
Kita kembali ke cerita Amira yah, Lanjuuut 🥰🥰🥰
Setelah berhenti menjual lagi, Suami Amira menjadi karyawan kembali.
Suamiku menjadi Karyawan Tambang Nikel.
Rumah kontrakan mereka sebenarnya Amira kontrak tiga tahun.
Sebenarnya hanya satu tahun, tapi pemilik rumah selalu butuh uang, wajar lah Suaminya hanya seorang nelayan, itupun kapal kecil yang dia gunakan adalah milik orang lain, jadi hasil tangkapan ikan, masih di bagi dua dengan Suaminya dan pemilik kapal.
Walau pemilik kapal adalah kakak kandungnya, yang hidup berkecukupan tapi masih selalu mengharap bagian dari hasil tangkapan adiknya.
Yah sudahlah itu masalah pribadi mereka, Amira bukan orang kepo yang ingin mencampuri masalah mereka, apalagi mereka itu bersaudara kandung.
Saat itu keuangan Amira sangat sulit gaji Suaminya baru kontrak satu tahun itu, dengan gaji hanya empat juta per bulan waktu itu. Masih di bagi dengan sisa utang yang di cicil.
Pemilik rumah juga selalu meminta uang setiap bulannya.
__ADS_1
Jadi baru satu tahun tinggal, pembayaran sewa sudah tiga tahun, tapi apa daya Amira dia juga kasihan dengan kehidupan pemilik rumah dengan empat anak, yang serba kekurangan.
Bahkan Amira sengaja membeli minyak goreng 5 liter, Karna tiap hari anak tetangganya itu datang meminta minyak goreng padanya.
Aku hanya bisa beli tomat 2 kilo, rica kecil dan bawang yang lumayan banyak. Simpan di kulkas, Karna aku sengaja membelinya karena anak tetanggaku, hampir tiap hari di suruh Mama nya ambil rempah juga di rumah.
Aku yang gemar sedekah, dan menolong orang hanya bisa melakukan hal kecil itu Karna gaji Suami ku sangat kecil.
Kata Ayah, berapapun yang kita sedekah itu walau kecil nilainya, tapi jika kita tulus Allah SWT sangat menyukainya, dan sangat menyayangi hambanya yang pemurah, dan suka menolong.
Itulah Ayahku, walau cara ku dulu selalu salah dalam membantu orang, waktu jaman sekolah Ayah selalu membela ku tak pernah marah padaku malah menolong ku.
Aku sangat ingat bagaiamana baiknya Ayahku, jika aku melamun selalu bertanya.
"Apakah aku ada utang, nanti Ayah bayarkan ?"
Ayahku sungguh Ayah yang baik.
__ADS_1
Lanjut lagi ke cerita tetangga ku.
Jadi hanya hal itu yang aku bisa lakukan untuk membantunya. Berbagi bahan dapur ku.
Pemilik rumah mulai tak senang padaku, Karna keuangannya sudah menipis lagi, dia mungkin malu terus minta kepadaku uang Karna SDH tiga tahun uang sewa aku bayar. Senilai empat juta per tahun nya. tapi dia kasih 10 juta saja tiga tahun, itulah aku selalu cicil padanya hampir tiap bulan. Kendari biar beli CD saja aku tak mampu.
Tetangga ku tiba - tiba menyewakan lagi rumahnya kepada orang lain, dan terpaksa aku pergi dari rumahnya dengan kecewa setelah dia kembalikan lagi sisa uangku.
Dia kontrakan lagi rumahnya 10 juta selama tiga tahun pada orang lain, mengembalikan uangku 6 juta dan dia ambil lagi sisanya 4 juta.
Sungguh dia tega, para tetangga yang juga saudara kandungnya, menyuruhku bertahan tapi aku tak mau ribut dengannya. Aku pun Karna tak ada tempat terpaksa, hanya bisa sewa kost per bulan saja. Dan isi rumah ku aku titip di rumah saudaranya.
Aku juga selalu dipenuhi pikiran positif kalau tuan rumah hanyalah kesusahan, makanya terpaksa melakukan hal itu padaku.
Aku pun tinggal di kost sempit, itupun kost milik saudara kandungnya juga, suami pemilik rumah kontrakan ku adalah anak bungsu.
Dan saat ini aku tinggal di kost - kostan kakak tertua dia, yakni seorang ibu yang kelihatan galak juga.
__ADS_1
Tapi aku adalah manusia paling cuek, selalu menghargai pribadi setiap orang, dan selalu berusaha memaklumi.
Bersambung