Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 65. Adikku Yudi Sosok Religius Dan Disiplin.


__ADS_3

Akupun memutar otak cerdas ku lagi, akhirnya cling otak cerdas ku mendapat ide.


yakni ilmu merayu dan memberi alasan yang masuk logika.


"Besok yah paman, karna aku sudah ambil nomer antrian di Dokter ahli dalam, dan mau periksa rongseng seluruh badan adikku, dan membawa fotonya, dan keterangannya di dokter ahli dalam Paman.


Pokoknya gambar isi dalam tubuh Surya keseluruhan Paman, juga gambar hatinya Paman. Lagipula lihatlah paman, dia sudah duduk."


Paman Amira sangat kesal, tadi dia sudah yakinkan istrinya akan menang dari Amira, tapi kalau begini anak ini selalu ada alasan cantik, untuk menggagalkan rencanaku.


Penyakit itu sangat berbahaya, karna menyerang otak dan itulah sumber segalanya dalam tubuh, harus perawatan ekstra dan infus untuk anti bodi nya, harus di rawat baik - baik.


Begitulah kira - kira deskripsi hatinya, dan Akhirnya Paman ku pulang dengan wajah kesal.


Akupun membawa adikku Surya untuk merongseng seluruh tubuhnya secara keselurahan, agar Dokter ahli dalam, bisa tahu keadaannya secara terinci, dan meresepkan obat lagi. Karna Surya berkata badannya sangat lemah.


Akhirnya malamnya di dokter ahli penyakit dalam, setelah melihat foto Rongseng, Dokter pun berkata


"Syukurlah kalian bawa secepatnya kemari, sudah banyak organ yang infeksi dan juga hatinya sudah bengkak. Harus aku beri suntikan anti bodi, tapi ini cukup mahal, dan obat racikan spesial untuk infeksi"


"Tak apa Dokter, lakukan pengobatan terbaik."


Setelah mendapat suntikan dan obat, kamipun pulang, sebelum tidur Surya meminum obatnya lagi.


Keesokan harinya di waktu shubuh, keadaan Surya jauh membaik. Diapun aku suruh jadi satpam di luar rumah menunggu Pamanku yang pasti akan datang lagi


Kasian Pamanku pasti berlatih kata - kata untuk mengalahkan ku hari ini, tapi sayang paman aku jauh lebih licik, dan cerdas di atas mu sedikit paman, walau anda rajin membaca.


Aku tanya Surya agar mengajak pamanku pergi naik motor. Akupun menyusun skenario.


"Jika Paman datang, pegang memang kunci motor, dan ajak dia pergi naik motor beli Putu bugis yang ada sambalnya itu."


Istri dan Mamaku mulai bawel lagi.

__ADS_1


"Kenapa naik motor, bagaimana jika adikmu jatuh dari motor, ? Dia masih oleng."


"Ini hanya akting mama, tidak mungkin Paman membiarkan Surya naik motor, dia sangat peduli dan dia lebih khawatir daripada kalian, jika Surya naik motor, hanya akting agar Paman menyerah membawanya ke rumah sakit.


Ini adalah trik cerdas agar Paman jangan di lawan, Karna dia raja ngambek, kalau di lawan harus memakai trik begini, paling Paman kesal sebentar saja dan beberapa hari ke depan baik ulang."


Panjang Umur, Pamanku datang lagi, Adikku Surya yang juga raja akting, langsung berdiri, dan berlari mendekati mobil pamanku, dengan penampilan yang sangat sehat dan bugar.


Pamanku turun dan langsung di cium tangannya oleh Pak Surya.


Tampak di raut wajahnya sudah pertanda mengalah, dan melupakan misi nya, membawa Surya masuk rumah sakit swasta.


Paman tidak membahas lagi rumah sakit.


Adikku mengajaknya naik motor, Pamanku hanya tertawa dan menepuk bahunya. Akhirnya Pamanku pulang.dan mengalah secara terhormat. Jika ada Amira, tak ada yang bisa mengalahkan trik dan kecerdasannya dan egois nya pula.


"Abunawas modern versi wanita mau di lawan"


Akupun menyuruh Istrinya mencari pengobatan tradisional dari daun - daun, dan rempah, yang bisa di jadikan obat hati, karna kata Dokter hati adikku Surya sudah membengkak.


Kebetulan adikku yang bungsu, yang juga yang bekerja sebagai kepala manajer datang dengan Istri dan anaknya.


Perkenalkan adikku yang bungsu ini selain kepala manajer, dia juga banyak sampingannya kanan dan kiri.


