Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 59. Dokter Ini Salah Pengobatan.


__ADS_3

Adikku Surya mulai melakukan persiapan untuk bekerja, tapi begitu banyak halangan dan akhirnya benar saja, banyak kendala di bagian pemerintahan atas.


Harus banyak biaya dulu di keluarkan dan Tim mitra pertama kami memilih mundur dulu, dan menyerahkan ke mitra lain, karna Mitra yang Amira senangi ini karna berhati baik, dan rendah hati, sedang membuka cabang baru PT nya. Baru mengeluarkan 70 unit armada puso. untuk di sewakan di PT mitranya. Jadi banyak kendala keuangan.


Akhirnya Amira memutuskan untuk pulang, karna bekerja dengan seseorang yang tak sesuai hatinya dia sungguh malas.


Amira bukan pecinta uang, dia hanya ingin mendapatkan uang tapi disekitarnya harus makmur juga. Jadi rejeki yang dia dapat adalah rejeki yang halal dan berkah.


Surya tak bisa menahan kakaknya untuk pulang, walau sedih juga melepaskan kakaknya.


Amira pulang dan benar saja dua minggu berlalu masuk Mitra adikku.


Mereka tak menghargai masyarakat, padahal dia bisa masuk, karna masyarakat melihat kami.


Untuk memperbaiki jalan yang rusak juga tak mau, dan adiknya Surya memanggil kakaknya datang, tapi Amira tak mau bergabung.


Bagi Amira perbaiki jalan saja tak mau, untuk apa mengenalnya, hanya buang waktu saja.


Benar saja, setelah alat beratnya masuk, satu buah excavator, dan setelah sampai di lokasi baru satu kali sendok, terbongkarlah emas, banyak emas seperti bulir beras tapi emas, juga batang korek gas tapi emas, bahkan ada yang lebih besar.


Tapi sayang ini emas harus berjiwa murni, sayang Mitra itu bengkok melarang adikku gabung, karna adikku mau juga masukkan alat excavator dia melarangnya.


Katanya dia sudah banyak pengeluaran jadi dia dulu yang mau action.


Akhirnya adikku kesal, dan keluar dari tim dan masyarakat mengetahuinya. Tim Mitra itu di usir masyarakat, dan memilih berdamai.


Tapi sayang emas mereka tak dapat lagi, karna Mitra tak sehati dengan adikku, dan akhirnya Bos Mitra sakit keras, dan adikku pun sakit keras, dan mereka pulang dan Tim Mitra hanya mengalami kerugian dan mundur.


Adikku sudah ada di kota adikku, di kota Propensi.


Adikku masuk rumah sakit, gejala seperti penyakit Demam Berdarah.


Sudah dua minggu di rumah sakit tak sembuh juga, malah bertambah parah.


Ibu Amira menelpon Tim Solidnya di Gunung Weyim, mencari paranormal, takutnya adiknya ditegur makhluk gaib, karna menurut cerita sebagian Tim Solid Amira kalau Bos Tim mitra adikku, membunuh seekor ular besar dan memakan dagingnya.


Akhirnya tersambung lah via telpon dengan paranormal, dia mengatakan adikku di tegur makhluk gaib, karna temannya membunuh ular yang merupakan penunggu alam gaib.

__ADS_1


Akupun memberikan nomer ponsel istri adikku, agar mereka mengobati langsung adikku melalui via telpon.


Akupun menelpon istri adikku, memberitahu jika ada yang akan mengobati Suaminya, setidaknya bisa meringankan penyakitnya.


Alhamdulillah sudah sedikit ada perubahan, tapi keadaan adikku belum membaik.


Tiga hari kemudian keadaannya semakin memburuk.


Malamnya adikku Nia, menelpon agar naik segera ke kotanya. Akupun dan Ana segera berangkat tengah malam.


Sesampai di sana aku bertemu Suami Pamanku, dia memelukku karna sudah lama tak bertemu.


Begitulah Amira yang tomboy, Paman dan adiknya bahkan tantenya sangat nyaman memeluknya, karna Amira juga sosok tomboy yang duluan memeluk keluarganya.


Paman ku ingin memindahkan adikku di rumah sakit yang lain, sedangkan adikku membisik kalau sudah tak tahan lagi dengan jarum infus. Kakinya sudah bengkak dan tangannya.


Jika di pindahkan otomatis pikiran cerdas Amira mengatakan.


"Rumah sakit baru, pasti akan mempelajari awal penyakit adikku, otomatis mulai dari awal lagi pengobatan, berarti adikku jadi kelinci percobaan lagi dong. Aku harus menggagalkannya."


Amira dan Suami Pamannya ini mirip dengan adiknya Surya. Mereka berdua adalah Tom Dan Jerry.


Pamannya mengamuk sewaktu dokter datang. Kagetlah dokter datang - datang di marahi. wkwkkwk, wajah Dokter yang sudah setengah baya itu, sudah khawatir, dengan wajah tertunduk.


"Dokter ini salah pengobatan...!!! kenapa saya punya anak bukannya membaik, ! malah makin parah. Saya minta surat rujukan pindah, saya sudah persiapkan tempat dan kamar perawatannya."


