
Okey My Readers lanjut ke cerita Amira lagi yang sedang jatuh cinta itu, pada pandangan pertama.
Amira selalu mencoba mengusir bayangan wajah pria tampan itu, walau selalu nongol terus tanpa Amira undang.
"Ooh ya My Readers, aku cerita sedikit yah tentang Ayah dan keluargaku yang lain, agar bayangan pria pencuri hatiku itu, bisa aku lupakan sejenak.
Ayahku kepala dinas PU, Anak buahnya sangat menyayangi Ayahku, Karna sangat royal dan suka traktir.
Jika ada proyek, Ayah tak pernah menyebut nominal uang trima kasih, terserah kontraktor saja. Uang itupun tak ada satu sen pun di kasih Ayahku pada Ibuku, Karna uang itu di anggap Ayahku tak begitu halal, tak menuduh sih kontraktor, tapi Ayahku selalu berhati - hati untuk memberi makan keluarganya memakai uang itu.
Uang itu Ayah gunakan untuk amal saja. Memberi kan pada anak buahnya untuk makan di warung, tapi Ayahku tak pernah mau ikut.
Mendatangi keluarganya yang hidup di bawah garis ekonomi. Membawakan uang itu, dan membelikan mereka beras, dan sembako. Setidaknya uang trima kasih dari kontraktor itu, di anggap ayah mencuci penghasilan mereka, dengan membantu sedekahkan uang itu kepada yang lebih layak membutuhkannya.
Juga Ayah menjadi seorang pengacara di kantor pengadilan.
Hakim dan jaksa di kota ku, sangat mengenal Ayahku yang sangat cerdas dan baik hati.
Ayah selalu berkata pada temannya.
"Bro...jika.ada seseorang yang tak bisa bayar pengacara, dan kasusnya memang di pihak yang benar rekomendasikan padaku, aku pelajari dulu kasusnya baru aku membelanya."
Pak Hakim pun dan Jaksa menaikkan kedua jempolnya.
"Okey bro...!"
Pak Hakim dan Pak Jaksa juga biasa memberi Ayahku kasus dari orang yang berada, tapi di pihak yang benar, dan Ayah tak pernah menentukan uang trima kasih nya, walau banyak uangnya di kasih, Ayah malah gunakan untuk membantu kasus orang yang memiliki garis ekonomi bawah.
Ayah bahkan rela bonceng kesana kemari, mengurus berkasnya, bahkan malah Ayah memberi kan mereka uang untuk sehari hari mereka yang kesusahan.
Ayahku sungguh sangat baik hati dan dermawan.
Uang itu selalu dia gunakan hanya untuk menolong orang, jadi wajar saja jika kebaikan Amira yang seperti dirinya, dia dukung, dan selalu membela Amira, walau salah sih, gadai emas Mama nya.
Ayah memiliki beberapa hektar sawah, dan beberapa hektar kebun.
Tak semua Ayah olah Karna Ayah seorang PNS.
__ADS_1
Sawah dan kebunnya yang lain, malah di suruh orang yang hidupnya sangat sulit ekonomi, kelola bahkan tak pernah mengambil hasilnya.
Contoh seorang Kakek tua. yang Ayah suruh kelola sawahnya, dia sudah Tua, tapi dia punya anak yang ingin sekolah dan makan, jadi sawah itu seolah sawahnya. Ayah tak pernah meminta hasilnya. Bahkan malah Ayah membantunya membeli pupuk dan racunnya, jika kakek itu tak ada uang lebih dari hasil panen nya, karna biaya keluarganya juga.
Jika di kebun Ayah banyak menanam pisang, kelapa juga, nangka, dan tanaman bermanfaat lainnya.
Ayah tak pernah menjualnya, tapi menyuruh keluarga jika ada pesta, atau perayaan lainnya datang saja ke kebun ambil sesuai keinginan mereka.
Ayahku sungguh sangat baik hati dan dermawan.
Saudara Ayah yang semua Pengusaha sukses, kadang menyuruh Ayah berhenti menjadi PNS, Karna jika jadi pengusaha, kehidupan ekonomi akan serba "WAAAH"
Tapi Ayah sudah mencintai dunianya.
Akhirlah kami lah, Anak - anak Ayah yang di ambil saudara Ayah, untuk mengelola bisnis mereka.
Lanjut lagi ke cerita Ayah yang sedang berbincang pada kawan akrabnya lagi.
Di suatu Sore yang cerah, Ayah sengaja kesana untuk membahas diriku.
Siapa lagi kalau bukan Pak Ustadz yang sangat di benci Surya itu.
Pak Harmin hanya cengengesan, walau dia sekarang Ustadz tapi dia mantan play boy pada jamannya, dan langsung bisa dong menebak apa yang di alami Ayahku.
Pak Harmin berkata.
"Wajarlah anak gadis beranjak dewasa, mungkin dia sedang mengalami fase cinta alias puberitas."