Dia sangat pintar sekali mencarikan barang pengusaha besar, bahan mentah dan lokasi untuk menambang. Adikku bungsunya ini jika dengan Yudi bagai bumi dan langit.


Yudi sosok religius dan disiplin, tak mau bengkok biar sedikitpun, sangat lurus. Bahkan jika dia dapat bonus lima puluh juta setiap pemberangkatan kapal, bahkan kadang dua kali sebulan. Yudi hanya mengambil lima juta saja, padahal itu bonus pribadi dia sebagai direktur.


Tapi sisanya Empat puluh lima juta dia bagikan untuk semua karyawannya yang mungkin ada seratus orang, selain supir dan operator dia tak memberinya. Tapi karyawan kantor, dan pengurus lapangan dan pengurus makanan, semua dapat jatah, dia suruh bagi rata uangnya.


Begitulah dia sangat di cintai karyawannya, karna sifat dermawannya. Tapi tunggu dulu, jika kamu melakukan kesalahan sedikit saja, dia tak akan segan membentak mu, dia sangat disiplin.


Sosok yang di sayang tapi sangat di segani. Itulah sosok adikku Yudi, dan sangat patuh pada orang tua dan sangat menghormati kakaknya, dan menyayangi adiknya.

__ADS_1


Dia suka mencium kaki mama ku, dan apa kamu tahu kebiasaan baik mama ku, yang buat tepok jidat tapi kami selalu melakukannya.


Jika mama ku tersinggung dengan kata - kata kalian, yakni kami anak - anaknya, maka beliau akan menyuruhmu mengambil baskom dan air dan mencuci kakinya.


Setelah itu menyuruh mu mengambil air minum dan membasuh kakinya dan setelah itu kamu di suruh meminum air kakinya.


Dan pasti kalian tahu siapa yang paling sering meminum air kakinya, pastinya Amira pemenangnya.


Makanya adiknya biar mamanya salah, bahkan mengomel satu minggu pun non stop tak berani membantah, karna trauma tak mau meminum air kaki Mama tercinta.


Tapi Amira sungguh tak bisa di hitung jari lagi, minum air kaki Mamanya.


Mamanya adalah guru agama, sangat takut anaknya masuk neraka, karna durhaka dengannya. Amin 🤲 semoga anak mu Mama masuk semua ke dalam Syurga Amin 🤲


Lanjut ke cerita Yudi.


Yudi walau sudah dalam kamar mandi, dan mendengar Mamaku sedang menyuruhku membeli sesuatu, dia akan segera keluar kamar mandi dan tak jadi mandi.


Kekurangan terbesar mamaku, dia tak mau tahu kamu sedang mandi kah, kamu sedang cuci piring kah, jika menyuruh membeli sesuatu harus kamu tinggalkan pekerjaan itu.


Jika tidak dia yang akan pergi sambil ngomel.


Yudi tahu kedua kakak perempuannya sudah pulang, Surya juga sakit dan jika si bungsu datang hanya tidur dan pastinya hanya Amira yang sedang cuci piring, walau ada pembantu adiknya dan Amira ada di rumah adiknya, pembantu akan libur. Dan kakaknya itu paling tak suka jika kita perintah pembantu. Pasti Amira langsung menggantikannya. Dan Yudi sosok sopan dan hormat, jadi dialah yang segera maju menghadap Mama ku.


Karna Amira sangat kasian dengan pembantu itu, rasa kasian dan tak mau ada perbedaan antara bos dan majikan, jadinya Amira menjadi sederajat dengan orang itu. Makanya pelayan adiknya tak segan dengan Amira malah menganggap teman kerjanya, bahkan berani menyuruh Amira.


Yudi yang ingin mandi keluar kamar mandi, dan segera pergi berganti pakaian dan mengikuti perintah mama ku membeli sesuatu. Karna dia tahu kakaknya lebih rajin di suruh oleh pembantunya daripada Mamanya sendiri.


Yudi cepat mendatangi Mamanya.


Yudi dan Pratama adikku, karna tahu Surya keluar Rumah Sakit, mereka sempatkan datang menjenguk. Padahal jarak tempat kerja mereka lebih seratus kilo. Tapi menyempatkan diri datang, dan akan pulang lagi siangnya.


Ngomong - ngomong kami tinggal di rumah adikku Yudi. Semua adikku punya rumah pribadi di kota Propensi, kecuali Aku dan Pratama. Keempat adikku punya rumah pribadi semua di kota ini.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2