Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 113. Komentar My Readers.


__ADS_3

Akupun mulai mengetik kata - kata yang semoga nak Imran, mau membalas nya tak kabur lagi seperti biasanya.


"Target menikah umur berapa nak 🥰"


Pertanyaan yang semoga tak membuatnya bad mood, semoga hari ini hatinya lagi di berikan mood yang baik.


Sebuah pesan masuk lagi, rasanya sangat senang. Kayak anak kecil di beri permen, dan di ajak naik odong - odong.


My Readers saling berpandangan dan berharap Amira tak akan nangis lagi, siapa suruh terlalu senang dan selalu All out, selalu lupa statusnya menjadi orang yang hanya di kasihani. Pribadi mandiri, mahal sungguh bisa menjadi bukan dirinya, jika berhubungan dengan Imram.


My Readers pun bersamaan tepok jidat dan menyimak kembali apa yang di ketik Imram.


Tapi My Readers mendadak kesal, menatap jengah Author yang datang lagi penyakit ceramah halu nya.


Author berkata.


"Maklum.My Readers, sejak Amira bercerita tentang kisah hidupnya, My Readers katanya sampai tak bisa tidur nyenyak menunggu kelanjutan kisah Amira.


Bahkan ada juga komentar My Readers menganggap cerita Amira jika ada lanjutannya lagi, seperti mendapatkan pacar yang jatuh dari langit.


Wkwkwkwkwkwk...My Readers yang satu ini, sungguh komennya bikin klepek klepek deeh Amira nya.


Bahkan ada lagi My Readers yang memberi koment, walau beribu tahun rela menunggu bab baru Amira.


Wkwkwkwkwk...bikin tambah klepek - klepek tuh Amira, padahal kita tahu khan umur manusia saja paling syukur Alhamdulillah kalau bisa sampai seratus tahun. Sungguh My Readers Amira adalah pujangga sejati.


Bahkan ada lagi My Readers yang sampai rela katanya gelar tikar demi menunggu kelanjutan ceritanya Amira. tapi tak kunjung juga. 🙈🙈 Waah...!!! beri semangat doong untuk My Readers setia ini. Pokoknya saluut deeh untuk semuanya.👍👍👍


Apalagi dukungan kesehatan dan support sangat banyak bahkan banyak juga kata - kata Cinta untuk cerita ini, bahkan ada My Readers yang memberikan kata cinta 3000 kali untuk cerita ini, bahkan ada lagi My Readers minta putus kalau ceritanya kelamaan, waaah....galak amat sih, tapi buat bapeer deeh 🥰🥰sungguh sangat membuat hati Author dan Amira pastinya bahagia sekali. Amin 🤲 🤲 untuk doanya.


Walau cerita Amira hanya cerita, tapi terasa hidup di hati My Readers kayak komentar My Readers juga yang lainnya juga.


Pokoknya Bab Ini, Author mau berterima kasih yang sebanyak - banyaknya deeh..,🥰🥰 untuk semua My Readers ,🥰🥰yang koment ataupun yang baca cerita ini. Semoga cerita ini Author berharap bisa menjadi sebuah buku karya novel yang laris manis..Amin 🤲🤲


Agar cerita tentang kisah hidup Amira, bisa lebih dan lebih banyak lagi yang membacanya. Amin 🤲🤲


Apalagi jika bisa dilirik produser waah pasti sangat senang deeh...🥰🥰"


My Readers bertambah kesal dan mengacak rambut mereka saking kesalnya, mendengar ceramah Author yang menyebalkan, sangat kesal dengan hayalan tingkat tinggi Author.


My Readers pun berkata dengan tegas.

__ADS_1


"Author...bangun dari mimpi,...!! kami hanya mau baca chat Imram, kenapa Author malah ceramah dan menghayal halu, jadi kesal nih.!"


Akhirnya Author sadar dan kembali pada alam nyatanya.


"Iya deeh...Maaf deeh...hayalan juga penting lho bisa buat kita bahagia walau halu sih."


Author langsung manyun sedangkan My Readers nya, hanya bisa geleng - geleng kepala.


Okey lanjut lagi ceritanya.


Author dan My Readers nya pun fokus kembali membaca chat yang akan di tulis Imram, berharap Amira tak kena semprot lagi oleh Imram.


