
Maaf yah 🙏🙏 My Readers, baru nulis lagi. saya sangat sibuk tiga hari ini, tak ada waktu 🙏🙏
Bantu dukung karya ini yah 🙏🙏 bantu share ke teman. Rating nya masih sangat rendah. Mohon komentarnya yah 🙏🙏🥰 juga like dan vote yah 🙏🙏🥰
Love Love you All ❤️❤️🥰🥰
Lanjut Bab 87.
Lanjut ke Amira yah masa sekarang yah.
Flashback Amira.
Amira tersadar dari lamunannya, dan segera bangun dari duduknya. Melihat jam sudah agak sore, Amira pun segera mandi. Anak bungsunya Fatih juga sudah pergi mengaji.
Amira memutuskan segera mandi, menunggu Suaminya pulang kerja.
Selesai mandi Amira berganti pakaian tidur, Suaminya sudah datang, dan kelihatan marah.
Jika marah, Suaminya sangat cerewet, dan banyak mengeluarkan kata kasar.
Suaminya sungguh bukan sosok Angga yang dulu. .Dia sungguh sangat pemarah, nada bicaranya sangat sombong, dan seolah dialah yang paling jago, dan sangat tega jika mengucapkan kata - kata, tampa rasa kasian sedikitpun.
"Bos sial*n !!! Bangs*t !!!. Kurang Aj*r...Tak lama aku Bun*h dia...!!! Tunggu saja saya akan membuatnya menyesal."
Amira pun berkata, entahlah Amira tak bisa tidak marah jika Suaminya berteriak marah. Karna malu terdengar tetangga. Sedangkan Suaminya, semakin hari tak mau menjaga etika bertetangga.
"Apa kamu tak ada malu berteriak marah begitu, ? kasihani juga telinga tetangga."
Seperti biasa bukannya sadar malah semakin marah, jika marah Suaminya seperti bom, terlanjur meledak menghancurkan semuanya.
Hati dan perasaanmu sangat lah tak penting baginya.
"Mana itu tetangga hah...!! Suruh kesini kalau tak terima kita baku hantam di sini, kalau perlu suruh bawa par*ng. Aku tak peduli siapa dia, ini rumahku aku bebas melakukan apa saja."
Melotot marah.
Setiap mendengar kata - kara itu, mesti selalu terulang beribu kali, sejak tujuh tahun ini Suaminya selalu marah, dengan kata - kata menyakitkan.
Entahlah Amira selalu sangat sedih, dan marah, jika mendengar nada yang begitu tinggi dan sombong, jiwanya yang baik dan rendah hati, tak bisa menerima kata - kata kasar, bernada sombong itu.
"Kamu sungguh berhati batu, padahal kamu itu selalu shalat lima waktu, tapi rasa menghargai orang lain. apalagi keluargamu sendiri, sangat nol, dan Yang Maha Kuasa pun sangat membenci sifat mu itu, yang sombong dan congkak itu.
Sedangkan kita di dunia ini, hanya punya dua kewajiban.
__ADS_1
Pertama. Kewajiban kita kepada yang Maha Kuasa, melaksanakan perintahnya, dan menjauhi larangannya.
Kedua. Kewajiban kita terhadap sesama makhluk hidup ciptaan yang Maha Kuasa, Karna orang beriman sama sekali tidak memiliki sifat sombong itu ,congkak merasa paling jago, sangat tidak di sukai yang maha kuasa, apalagi menyakiti hati orang lain.
Kesombongan mu itu hanya akan berakhir, dirumah sakit, atau penjara, bahkan liang kubur, Dan tak ada faedahnya sama sekali, hanyalah penyesalan. Karna sifat sombong mu itu adalah perwujudan sifat iblis.
Suami nya hanya tambah marah.
"Sekarang aku mau pisah sekarang sama kamu, tinggal kamu di rumah ini saya mau cari kontrakan lain."
Selalu itu ancamannya jika marah, walau duluan Amira marah. Dan meminta kata pisah itu. Dengan sombongnya Suaminya langsung mengiyakan, dan menganggap Amira hanya lah kotoran kukunya, satu kali sentil langsung terlempar, dan mengatakan
"Mana yang mau di tanda tangani, saya tanda tangani, tak ada takut sedikitpun aku denganmu."
Selalu Amira berakhir dengan tangisan, melawan Suaminya hanya bertambah menyakiti hatinya.
Dia sungguh telah sangat berubah menjadi pria yang sangat tega, dan hobby berkata kasar.
Suaminya yang dulu. yang sangat sabar sudah menghilang. Kini dia berubah menjadi pria yang berhati pemarah, dan sombong.
Walau pun Amira menangis, sampai pagi pun. Suaminya hanya tidur tenang, seolah tak ada rasa kasihan sedikitpun lagi.
Rasa ini lah yang membuat Amira selalu ingin berpisah dengan Suaminya, tapi mengingat Aryan masih butuh biaya, dan Amira juga tak memiliki tabungan di atas satu juta. Dan berpikir jika dia menjadi seorang janda, keluarganya pasti berlomba mencarikan jodoh untuknya.
Walau sudah berumur, tapi Amira memiliki wajah belasan tahun lebih muda berhitung mundur daripada usianya. Juga dari keluarga terpandang.
Tapi rasa setia, rasa cinta yang selalu masih ada untuk Suaminya, susah membuatnya berpaling.
Suaminya sungguh telah sangat berubah, pria ulet dan tekun. Berubah menjadi Suami yang raja mengeluh.
