Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 95. Nak, Berapa Sih Utangmu ?


__ADS_3

Bahkan Pria tampan itu, malah sedang memperhatikan aku dan Andin, sungguh aku langsung menjadi salting dan hilangnya rasa pede pada diriku.


Padahal aku adalah wanita yang sangat pede. tapi saat ini, aku hanyalah seekor tikus kecil yang takut, pada kucing yang berwajah sangat tampan itu, akupun berdoa dalam hati.


"Ya Allah Izinkan lah, aku menjadi sutradara dalam film kisah kasih cinta yang tersingkat ini, yang di sutradarai Andin Ya Allah, Pecat lah Andin untukku Ya Allah dan biarkan kisahku kali ini, aku menjadi seorang dalang bukan lagi wayang Andin.Amin 🤲🤲."


"Wkwkwkwkwk...."


Author dan My Readers nya pun terbahak, sangat lucu mendengar doa Amira.


Lanjut ke cerita Amira.


Akhirnya tak lama Andin mendapat ojeknya, dan tinggallah aku sendiri, yang sudah berkeringat dingin, Karna pria yang sangat tampan itu, masih jadi security di depan rumah nya, malah memandangi aku.


Andai pria lain pasti aku datangi dan menanyakan.


"Apa aku punya utang yah, ? Mengapa melihatku terus.?


Tapi apa dayaku, keberanian itu musnah dan lebur bahkan raib menghilang entah kemana, meninggalkan ku sendiri, di dalam tingkat depresi yang sangat tinggi.


Aku bahkan tak tahu mana kaki kanan, dan kiri ku. yang duluan melangkah, aku sungguh salting tingkat dewa. Aku tak mau melihat pria tampan itu, yang masih betah melihat ku.


Mengapa saat ini aku tak memiliki ilmu HALIMUN., ilmu menghilang itu, saat ini ilmu itu sangat aku idamkan saat ini.


Akupun saat ini langsung terserang penyakit Demam malaria.


Panas, dingin, tubuh bergetar, lemah, letih, loyo dan lesu langsung menyerang tubuhku saat ini, aku adalah calon pasien UGD.


Semoga saja penyakit ku ini, tidak ditambah bonus penyakit stroke, itu sungguh memalukan jika bibirku harus miring kesamping. di depan pria pujaan hati, yang kita lagi naksir berat, ooohhh...itu sungguh memalukan sekali, Ya Allah Pikiran edan apa yang ada di otak ku saat ini Ya Allah."


Author dan My Readers nya, semakin menertawakan Amira, yang berjalan, seperti tak pernah makan seminggu, begitu lemah,letih, loyo dan wajah tertunduk menghitung batu kecil yang di lihatnya dalam hati, untuk melawan rasa salting nya, yang luar biasa mendera hati nya.


"Wkwkwkwk.."

__ADS_1


Amira pun kesal di tertawakan.


"Awas kalian yah, jika aku ngambek kalian tak akan bisa lanjutkan cerita ini, emang enak cerita ku ini yang buat kalian terus tertawa jadi nangis galau dan merana wkwkwkwk.....giliran kalian yang ngelangsa."


Giliran Amira lagi yang menertawakan Author dan My Readers nya, yang sudah garuk kepala dan melongo, membenarkan kata - kata Amira.


Percakapan dunia halu pun terjadi, Antara Amira dan Author dan My Readers nya, yang langsung berpandangan, dan memutuskan kabur saja, dan memakai ilmu HALIMUN, dan langsung menghilang takut Amira ngambek, Amira khan ratunya ngambek, pasti akan susah membujuknya, jadi lebih baik kabur melarikan diri, membuat Amira semakin cemburu buta, karna mereka memiliki ilmu halimun itu, sedangkan dia jangan kan ilmu halimun, untuk berlari dan berjalan saja sungguh setengah mampus, kedua kakinya.melangkah.


"Semoga saja pria idaman itu, tak melihat langkah kaki ku, yang sangat melelahkan ini untuk berjalan, Untuk apa coba dia menatapku terus, sepertinya dia lagi merekam wajah tetangga nya satu- satu, dan tak menemukan ada yang wajah secantik aku dan yang mirip denganku."


Amira pun terpingkal dan tertawa kecil.


