
Lanjut ke cerita Amira yang terus menangis mengingat Imram, Ayahnya dan Arul.
Amira terus menangis pilu, setiap mengingat Imram, air matanya selalu bisa tumpah ruah.
Terkadang Amira selalu ingin melepaskan kenangan Imram, rasa bersalahnya pada Imram, yang membuka kenangan indahnya pada Ayah dan Arul, juga rasa bersalahnya kepada kedua kesayangannya itu, yang telah Amira sakiti hatinya, padahal mereka berdua sangat menyayangi Amira.
Karma dan hikmah selalu berbarengan, tergantung bagaimana kita mau menyesalinya, dan berubah jadi lebih baik.
Yang Maha Kuasa hanya terlalu menyayangi Amira, dengan memberi pelajaran berharga kalau kesalahan Amira, pernah menyakiti dua orang yang begitu tulus dan menyayanginya.
Yang Maha Kuasa sengaja menyimpan rasa
persahabatan di hati Amira, dan memberi pelajaran yang bernama karma.
Semua tergantung Amira mau menyadari, dan mau berubah menjadi orang yang lebih baik.
"Kita doakan Amira yah My Readers, agar Yang Maha Kuasa segera mengakhiri pelajaran hidup pada Amira, tentang menghargai orang yang sangat menyayangi kita, sebelum semuanya menjadi terlambat. Jangan egois melakukan tindakan, dan tetap sabar serta berpikir yang positif, Insya Allah semua akan baik - baik saja.
Semoga Yang Maha Kuasa mengembalikan Imram kembali dalam kehidupan Amira, dan Amira bisa menebus kesalahan nya di masa lalu.
Semoga bersama Imram mereka bisa bersahabat dalam kebaikan, mencari Ridho Allah, dan menjadi partner dalam kebaikan,
untuk sebuah cita - cita luhur seorang Amira yang ingin menjadi Orang Kaya Raya yang dermawan. Insya Allah. Amin 🤲
Sedangkan kita tahu bahwa Imram adalah anak yang memang masih sangat belia, tapi memiliki pribadi yang sangat baik, jujur, amanah, setia, penyayang dan seorang pria yang sangat terhormat, tampa pikiran negatif di hatinya. Anak yang selalu smart, punya tujuan hidup yang jelas, sportif dan ceria.
Sungguh anak yang berhati malaikat, yang sangat pantas untuk mendampingi Amira menjadi partner menuju jalan ke Syurga. Insya Allah .Amin 🤲
Semoga Yang Maha Kuasa mengabulkan. Amin 🤲"
Lanjut ke cerita Amira yang masih bersedih, diapun mengambil ponselnya, dan mulai menulis chat pada Ardi, anak yang sangat peduli dan menyayangi nya. Anak belia yang berusia 21 tahun ini. Sosok anak yang mandiri mau bekerja di perusahaan walau Ayahnya lebih dari mampu membiayai kuliahnya.
Anak pendiam tak gampang orang akrab baginya, tapi untuk Amira dia begitu menyayangi nya seperti adik kecilnya, seperti dia selalu memperlakukan mamanya seperti adik kecilnya, sangat suka mencubit pipi Mama nya, dan kakak wanitanya yang sudah kuliah. Sampai mama dan kakaknya marah dan mengancamnya sapu, agar tak mendekati lagi mereka.
Anak belia yang hanya dua bersaudara ini, tak malu mengatakan kata sayang, dan pujian pada Amira yang sudah dianggap Mamanya yang manja dan cengeng.
Amira mulai menulis chat, dengan air mata yang seolah tak ada putusnya, terus mengalir membasahi kedua pipinya.
AMIRA.
Nak Ardi ibu sangat sedih mengingat Imram nak, chat ku belum juga di bukanya, mengapa anak itu sangat marah yah nak, ? Apakah dia tak kasihan dengan temannya ini ? yang selalu menangisinya nak.
__ADS_1
Pesan terkirim,
Di tempat lain Ardi yang sementara tidur, mendengar suara nada dering yang sangat keras, dengan suara anak kecil sedang memanggil.
"Abang...Abang...Abang..."
Nada dering yang sangat romantis, untuk sahabat dan ibu angkatnya. Bagi Ardi, Amira bukanlah seorang nenek tua, tapi adiknya yang manja dan cengeng.
Ardi sengaja memberi nada pesan WA nya, dengan suara anak kecil wanita, sedang memanggil Abang kesayangannya.
Pernah dia mengatakan pada Amira, kalau dia sengaja memberi nada itu, Karna keras suaranya, dia beralasan agar gampang dia lihat WA nya, siapa tahu ada hal yang penting
yang ingin Amira katakan padanya.
Sungguh anak baik yang sangat penyayang, sungguh beruntung Amira, memiliki perhatian dari anak yang sangat baik ini.
Ardi langsung mengangkatnya, walau sangat mengantuk. Habis masuk kerja malam, jadi begadang satu malam. Tapi demi sahabat yang terasa seperti adik kecilnya..Ardi selalu mengangkat ponselnya. Dan membaca WA Amira.
Setelah membacanya, Ardi pun mulai mengetik di WA ponsel, untuk jawaban dari pertanyaan Amira.