"Nah sekarang My Readers lagi nih yang pada ceramah ghibah.


Author pun memijit dahinya yang mendadak pening.


My Readers pun mulai ghibah nih, dan berkata pada My Readers yang lain.


"Akhir - akhir ini Imram mulai galak dan bawel sama Amira yah, dan herannya lagi bukannya Amira sedih malah bahagia dan baper mengingat masa lalu Arul, yang selalu memarahinya dan bawel padanya. Sungguh dia sangat merindukan Arul yang bawel dan pemarah tapi cepat pula baiknya. Tak menghitung menit, Arul cepat sekali membaik jika sedang marah dengan. Amira."


Kata My Readers yang berwajah imut.


My Readers yang cantik lainnya pun ikut nimbrung dan berkata.


Langsung tuh kena semprot Imram."


My Readers yang lain pun yang berwajah manis, makin semangat nih ikut ghibah juga, dan berkata.


"Iya kalian benar..begini nih kata - kata Imram yang pasti sangat kesal, dan ilfeel berat membacanya."


Kata chat Imram.


"No Comment Tante...Susah jadi orang yang tak tahu marah, tak ada yang bela."


My Readers yang rambut ikal pun, ikut ghibah juga dan berkata.


"Tapi Imram memang mirip Arul sih yang kalau marah, detik ini marah, beberapa detik kemudian kasihan lagi sama Amira dan mengetik lagi kata - kata yang agak melunak, begini nih kata chat Imram.


Kata Chat Imram.


"Maksud saya, Tante tidak selamanya ada yang bela. jadi harus banyak sabar."

__ADS_1


"Nah tadi sedih khan Amira nya, tapi kemudian baca kelanjutan klarifikasi chat Imram kembali jadi baper lagi dia tuh, malah sangat semangat pamer dan manggil kita lagi. "


Kata Amira.


"My Readers....!!!! dia sungguh mirip Arul aku yah, kalian khan sudah hafal ceritaku tentang Arul ,jadi pastinya tahu khan jalan ceritanya, mereka sungguh sangat mirip....wkwkwkwk.."


Tertawa bahagia padahal air mata masih belum kering di pipi nya, habis di omeli Imram.


My Readers yang pada kumpul ghibah itupun, hanya bisa tepok jidat.


My Readers cowok pun ikut ghibah juga tuh, Author hanya bisa mengelus dada nya.


My Readers yang ganteng dan cool berkata.


"Apa kalian ingat ? Waktu Amira bandel lagi curhat masalah orang lain, kena semprot lagi tuh sama Imram.


Begini nih kata - kata Imram.


"Iya gampang sekali kita pusing sama masalah. Bukan masalah sendiri atau yang lain. Di pusingin semua. Hadeeh..!!"


"Tobat khan dapat kata - kata Hadeeh dari Imram. Pasti nangis Bombay tuh.


Tapi kenyataannya Amira malah bapeer lagi, Ingat Arul lagi yang sering memarahinya.


Jika selalu kepo dengan masalah orang lain."


My Readers yang lain pun, yang dari tadi hanya menjadi pendengar setia pun, hanya bisa tepok jidat nya bersamaan.


Lagi seru - serunya ghibah Author mulai murka nih.


"Naaah...!!! Tadi Aku yang di larang menghayal padahal nggak dapat dosa lho, tapi My Readers ku yang cantik dan tampan menawan ini, malah kalian cari dosa ghibah terus dari tadi...jadi kapan nih, kita bisa baca chat Imram kalau begini, malah kalian dari tadi .. pada seru ghibah terus..masalah orang...Hadeeh...juga untuk kalian semua...!"


Para My Readers pun tertawa cengengesan, sadar diri kalau mereka jauh lebih menyebalkan dari tingkah Author nya tadi.


"Iya deeh kami salah...okey lanjut baca chat Imram."


Kata My Readers dengan kompak nya.


Author hanya bisa tepok jidat, posisinya jadi Author, jadi terancam oleh My Readers yang mulai pintar menulis sendiri ceritanya.


Okey lanjut Isi dari balasan Chat Imram.

__ADS_1


Kata Author mulai kembali dari percakapan halu nya dengan My Readers nya.


Bersambung.


__ADS_2