"Kasian pria tampan itu, otaknya sungguh bekerja keras untuk melacak ku, tapi tak menemukan aku di dalam memori otaknya. Wkwkkwwk...."


Amira pun tertawa puas dalam hati, bersamaan dengan kakinya, yang sudah ringan dan normal berjalan terus menjauh dari tatapan pria tampan itu.


*****


Sudah satu minggu berlalu, tapi wajah pria tampan itu, selalu menari dan bergoyang di pelupuk mata Amira, bahkan wajah tampan itu, selalu lewat dipikirannya, mengalahkan iklan shampo di televisi, dan iklan lainnya.


"Ya Allah begini kah rasanya jatuh cinta, sungguh perasaan yang menyiksa, dan sangat bodoh, Mengapa kali ini, aku sungguh merindukan melihat dia lagi, sedangkan melihat wajahnya saja aku tak sanggup apalagi mencarinya.


Amira pun semakin hari menjadi wanita pendiam dan suka melamun, dia tak tahu kalau ada petugas CIA, di rumahnya. Amira sungguh lupa kalau Ayahnya adalah petugas intelijen dalam rumah tangga, Ayah adalah pria paling penyayang, otomatis juga beliau adalah raja kepo.


Ayah pun mendekati Putrinya, mulai melakukan wawancara ekslusif untuk anaknya yang cantik, dan sangat manis itu.


"Ada apa nak...Apa kamu ada utang nak..?"


Amira bertambah kesal, Ayahnya selalu menilai wajahnya sebagai muka suka mengutang, kalau mencuri memang dia ahlinya, apalagi berbohong Amira ahli nya, tapi ilmu yang tak terpuji itu hanya dia pakai dalam rumah saja, dan selalu bisa membuat Mamanya meratap depresi, jika tahu anak sulungnya menipunya lagi, bahkan mencuri emasnya dan menggadaikannya demi teman yang tak jelas alamatnya dimana, ? rumahnya di mana, ? keluarganya siapa, ? Amira lebih memilih dipukuli peralatan dapur Mamanya, daripada membocorkan orang yang di tolongnya.


Terdengar lagi suara Ayah Amira memecah kesunyian.


"Kenapa diam nak..Kalau ada utangmu bilang nak ? Nanti aku bantu bayarkan utangmu, biar berapa nak, yang penting jangan ulangi lagi yah nak."

__ADS_1


".*Aduuuh....Ayah ini, utang dan utang terus dia bahas, anakmu ini lagi jatuh cinta Ayah bukan mengutang.


Amira mencoba menjelaskan dalam dunia halu nya, yang tak terdengar oleh telinga Ayahnya*.


"Jika pencuri ulung yang hadapi Ayahku, bahkan di nasehati Ayahku, mungkin dia akan terus mencuri, karna kesalahannya selalu di dukung."


Amira pun tepok jidat, tapi masih di dalam dunia halu nya.


Aku masih diam, dan seperti biasa Ayah semakin bawel bertanya, wajarlah detektif kepo, pasti semakin kepo jika tak mendapatkan jawaban, Apalagi yang dia selidiki adalah anak kesayangannya, pasti sangat kepo kuadrat.


Ayah pun mulai bawel bertanya lagi.


"Nak berapa sih utangmu...?"


Amira semakin kesal, rasanya ingin mempitak kepala Ayahnya yang sungguh cerewet.


Author dan My readers pun terbahak.


"Wkwkwkwkwkw..."


Amira pun meremas rambutnya, dan meninggalkan Ayahnya yang semakin penasaran.


Ayahnya pun berkata.


"Apa hutangnya banyak sekali yah, semoga saja tabungan ku cukup bayar utangnya, besok aku akan tanya dia lagi, mungkin dia malu mengatakannya."


Ayah pun tersenyum manis.


Sedangkan Author dan My Readers nya pun, tambah ngakak sepuasnya, Karna Amira juga sudah tak ada di pandangan mereka..


"Wkwkwkwkwkwk.......wkwkwkwkwk...!!!!"


Author dan My Readers begitu geli melihat Ayah dan anak yang kompak Oon nya dan polosnya. Tapi sungguh mereka adalah ciptaan Tuhan yang berhati sangat baik hati, sangat tulus tanpa pamrih, serta sangat peduli serta penyayang.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2