagi berjalan, bahkan Amira yakin, walau Ayahnya sudah berbeda alam, Amira yakin Ayahnya selalu mendoakannya, bahkan jika menangis pun, Amira yakin kalau Ayahnya di sampingnya, membelai kepalanya, dan membisikkan kata kata positif untuknya, agar tabah dengan segala ujian kesedihan, dan percaya jika badai tak selamanya badai, pasti akan reda juga nantinya, dan buah kesabaran adalah kebahagiaan yang abadi dunia dan akhirat.


Amira pun yakin, jika sedang merindukan Arul dan mendoakan Arul, Amira yakin Arul pun merindukannya, dan selalu mendoakannya juga. Makanya kenangan mereka tak pernah terhapus didalam hatinya yang terdalam.


"Baiklah My Readers, Author jadi mewek nih, kita doakan Amira yah, agar apa yang dia cita - cita kan akan terwujud, dan selamanya Amira akan selalu bahagia. Dan Imram dan Arul akan hadir kembali dalam hidupnya, Dan Ayah Amira mendapat tempat terbaik di sisi yang Maha Kuasa. Amin YRA 🀲🀲🀲 "


Lanjut ke cerita Amira dan Arul yang selesai makan dan minum bersama


"Arul kapan kamu kerumah baruku jalan - jalan."


"Nantilah kalau ada waktu luang."


Jawab Arul dengan cueknya, membuat Amira kesal.


"Kamu kayak orang penting saja, belum jadi kepala desa saja, kamu sudah sombong, bagaimana coba kalau lebih tinggi lagi pangkat mu, apalagi kalau jadi bupati. mungkin melirik aku saja tak mau lagi, padahal dulu, kamu hanya hidup di bawah ketek aku, dan telapak kaki aku saja."


"Wkwkwkkw."


Mendapat jawaban asal sembrono dariku, Arul hanya bisa menatap sinis, mencibir dan menatapku jengah, dan membalas kata - kataku dengan sombongnya seperti biasanya jika aku merendahkan harkat dan martabatnya.


"Wkwkkwkwk."


"Memang aku ini wajah orang sukses, tidak seperti dirimu, yang hanya akan berakhir menjadi emak kepo, suka iri dengan orang lain, kuat gosip, dan berakhir dengan pakaian daster setiap hari, Suami pemarah dengan banyak anak yang semuanya bandel melebihi dirimu, biar kamu kapok dan cepat tua."


Akupun histeris, dan melompat dan lari maraton di tempat, dan mengusap kencang semua tubuhku dengan heboh, seolah kata - kata Arul adalah semut yang mengerumuni tubuhku, dan aku mencoba membuangnya dari tubuhku.


"Tidaaaaaakk....Amit - amit..Ya Allah...jauhkan hal buruk itu dari hidupku...Aaaaaahhh...amit ..amit ...ya Allah jangan kabulkan doa pendosa ini Ya Allah..!!!"


Arul pun ngakak dan tertawa lepas. sangat bahagia melihatku menderita, yang sangat takut dengan kata - katanya.

__ADS_1


Akupun duduk tenang dan mengarahkan kedua tanganku ke langit.


"Ya Allah jadikanlah aku wanita kaya raya yang cantik jelita, dan selalu beruntung dalam hidupku. Amin 🀲🀲"


Arul terus ngakak melihatku ketakutan.


"Hahahaha...hahaha...rasain lho, gadis tebal muka."


Akupun menerkamnya, mencubit kedua pipinya, memencet hidungnya yang mancung sampai merah, mencubit bibitnya, dan mengusap wajah dan rambutnya kasar, aku sungguh mengacak seluruh wajah, dan rambutnya.


Arul hanya bisa pasrah, dan terus meratap.


"Cepatlah kamu pulang kerumah mu, kamu sungguh gadis jelek yang menyebalkan.....*


"Bodoh amat, bodoh amat...kamu milikku selamanya juga rumahmu."


Setelah puas akupun berdiri dan tertawa dengan menyimpan kedua tanganku, di pinggang dan berkacak pinggang.


"Hahaha...hahaha...hari ini aku sungguh puas menyiksamu."


Wajah Arul yang putih bersih pun banyak bercak merahnya, karna cubitan dan remasan kedua tanganku.


Arul pun memasang wajah cemberut, seolah marah tapi aku tahu, Arul tak pernah serius marah padaku, dia hanya selalu akting di depan ku, padahal dia sudah terbiasa aku


ganggu hidupnya, bahkan mungkin sangat merindukan ku, jika sehari saja rumahnya sepi, karna ketidak hadiran ku menganggu hidupnya.


Mama dan Ani, tak pernah menolong Abang dan Anaknya, walau teriak dengan nada tersiksa, mereka selalu menjadi penderita tuna rungu jika Arul aku siksa.


Akupun pulang dengan rona wajah bahagia, dan minta ijin pulang, dan masih sempat mencubit gemas kedua pipi Arul, yang selalu pasrah, hanya tatapan dan wajah cemberutnya, yang selalu jadi penghias wajah tampannya, yang memukau wanita lain jika memandangnya..Arul ku sangat tampan, sungguh pria tampan, seperti pangeran dalam dongeng, juga memiliki kepribadian yang mahal, dan sampai tamat SMA pun, Arul tak juga memiliki kekasih, standarnya begitu sangat tinggi, dan sangat susah jatuh cinta, berbanding terbalik dengan diriku yang Akhirnya menemukan cinta sejati ku, di kelas tiga SMA, akhirnya aku menemukan pria yang bisa membuatku jatuh cinta, dan tergila - gila padanya. Akan aku ceritakan di.bab selanjutnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2