ARDI.
"Jangan sedih lagi yah Bu. Ardi yakin Kak Imram akan memaafkan ibu kok, doakan saja dia yah Bu.
Ardi pun mengirim pesannya.
Amira melihat ponselnya, mulai membaca WA Ardi.
Amira hanya bisa menangis.pilu, dia sungguh sangat sedih.
Amira hanya bisa membalas WA Ardi.
AMIRA
"Iya nak, Makasih yah nak supportnya, tidurmi nak. Habis begadang tadi malam. Ibu pamit yah nak, mimpi yang indah yah nak."
Ardi membaca pesan WA Amira, dan tersenyum.
Ardi pun membalas WA Amira.
ARDI
__ADS_1
" Iya Bu. selalu sehat yah Bu, jangan lupa makan yah Bu, juga banyak minum air putih
,❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️."
Memberi emoji love yang banyak di akhir katanya. Ardi selalu bucin. bahkan sangat banyak emoji bucinnya, sungguh anak yang sangat romantis dan penyayang.
Amira pun membalas WA Ardi, dengan emoji love dan emoji ciuman. Amira sudah anggap Ardi seperti Aryan, jadi emojinya sudah seperti emoji ke Aryan anaknya
Amira
"Iya nak 🥰🥰❤️❤️😘😘😘😘"
Amira pun kembali menangis pilu.
Amira Kembali meratap sedih.
"Ya Allah aku tahu Engkau begitu menyayangi aku Ya Allah, Aku hanya terlalu lemah untuk cobaan ini Ya Allah. Engkau hadapkan aku diantara hikmah dan karma, karna Engkau begitu menyayangiku.
Aku tahu sampai sekarang rasa bersalah ini, sekian lama menghantui hidupku. Dan aku sama sekali tak bisa move on. Aku sudah memiliki Aryan anakku yang bijak, aku sudah memiliki Ardi yang mau menjadi anak angkat dan sahabatku, Aku sudah memiliki Andika yang dewasa walau pemarah dia sangat menyayangiku seperti ibunya sendiri, hanya dia anak tunggal jadi sifatnya terkadang egois, tapi Andika sungguh sangat menghormati ku, dan selalu mendoakan ku.
Andika selalu berkata.
"Sehat terus Bu. jangan begadang Bu. perhatikan kesehatan ibu, Andika selalu mendoakan ibu banyak rejeki, dan sehat, dan bahagia."
Andika adalah anak yang baik, baru selesai wisuda sarjana hukum, dia sudah menikah dan baru - baru istrinya melahirkan. Aku sering video call dengan dia dan Istrinya. Ayah Andika seorang PNS. Andika mau mendaftar polisi, Ayahnya sudah siapkan uang tapi gagal, akhirnya menikah dan membeli mobil pribadi yang lagi dua bulan lagi lunas, karna dia cicil dengan jangka waktu tak lama.
Anak ini bertemu Amira waktu Amira mengurus PT adiknya Surya, Andika waktu itu menjadi driver mobil online, Karna anak ini sangat baik dan ramah, Amira sering memakai jasanya. Bahkan waktu bertengkar dengan Adiknya Surya, Andika lah yang menghiburnya. Amira selalu menangis dan Andika selalu menghiburnya. Sungguh dia anak yang sangat baik.
Sewaktu banyak masalah di kehidupan Amira. Sungguh Amira tak ingin menganggu Andika, Karna Andika juga memiliki banyak mengalami problematika hidup. Istri nya hamil besar, dan usaha driver nya kurang lancar, jadi Amira takut mengganggunya.
Yang maha kuasa membawa Imram masuk kedalam kehidupan Amira. menjadi sahabat yang benar - benar sangat membantu Amira melewati kesedihannya, bahkan membantu Aryan.
Imram adalah anak yang sangat baik, ceria, tulus, peduli, penyayang dan sangat ramah. juga memiliki kepribadian yang terhormat, setia, jujur dan sangat optimis pada hidupnya, pekerja keras, ulet dan tekun.
Sungguh yang Maha Kuasa membawa sosok yang sangat lengkap dalam hidup Amira, untuk datang membantunya.
Namun Sosok itu begitu mirip dengan Ayah dan Arul sahabatnya. Jadi sangat wajar jika kepergian Imram sangat membuat Amira sangat sedih dan depresi.
Suaminya dan Aryan sudah terbiasa dengan rengekan Amira tentang Imram. Bahkan Ardi dan Andika pun menjadi korban rengekannya.
Syukurlah keempat pria ini, sudah mengetahui bagaimana jiwa seorang Amira, yang baik, ramah, setia, sangat penyayang dan cengeng, jadi hanya bisa diam, atau sesekali menghiburnya.
__ADS_1
Karna mereka tahu, obat dari semuanya itu adalah Imram kembali mempercayai Amira lagi. Dan selalu menguatkan Amira, jika Imram suatu saat nanti akan maafkan Amira dan percaya lagi pada Amira. Dan menasehati Amira agar selalu mendoakan Imram selalu sehat dan bahagia, sebagai balasan jasa - jasanya, telah menolong Amira dengan sangat tulus.
Bersambung.