Ayah hanya bisa melongo, dia pun berkata dalam hati.
"Aku akan sangat ketat menjaga mu sekarang Nak, Ayah tak mau anak kesayanganku mencoreng nama baik aku, dan menderita dengan tanggapan buruk orang lain."
Ayah berkata dalam hati, dan menarik nafas yang panjang.
"Ooh ya My readers, Pak Harmin Khan mantan play boy tuh pada jamannya.
Tapi tunggu dulu My readers, menurut cerita
__ADS_1
Nenek dan Tante ku, Ayahku yang sangat putih dan tampan itu, di jamannya juga adalah idola banyak kaum hawa, dan Ayahku banyak pacar nya, walau Ayahku menolak di katakan Play boy.
Menurut Ayah pada jamannya, daripada mubaksir dan kasian anak orang, jadi yang masuk kriterianya menjadi pacarnya, walau Ayah kurang setia sih, sebelum ketemu Pawangnya yakni Mama, yang kata Nenek ku juga, dari ibuku yang tak mau kalah juga dong, dari nenek Ayahku.
Kalau anaknya yakni Ibuku, adalah kembang desa yang paling cantik di desa Nenekku.
Makanya Ayahku langsung jatuh cinta dan langsung menikahinya.
Hubungan Ayah dan Ibu kurang di restui Nenek dari Mama ku, Karna Mama ku adalah anak seorang Tuan Tanah yang tajir dan melintir keturunan Raja, walau Rajanya meninggalkan Tahtanya dan menjadi rakyat biasa, tapi saudara perempuannya menggantikan dia menjadi Ratu, dan namanya hubungan darah walau di cuci pakai air laut satu laut pun, saudara sedarah tetaplah saudara sedarah selamanya.
Makanya Amira kadang heran, Karna di keluarganya tak ada memakai gelar panggilan untuk keturunan raja, tapi di akui sepupu kandung dari keluarga yang lain, yang ada gelar keturunan rajanya.
Ternyata keturunan buyut raja, khusus dari kami menyuruh keturunan nya jangan ada memakai gelarnya, dan menjadi rakyat biasa saja, tapi memiliki banyak tanah yang sampai sekarang masih diolah keturunan buyut, turun temurun sampai sekarang.
Makanya Kakek dan Nenek dari Ibu memiliki sangat banyak tanah.
Sebenarnya Ayah juga seperti Ibu ceritanya, hanya awal buyut kami dari tiga Kyai bersaudara dari Arab Saudi, dan ada turunan ke bawahnya yang menjadi raja, Namun membuang juga gelarnya menjadi rakyat biasa.
Hanya karna Kakek.ku dari Ayah sakit depresi karna banyak nya ilmu kebatinan dia pelajari, jadi hartanya di kuasai saudaranya yang pecinta harta. Waktu itu katanya Ayah masih SD jadi tak bisa membela haknya. Dan Ayahku bersaudara harus mengandalkan kedua telapak tangan mereka, untuk mencari sesuap nasi.
Ayah dan saudara nya yang masih kecil harus bekerja di kebun orang, untuk makan sehari hari. Sedangkan Nenek ku berjualan cendol dan gorengan.
Setelah tamat SMA ayah menjadi PNS, Dan Nenek merantau ke luar propensi, mencoba buka warung kecil - kecilan.
Dengan perjuangan yang begitu gigih, dan memiliki anak - anak yang gigih pula, Tampa harta dari hak mereka telah di gantikan Yang Maha Kuasa pelan dan pasti, dan membuat Saudara Ayahku menjadi keluarga yang paling sukses di antara keluarga lainnya.
Semua adik Ayah menjadi pengusaha Sukses.
Bahkan salah satu Adik Ayahku memiliki IUP tambang nikel, dan PT penyewaan alat berat yang memiliki ratusan armada.
Begitulah perjalanan hidup yang akan seperti Roda yang berputar kadang di atas, dan kadang di bawah.
Jadi saran Amira, jika hidup itu adalah perjuangan, jadi berjuanglah sebaik - baiknya dan jangan putus asa, selalu tawakkal dan sabar, dan berpikir positif dan selalu bertahan di kebaikan, Karna setiap perjuangan yang besar dan penuh kebaikan di dalamnya, akan mendapatkan Ridho Allah sesuai doa mu yang akan di kabulkan Yang Maha Kuasa dengan hasil yang besar pula sesuai perjuanganmu, yang penting anda berjuang dengan cara yang benar.
Yakni menjalani perintah - NYA dan Menjauhi Larangan - NYA.
Dan jangan berputus asa, tetaplah berdoa dan berusaha dan yakin akan sukses sesuai keinginan kamu, dan atas ijin - NYA pula..Insya Allah. Anda akan sukses dan berjaya Amin 🤲🤲"
__ADS_1
Bersambung.