Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 72. Arul, Aku Punya Motto Saat Ini Untukmu.


__ADS_3

Lanjut ke cerita Amira di masa SMP


Flashback Arul


Aku yang tomboy mulai agak berubah, karna aku selalu di puji dan mulai membuat pandangan pria begitu tertarik denganku. Dan disinilah aku yang bandel berubah menjadi sosok kalem, dan pendiam jika berada di sekolah, tapi bagi Arul aku tetap wanita yang rese, menyebalkan dan tak tahu malu.


Nenek ku sangat memanjakan aku, bahkan jika anjing melolong tengah malam, dia suka sekali berbicara horor dan menakuti ku, dan memelukku, yang membuatku tak tahan dengan bau badan nenekku, yang suka pakai minyak goreng buatan nya itu, mana aku pun sangat kesal, rambutku selalu jadi korban minyak buatannya. Jadilah kami sepasang minyak goreng yang bau wangi khas itu, yang siap di jual.


Nenek suka bercerita katanya jika anjing melolong, ada kaki yang sangat panjang menjuntai dari langit. yang sangat panjang dan ada juga raksasa, yang berjalan melangkahi semua rumah.


"Apabila kamu duduk di teras, dan dia singgah melihatmu. Wajahnya itu memenuhi teras rumah. "


Nenek selalu memeluk ku erat, dia pikirnya aku sudah ketakutan.


"Tapi sayangnya ini Amira nenek, wanita pemberani, lihat langsung saja, aku pasti akan mengajaknya berteman. wkwkkwk berapa sombongnya diriku, yang mungkin saja lari terbirit atau jatuh pingsan."


Akupun tertawa dalam hati.


Akupun mau belajar naik motor tak ada yang mau mengajariku. Aku mulai memperhatikan cara orang dari awal menyalakan motornya. dan karna Amira ini orang bandel, dari sononya. Tampa sepengetahuan nenek dan tanteku yang juga tinggal dengan nenekku.

__ADS_1


Aku pun mencuri motor dan mendorongnya ke lorong sepi, dan belajar naik motor dan tentu saja, aku pun jatuh bangun, bahkan motorku mendaki pohon kelapa, sungguh tak masuk akal khan, apalagi masuk parit, sudah puluhan kali. untungnya tak ada air. Sungguh aku berjuang terus dengan gigih tampa menyerah. dan korbannya adalah betisku dan pahaku penuh lebam biru.


Nenekku sempat melihat betisku biru, dan lebam dan selalu horor di pikirannya.


Katanya itu cubitan Parakang yakni sejenis makhluk gaib, yang hanya kepala dan ususnya menjuntai tampa badan, yang terbang di malam hari mencari mangsa.


Nenekku cocok menjadi sutradara film horor, dia sangat suka bercerita horor, sepertinya Ibuku dan Nenekku sudah bekerjasama membuatku menjadi gadis yang penakut, agar aku yang bandel dan tomboy, berubah menjadi sosok putri keraton yang anggun dan berhati lembut dan tidak bandel.


Hanya tiga bulan aku tak mau lagi tinggal di sana. Akupun ke sekolah memakai mobil angkutan umum, bahkan aku tak mau menjenguk nenekku, padahal tak jauh dari sekolahku, aku bosan mendengar rengekannya yang tak mau pisah denganku, dan nyaman menjadikan ku gulingnya.


Dan memaksaku tinggal dengannya dan akan memberikan aku warisan tanahnya, dan menjadikan aku anak bungsunya.


Semua di lakukan tanteku, aku sangat salut padanya, dia dan dua anak gadisnya sangat rajin membersihkan rumah, dan mengurus makanan, tapi melarangku bekerja. Mereka sungguh sangat baik hati dan memanjakan ku."


Arul sangat senang dengan kepergianku selama tiga bulan di hidupnya..Katanya dia bertambah gemuk, padahal aku melihat tubuhnya sama sekali tak ada berubahnya..Katanya lagi hidupnya sangat bahagia, tentram dan damai, dan selalu mendoakan aku betah tinggal selamanya di rumah nenek. Akupun berkata pada Arul.


"Arul aku punya motto saat ini untukmu, mau tahu tidak...!!"


Arul menatapku jengah, dan akupun mencubit bibir merahnya, dan melecehkan wajahnya, aku unyel - unyel serta hidung mancungnya aku pencet, sampai dia kesulitan bernafas, dan menepis tanganku kasar.

__ADS_1


Akupun mulai menganggu nya lagi, seperti biasa, dan berkata kembali.


"Motto ku saat ini aku akan selalu mendampingi mu, menyayangi mu dan menjadi parasit seumur hidup mu, semoga Allah mengabulkan. !!"


Arul pun langsung depresi dan mengetuk meja, dan berdoa depresi mengarahkan kedua telapak tangannya yang terbuka, dan mulai berdoa.


"Ya Allah amit - amit Ya Allah, jangan kabulkan doanya Ya Allah, Karna dia wanita tak ada etika, tak tahu malu dan mesum, dia sungguh wanita yang berdosa Ya Allah, lindungilah diriku yang baik dan suci ini, jadi jangan kabulkan ya Allah. Amin 🤲"


Akupun seperti biasa langsung duel dengannya, aku merangkul lehernya, dan menjepitnya dalam pelukanku, diapun berusaha melepaskan pelukanku, dan merangkul leherku juga,


dan menjepit ku juga dalam pelukannya.


Ibunya yang sementara lewat sangat senang melihatku datang, tidak terganggu melihat kami lagi duel seperti biasanya.


"Amira kamu sudah pulang nak..!!"


Karna fokus dengan Arul saling ganti posisi memeluk, aku cuma berkata tampa melihatnya.


"Iya Tante....!!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2