Suami yang dulunya sabar dan rendah hati, berubah menjadi pria pemarah dan sombong.
Suami yang dulunya penyayang dan romantis, berubah menjadi pria dingin dan cuek.
Suami yang dulunya bertutur kata lemah lembut dan humoris. Berubah menjadi sosok kasar dan pemarah.
Sisa dua puluh persen sifatnya yang tidak berubah. dia tetap rajin melakukan shalat lima waktu. Walau mengamuk juga, sambil tetap shalat, karna ada rasa malas di hatinya, jadi dia redam dengan teriakan amarah.
Sungguh Amira tak mengenali sosok yang dulunya hampir sempurna, sebagai sosok suami idaman.
Lanjut ke cerita Suami Amira yang marah.
Suaminya melotot dan Amira meninggalkan Suaminya, dan menangis.
__ADS_1
Amira meratap dalam hati.
"Ya Allah jangan sia - sia kan kesabaran ini Ya Allah, kembalikan Suami ku yang dulu. Ampuni dia Ya Allah, Aku sungguh tak tahan lagi dengan setiap amarahnya, dan kesombongannya. Aku sungguh tak sanggup lagi untuk bertahan Ya Allah."
Amira Naki ke lantai dua rumahnya dan menangis.
Amira mulai membuka chat, melihat sahabatnya Imram belum membuka chatnya. Amira bertambah sangat sedih.
Amira pun meratap dipenuhi air mata.
"Imram mengapa nak, ? Tak ada rasa rindu, atau peduli di hatimu lagi nak. Hik..hik.
hik..Sedangkan Tante tiap hari menangisi mu nak.
Apakah air mata ini, ? Juga hati ini yang selalu memanggil namamu, tak sampai menyentuh hatimu nak.
Aku tak mencintaimu sebagai kekasih nak, Hik.hik..hik..tapi aku sungguh menyayangimu seperti Ayah dan Asrul, kamu begitu berharga di hati ku nak. Hik..hik..hik..
Aku sungguh merasakan kalau kamu nak. jawaban dari doa - doaku, selama ini, Hik..hik..hik..yang selalu meminta sahabat sebaik, dan setulus Asrul dan Ayah.
Ya Allah kembalikan Imram kepadaku, hik..hik..hik...tumbuhkan lah rasa percaya di hatinya Ya Allah, Aku sungguh nyaman menjadi sahabatnya, Aku sama sekali tak ada ambisi sedikitpun memilikinya sebagai anak. Aku sungguh menyesal bercanda dengannya hik..hik..hik..Aku sungguh menyesal Imram, maafkan Tante yah nak. Hik.hik..hik...
Engkau tahu Ya Allah hatiku sangat rapuh, dan cengeng. aku selalu butuh Ayah, dan Asrul dalam menyelesaikan masalahku, hik..hik..hik...walaupun itu sepele.
Sedangkan belasan tahun aku hidup dengan kesedihan yang luar biasa, tampa mereka di sisiku lagi..hik..hik..hik..
Aku sudah punya Aryan yang sangat support, walau kadang cuek, tapi dia pun sangat sayang padaku. Hik..hik..hik..
Aku punya Ardi yang selalu menyayangi, dan memanjakan ku. Ada Afandi yang dewasa selalu support, dan mendoakan ku. Hik..hik..
Tapi Mengapa air mata ini ? Tak pernah kering mengingat Imram Ya Allah. Engkau pemilik hati Ya Allah, Engkau yang menumbuhkan rasa sahabat sejati ini Ya Allah, Aku mohon kembalikan kepercayaan Imram padaku Ya Allah. Hik...hik...hik...
Aku mohon Ya Allah, hik..hik..hik..bantu aku agar bisa ikhlas melepaskan Imram dalam hatiku, Ya Allah Hik..hik...hik..Jika memang dia hanya lah malaikat penolong sementara untukku, Hik..hik.....hik...
Mengapa Engkau biarkan ya Allah... rasa sayang sahabat sejati ini. terus tumbuh di hatiku untuk Imram Hik..hik..hik..padahal Engkau Maha Mengetahui kalau hati ini, begitu setia pada persahabatan.
Imran...hik..hik...hik....Maafkan Tante yah nak, Tante sungguh sangat menyesal nak. hik..hik..hik..Maafkan Tante yang bodoh ini, yang tak bisa menjaga hati mu, dengan baik nak....hik..hik..hik..Tante sangat menyesal nak. Sudah cukup kamu menghukum Tante nak, sungguh Tante lebih ribuan kali lipat terluka Karna membuat mu kecewa, walau aku tak sengaja, tapi sungguh aku sangat menyesal. Hik..hik..hik..."
Kembalilah nak pada teman mu ini nak. Hik...hik..hik...Tak ada niat buruk sedikitpun untukmu nak. Aku hanya terlalu setia menjadi sahabatmu nak, hanya itu kesalahan tante nak, Hik..hik..hik...Yang Maha Kuasa hanya pernah membuat tante memiliki kenangan dengan Ayah dan Asrul nak, dan sungguh rasa sahabat sejati untuk mereka berdua, telah tumbuh kembali di hatiku nak, untukmu nak.
Hanya itu kesalahan ku nak. Maafkan temanmu ini nak..yang terlalu setia
kepadamu nak, hik..hik..hik...
__ADS_1
Amira terus menangis, hingga matanya sudah menyipit.
Bersambung.