Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 112. Ponakan Ku Yang Menikah Tante.


__ADS_3

Aku selalu berusaha tak ingin chat nak Imram, tapi sungguh aku tak bisa satu kali melepaskannya, harus pelan dan pasti. Anak baik itu, sungguh sudah tak nyaman lagi denganku. Aku sangat faham, tapi aku sungguh selalu ingkar padanya.


Aku kadang nangis jika.membayangkan betapa kesalnya wajah anak baik ini, jika harus melihat pesan WA ku lagi yang sangat menganggu di layar atas ponselnya. Sungguh notifikasi yang sangat menyebalkan baginya.


Mengingat hal itu, yang semoga halu saja di pikiranku, membuat ku menangis kembali. Sungguh menyedihkan menjadi orang yang yang telah di campakkan, tapi masih selalu berharap hal yang mustahil sungguh sangat menyakitkan.


Mengingat dia pernah begitu peduli padaku seperti Arul aku, sungguh membuat air mata ku terkuras kembali.


Kenangan Arul dan Ayah datang menyiksaku, dan Imram seolah datang di tugaskan untuk membawa semua kenangan Arul dan Ayah yang sulit aku lepaskan. Sungguh sangat banyak air mata yang terkuras untuk semua hal itu.


Aku tahu jika.kita sudah bisa Ikhlas, Insya Allah Yang Maha Kuasa akan mulai merencanakan hal yang baik kembali untuk kita lagi. Semoga aku bisa melepaskan semua nantinya dengan ikhlas.Amin 🤲🤲


Hari ini Nak Imram membalas lagi chat ku, percakapan yang sangat indah di pendengaran ku.


Anak baik ku yang sangat imut dan manis ini, yang memiliki pribadi yang sangat mahal, untuk mengenal lawan jenisnya yakni makhluk yang bernama wanita, mulai membuka pintu hatinya.


Hari ini aku baca status nya. ada dua status yang nak Imran posting. Pertama Ada pasangan yang sedang menikah dan status kedua, Nak Imram posting wajahnya yang sedang memakai masker yang sangat cantik bagiku, dan menarik.


Aku tak fokus pada jari - jari tangan nya, yang di perban. Setelah balas statusnya baru aku lihat kembali statusnya dan melihat jemarinya yang diperban, dan kata - kata di bawahnya yang membahas tentang deterjen.


Awalnya aku chat nak Imram, walau aku tak yakin dia membalas nya. Seperti nasib pesan WA ku, jika sudah genap dua hari nak Imran tidak juga membacanya aku langsung hapus.


Nak Imram tak suka banyak chat, katanya jenuh membacanya, jika banyak jadi aku hapus agar tidak save di WA nya.

__ADS_1


Aku pernah sangat bersyukur, waktu aku sangat rapuh dia sungguh penyemangat terbaik untukku, Sampai kapanpun tak akan aku lupa jasa - jasa baiknya padaku.


Sungguh sial nasib mu nak, harus mengenal ku. Seorang yang sangat susah menjadi orang yang buta hati. Dan tebal muka Seperti ini. Kesetiaan yang tak di harapkan, Maafkan Tante yah nak, terlalu setia pada teman anak baiknya bernama.Imram. Sungguh sahabat yang bodoh yah nak.


Mengingat hal itu akupun mewek lagi deeh, sedih dan nangis lagi. Sungguh memalukan jadi orang seperti aku ini. Sungguh Tante pun sangat Ilfeel nak 😭 tapi inilah bodohnya orang yang memiliki sifat setia 🙈.


Okey My Readers lanjut lagi ke cerita Chat Amira dengan Imram.


Amira mulai mengetik chat untuk nak Imram.


Aku balas status pertama nya, tentang video ijab kabul pernikahan.


"Tante pikir nak Imram yang menikah 🙈 Tega tak panggil kami 🤭🤭 Keluarga yah nak yang menikah."


"Masker nya cantik, jadi kepengen beli."


Aku pun tak menyangka akhirnya Nak Imram membalasnya.


Mendapat balasan chat dari nak Imram, seperti senangnya kalau lagi haus - haus puasa nih, terus terdengar bacaan doa buka puasa. Sungguh sangat membahagiakan.


Isi balasan chat Nak Imram ber tuliskan.


"Ponakan ku yang menikah Tante."

__ADS_1


Chat kedua ku pun di balas dengan emoji


tentang maskernya yang cantik


"😀👌"


Hatiku sangat senang, dan tentunya aku jadi lupa status lagi jadi orang yang hanya mendapatkan rasa kasihan bukan lagi rasa peduli. Itulah sikap ku yang sangat aku ilfeel.


sifat yang bodoh amat. Akupun membalas chat nak Imram Kembali.


Mumpung dapat rejeki, jadi mamfaatkan sebaik - baiknya.


Anak baik ini membawa kebahagiaan rasa sedih dalam hidupku. Sungguh cukup membuatku menjadi calon masuk daftar kategori orang yang setengah waras, atau setengah gila.


Okey lanjut lagi ke cerita chat Amira ke Imram.


"Aku tahu anak ini sudah tak nyaman denganku, tapi yang maha kuasa masih mengijinkan dia kasihan padaku. Walau masih sangat membuatku sangat sedih di kasihani, tapi setidaknya ini lebih jauh lebih terhormat daripada di benci.


Amit - amit Ya Allah jangan membuat anak baikku itu, membenciku Ya Allah, Engkau sungguh sangat menyayangiku Ya Allah. Walau saat ini aku hanya mendapatkan rasa kasian setidaknya anak baik ku ini, yang Moody ini, hari ini datang mood baiknya membalas chatku."


"Lanjuuuut...My Readers sudah pada kepo nih, mau juga dong membaca Chat Nak Imram juga, yang sudah termasuk kategori langka."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2