Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 120. Penagih Koperasi.


__ADS_3

Kehidupan kami terus berjalan, aku mencoba ke pasar melihat keadaan.


Pasar sangat ramai, tapi bangunannya bukan buatan pemerintah.


Tapi setiap pedagang membuat petak kios sederhana untuk dipakai menjual.


Banyak yang memperhatikan aku, mungkin wajah ku yang cantik serta manis ini menarik perhatian mereka. Apalagi aku berkulit putih bersih.


Aku duduk di kios penjual sayur dan mulai tanya jawab.


Ada penagih koperasi keliling mulai menagih di sana.


Aku bertanya pada ibu itu selepas pria penagih koperasi itu pulang.


"Ibu itu koperasi yah Bu..?"


Ibu itupun tersenyum ramah, dan menjawab pertanyaan ku.


"Iya nak."


"Ibu kalau bisa aku tahu bagaimana cara kita mengangsurnya ibu."


"Jika kita ambil 500.000. Kita angsur 20 RB per hari. Selama tiga puluh hari, jadi kembali 600.000."


"Ibu aku habis bangkrut, aku tak punya modal. Aku juga mau menjual ibu, apa saja yang bisa aku jual ibu."


Ibu itu memandangku seperti tak percaya, melihat gadis cantik di hadapannya, dengan pakaian bagus. Baju kaos import dan Jeans import, sangat tak cocok menjadi penjual sepertinya.


"Apakah kamu serius nak ?"

__ADS_1


Akupun mengangguk.


"Baiklah besok kesini lagi, nanti bicara sendiri dengan petugas koperasinya "


Aku sangat senang mendengar kata - kata Ibu itu lagi.


Keesokan harinya, tampa sepengetahuan Suamiku aku ke pasar lagi.


Dan akupun akhirnya ketemu petugas koperasi itu, dan akhirnya mau memberikan juga padaku tapi hanya 250.000 saja. Jadi aku harus mengangsur nya 10.000. per hari.


Akupun dapatkan uangnya, aku juga cukup sedih menerima uang riba ini, tapi apa dayaku ya Allah, aku ingin terus hidup, saat ini bukan kaya raya tujuan ku, saat ini aku hanya tak ingin kelaparan saja, setidaknya saat ini, hanya pria koperasi itu yang bisa percaya aku.


Akupun pergi memberi tikar meteran harga 8000 per meter aku beli tiga meter. Aku langsung pergi beli bawang merah 2 kilo, Tomat 3 kilo, jeruk nipis, dan rica kecil setengah liter. Bawang putih 2 kilo dan asam 1 kilo, kunyit setengah kilo. Uang yang 250.000. itupun habis aku belikan, juga sudah beli kantongan kecil untuk membungkus.


Aku sangat happy dan bersemangat melakukannya.


Aku pun mencari tempat di sela sela penjual sayur lainnya.


Aku mulai menjual, dan tentu saja banyak yang memperhatikan aku, bahkan banyak yang sengaja bergunjing membicarakan aku, seolah mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Aku bintang Sagitarius BESTie, aku adalah orang yang cuek, dan sangat pede, dan juga bodoh amat.


Alhamdulillah dagangan ku laris, dan habis walau pembeliku banyak dari lawan jenis ku.


Hari semakin beranjak menjadi siang hari, tampak Suamiku datang mendekati ku.


Dia duduk di sampingku, dia hanya diam. Aku pun bercerita tentang awal modal, dan lainnya. Suamiku hanya terdiam saja.


Aku suruh jaga jualanku, dan aku pergi lagi belanja barangku yang sudah kurang.

__ADS_1


Hari ini aku untung 50.000, Aku sangat senang.


Bahkan aku juga sudah bayar petugas harian koperasi itu.


Pinjaman ku semakin bertambah dengan berjalannya waktu, menjadi satu juta rupiah.


Suamiku menasehati ku agar jangan ambil uang begitu lagi.


Dua bulan berjalan, Suamiku juga sudah dapat penghasilan ojek.


Aku cepat bergaul di dalam pasar, hampir semua mengenalku, bahkan mereka memanggil aku dengan nama Cantik, bukan namaku. Para ibu - ibu memanggilku cantik, aku awalnya risih tapi menjadi terbiasa.


Akhirnya aku tak pakai lagi uang koperasi, Karna pedagang sudah mulai mempercayai aku meminjamkan barangnya.


Suamiku bahkan pergi menjual juga di pasar lain nya.


Waktu terus bergulir, satu tahun terlewati tampa terasa, aku juga sudah memiliki kios panggung kecil.


Aku bersebelahan dengan dua penjual wanita cantik juga.


Mama Ira menjual daster dan pakaian dalam.


Mama Indah menjual sembako.


Sedangkan aku menjual rempah, dan bumbu dapur lainnya, juga gula pasir dan gula merah.


Aku bahkan membentuk arisan lima juta rupiah untuk modal.


Aku juga dengan. suami sudah membuat rumah panggung kecil, di pinggir laut tapi jalan poros. Ada tanah kami sewa per tahun.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2