Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 25. Maafkan Ibu Nak Imram.


__ADS_3

Aku sedih tak bisa menemani dia lama agar bisa mendengar curhatannya tentang wanita yang di sukainya, atau apapun hobi dan tujuan hidupnya, mencari solusi masalah kami dengan ceria dan smart dan saling mendukung satu sama lain.


Aku benar - benar kehilangan kriteria sahabat sejati dan Imram dan aku memiliki jiwa sebaik dan setulus sahabat sejati, yang jarang orang memilikinya. Walau umur kami begitu jauh jaraknya tapi sebagai sahabat kami sangatlah cocok dan kompak.


*****


Keesokan harinya aku membaca statusnya yang selalu rajin aku buka dan baca. Saat itu aku sedang di pinggir laut untuk mengobati kesedihan kehilangannya untuk kesekian kalinya.


Anak baik ku itu, Panggilan kesayanganku untuknya. Membuat status resah dengan layar datar merah.


Aku sangat sedih karna feeling ku memang benar, kalau dia sangat terganggu dan ilfil denganku, tak ada rasa kasian lagi padaku, apalagi empati padaku, Anak baik ku itu sudah berubah menjadi anak yang sangat tega, sangat muak dan membenciku.


Gulir air mata pun tak terasa mengalir di kedua pipiku, aku mulai meratap sedih.


"Maafkan Ibu nak Imram, membuat mu resah, ibu terlalu bodoh terlanjur menyayangi kamu seperti sahabat.

__ADS_1


Aku hanya bisa menatap laut yang indah, walau kedua pipiku telah banjir air mata. Aku sedih bukan karna marah padanya, tapi mengetahui dia tidak bahagia, dan nyaman sangat membuatku sedih. Aku selalu mendoakan dia seperti anakku Aryan, agar selalu nyaman dan bahagia. Bukankah sangat menyedihkan jika melihatnya resah itu sungguh menyakiti hatiku.


Andai dia tahu, hanya maaf darinya yang bisa membuat aku tenang.


Aku bisa menyimpan kenangan Arul dengan baik walau kami tak pernah lagi bertemu, begitupun dengan Imram pasti aku bisa menyimpan juga kenangan nya dalam hatiku, Karna aku memiliki hati yang bersih dan sangat lapang dan luas untuk menyimpannya rapi dalam hatiku, tampa orang tahu kalau aku memiliki kenangan terbaik tentang mereka berdua.


Selalu mengingat mereka pada saat masih bersamaku, itu akan selalu membuat wajah ini tersenyum bahagia. Dan akan tetap setia sampai kapanpun kepada mereka walau mereka sudah melupakan ku, itu adalah hak mereka, dan hak ku yang sangat setia ini, tetap menyimpan kenangan mereka dalam diam dan senyap nya hatiku, yang akan selalu menjaga mereka tetap dalam kenangan indah di dalam hatiku yang terdalam.


Tak terasa aku sudah cukup lama di pantai dan akupun pulang.


*****


Aku pun singgah di bawah rindangnya pohon besar di pinggir jalan. Aku melihat ada chat WA masuk tertulis nama Imram. Hatiku berdebar kencang, aku menjadi takut membacanya, takut menyakiti hatiku yang belum sembuh karna kemarahannya.


Akupun memberanikan diri membuka chatnya, benar saja kata - katanya mengandung kesombongan lagi dan aroma tega yang menusuk seperti di awal chatnya kepadaku. Tak terasa air mataku pun, begitu derasnya keluar kembali. Akupun duduk di pinggir trotoar memakai masker dan kacamata dan menangis sepuasnya. Ada sedikit rasa lega di hatiku, karna dia mau lagi membalas chatku, yang memang aku harapkan.

__ADS_1


Aku mulai membaca ulang chat nya.


Maaf tante, saya merasa kurang nyaman, mengikuti kemauan orang lain, kalau bukan kemauanku sendiri.


Saya berteman sama Aryan, awalnya dari kemauan saya sendiri.


Jadi konsisten saja.


Kata - kata yang begitu angkuh dan menusuk jantung dan sukma, mengandung aroma kemarahan dan menjaga jarak seperti awal chat WA nya.


Aku pun berbicara dengan nya seolah dia ada di depan ku.


"Maafkan ibu nak, yang tidak tahu malu ini, ibu tak pernah memaksakan sesuatu yang membuatmu tidak nyaman nak, ini hanya kesalahpahaman yang Ibu sesali."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2