Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 18. Arul Kamu Dimana ? Aku Sangat Merindukanmu.


__ADS_3

Aku hanya ingin mengingat kata - kata baiknya saja, dan melupakan kecewanya saat ini kepadaku, biarlah aku anggap ini adalah karma bagiku, dan semoga Arul bisa bertemu lagi denganku juga , dan aku bisa meminta maaf kepadanya.


Kata - kata penyemangat Imram, Kata - katanya yang begitu peduli denganku


Aku tahu dia ikhlas memberikannya padaku, sebelum aku sakiti hatinya, walau hanya salah faham.


Akupun selalu menangis dan sangat merindukan Imram jika mengingat pesan WA nya, yang sudah ku hapus, karna hanya membuatku menangis dan merindukan dia yang sudah melupakan aku. Anak itu seperti Arul bagiku. Kata - kata ini begitu aku rindukan.


"Tante semangat...


Aduh Tante jangan tidak makan, nanti sakit...


Perhatikan makan dan banyak minum air putih Tante...


Jangan sering begadang Tante...


Aduuh..Tante harus minum obat ...


Aduh Tante...hujan gerimis nanti masuk angin....

__ADS_1


Seharusnya memang begitu Tante...


waaah..Tante hebat....


Bagi dong Tante kepintarannya...


Mantap....


Hahahaha.....


wkwkwkkw..."


Walau aku selalu iseng mengganggu nya dan mau jadikan dia anak angkat ku, dan Imram sudah berapa kali menolak ku.,


Yaah...aku hanya suka iseng dan sangat gemas, jika membaca WA penolakannya, yang membuatku makin gemas padanya, dan inilah yang sangat aku sesali.


Aku tidak mungkin memaksanya karna dia sudah aku anggap Arul bagiku, dia benar benar sahabat terbaik yang sudah dipilihkan Yang Maha Kuasa untukku, untuk melewati ujian terberat dalam hidupku, dan juga sebagai karma karna pernah menyakiti hati sahabatku Arul.


Saat ini anak baikku itu, sungguh kecewa dan mungkin telah membenciku karna dianggap melanggar privasinya, walau hanya kesalah fahaman.

__ADS_1


Akupun menangis kembali mengingat Arul.


"Arul kamu dimana ? Aku sangat merindukanmu..Hik..hik...hik..hik..aku sungguh menyesal, kamu sangat baik, sayang dan peduli padaku.


Imram datang menempati posisimu di hatiku, tapi dia telah meninggalkan aku juga, seperti aku pun meninggalkanmu waktu itu, Maafkan aku Arul, aku sungguh sangat menyesal."


Aku mengingat . pertama mengenal anak ini, aku mengatakan jika anak ini memiliki pacar dan dia memutuskan pacarnya akan susah bagi pacarnya move on, dan akan mencari psikiater.


Sepertinya itu juga berlaku denganku saat ini, aku saja hanya sebagai temannya, sepertinya aku juga butuh psikiater karna sangat susah move on darinya.


Air mata pun kembali mengalir padahal ini sudah dua bulan lebih, tapi anak ini masih bisa membuatku menangis, sedangkan dia disana baik - baik saja dan sangat happy dan mungkin sangat senang telah melupakan aku.


Aku sungguh tak bisa membenci anak baik ini, dan harus ikhlas menerima hal ini sebagai cobaan hidup yang harus aku lalui, dan berharap suatu hari nanti Imram dan Arul mau menjalin silahturahmi lagi denganku.


Ini hanya rasa bersalah, karna belum sempat membalas jasa - jasanya, dia sudah kecewa dan melupakan aku dan Inilah yang membuatku sedih karna terlanjur menyayangi nya seperti Arul bagiku.


"Anakku Imram, maafkan aku yah nak, ibu sangat menyesal. Canda yang sangat ibu sesali yang membuatmu sangat marah pada ibu. Maafkan ibu nak, sungguh aku sangat menyesal membuatmu marah dan kecewa pada ibu.


Kemarahan mu ini nak, adalah bentuk kasih sayang kamu nak, Karna sudah mempercayai ibu sebagai teman baik, tapi menghianati kepercayaan kamu nak. Maafkan ibu Imram, ibu sungguh menyesal."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2