Amira pun maju kedepan pamannya, ingin membatalkan niat pamannya, otomatis Tom Dan Jerry akan berdebat lagi, Karna pamannya ini sangat tak suka jika ditentang, Amira akui, paman nya itu amat baik, sangat penyayang makanya dia seperti itu.


Walau kami bukan keponakan kandung, hanya keponakan istrinya, tapi dia punya solidaritas yang tinggi dan rasa peduli di atas rata - rata. Hanya karna sangat di siplin jadi tak ada berani menentangnya, kecuali Amira yang bandel ini.


Aku pun segera maju di depan pamanku, berbicara dengan lebih sopan pada dokternya.


"Pak Dokter maaf sebelumnya, Sepertinya obat adikku harus di ganti, coba kita kasih dia obat malaria, Karna dia pernah tinggal di tengah hutan, melakukan aktivitas tambang. Otomatis banyak nyamuk di sana, Khan sudah diobati obat demam berdarah, tapi memburuk, karna orang yang sakit kepala obat yang di kasih obat sakit perut, jadinya tak nyambung. Ku mohon dokter gantilah obatnya. Aku tahu obat itu langka, apa ada obatnya dokter."


"Iya ada Bu."


Pamanku sangat marah, karna maunya adikku di pindahkan ke rumah sakit lain .

__ADS_1


"Apa - apaan ini, kita sudah sepakat memindahkan adikmu, kenapa kamu malah mau melanjutkan pengobatan, mulai sekarang urus adikmu, jangan mencari ku lagi !!!"


Amira menekan pamannya dengan tubuhnya melarangnya pergi, pamannya memukul tangannya, dan mendorongnya. Tapi Amira makin memeluk Pamannya, sambil berbicara dengan Dokter, yang punya rasa gado gado dalam hatinya.


Semua perawat pun mulai mendampingi Dokternya, mereka pikir Dokternya mau di pukul.


"Intinya Pak Dokter sekarang obatnya di ganti dan adikku tadi malam, sempat koma jadi ini sangat serius, membahayakan nyawa adik saya."


Kata Amira sambil memeluk Pamannya yang sudah ngambek.


"Baiklah Bu, saya akan resep obatnya, saya tak tahu kalau ada riwayat pernah di dalam hutan menambang, memang ada nyamuk malaria yang berbahaya tinggal di sana, dan obatnya langka, tapi syukurlah obat itu masih ada stoknya di sini."


Amira bernafas lega, inilah yang di katakan bos mitra adikku, kalau obat itu langka. Jika adikku dipindahkan takutnya rumah sakit itu tak ada stok, karna sempat Amira menanyakan pada Bos mitra adiknya yang dermawan itu, yang join adiknya dan Amira di gunung Peyi, yang datang menjenguk adiknya.


Amira mengatakan pada Ibu Aliyah, nama Bos mitra itu.


Amira curiga adiknya kena gigitan nyamuk malaria yang berbahaya itu, yang hidup di hutan. dan kata Ibu Aliyah obat itu sangat langka, jadi otak cerdas Amira berpikir jika obat itu ada di rumah sakit ini, untuk apa adiknya di pindahkan.


Dokter pun keluar ruangan dan menulis resep, di meja panjang tempat duduk beberapa perawat, yang bertugas menjaga pasien yang banyak di dalam ruangan itu.


Amira pun mengejar pamannya yang lepas dari pelukannya, berjalan penuh amarah keluar ruangan, yang juga banyak keluarga datang menjenguk.


Ada Tanteku istri Pamanku yang ngambek, ada istri Pamanku yang punya PT tambang, dengan menantunya yang anak seorang bupati dan ibunya anggota DPR pusat Jakarta. dan suaminya yang adik sepupuku, dan ada juga dua sepupu satu kali Ayahku yang juga pengusaha.


Dan kebetulan adiknya sepupu satu kali ku ini yang bernama Ferol, yakni adiknya yang bernama Farel adalah menantu gubernur kota ini, yang pernah menjabat dua periode dan berakhir jabatannya tahun lalu, tapi namanya mantan gubernur dua priode pasti memiliki koneksi kuat.


Adik sepupu ini yang bernama farel, istrinya adalah anak pertama pak mantan gubernur, bernama Viola.


Diapun di telpon untuk memberitahu direktur rumah sakit, kalau kami adalah keluarga pak mantan gubernur, agar pelayanan jauh lebih baik.


Sebenarnya keluargaku sosok rendah hati tak suka pakai koneksi, tapi karna keadaan sudah genting, jangan sampai obat tak di berikan pengaruh dokternya tersinggung, dan akhirnya beralasan kalau obatnya habis. maka mampus lah kami, Sedangkan adikku Surya sudah sangat sekarat dengan penyakitnya.


Akupun masih terus merayu pamanku yang ngambek dengan jurus pamungkas ku. Ratu bucin dan lebay.


Merengek lah aku seperti balita bergelantungan, di lengannya yang selalu di tepisnya, saking kesalnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2