Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 12. Suamiku Adalah, Type Suami Setia


__ADS_3

Aku adalah wanita yang sangat bucin dan sangat manja pada Suamiku. Di balik sifatnya


yang cuek, Suami ku adalah bintang Aries. gampang marah walau hanya masalah sepele. Tidak suka memuji, lebih suka menghina.


Dia sangat senang jika dia membicarakan hal yang tidak baik tentangku, Walau dengan tertawa pun dia adalah pembully yang hebat. Memiliki kata - kata yang pedih dan menyakitkan adalah hobby nya, walau terlihat sangat sabar di hadapan orang lain.


Dia gampang teriak mengekspresikan hal yang membuat nya tidak nyaman, dan paling sering sekali berkelahi dengan benda mati. Dia merasa bebas meluapkan emosinya di sana, walau sangat menyebalkan mendengar teriakan nya, yang seperti suara raungan serigala, dan harimau.


Untunglah aku pribadi pemaaf dan gampang move on. Marah sesaat dan baik pun sesaat. Hanya perlu menangis semua masalah langsung hilang.


Tapi di balik kekurangannya dia juga punya sisi positif, yang membuat aku sangat nyaman dengannya.


Suamiku adalah type suami setia, tidak pencemburu, sangat percaya denganku, bersifat rumahan sangat rajin membantuku dalam mengurus anak, dan rumah, dan sahabat sejati, dia sangat senang mendengar semua keluh kesah ku, dan memberiku saran, itupun jika aku minta, dia tidak suka jajan dan pegang uang.


Dia suka merengek dan bermanja denganku walau hanya meminta pembeli bensin,. Dan dia pun pelawak sempurna, apapun gurauannya sangat lucu dia ahli mengarang cerita lucu, walau hanya karangan bohong, dia sengaja rekayasa agar aku tertawa.


Pulang kerja dia pun mandi dan berganti pakaian. Diapun datang dan duduk di sebelahku. Dia mulai bercerita lucu.


"Mama....kalau di kantor, temanku selalu puji aku sangat ganteng, jadi aku bilang. Biar kamu tidak bilang, aku memang sangat tampan, dan di kantor ini, belum ada yang menyaingi ketampanan ku. Saking tampannya aku sendiri saja tak bisa di melukiskannya dengan kata - kata, bahkan jika aku mau daftar menjadi artis, berebutan agensi perebutkan saya."

__ADS_1


Itulah sifatnya yang suka memuji diri, sekedar senang saja melihatku sewot, Karna dia pun sadar saat ini dia sungguh sangat tidak tampan, hanya mau melihatku kesal saja.


"Akupun bertanya, dan pura - pura oon


"Jadi apa yang dia bilang teman - teman kamu.?"


"Hahaha....Temanku langsung tinggalkan aku, stres memuji aku. Padahal aku tahu, dia memujiku karna mau pimjam uang."


Aku hanya menatap nya jengah.


Suamiku memang suka memuji dirinya, dia sangat senang melihatku, menatapnya jengah dan mencibirnya bahkan membalas kata - katanya dengan kejam, dia guru bahasa kasar ku dan aku hanyalah murid nya.


"Dulu memang sih kamu sangat tampan, tapi sekarang. Rambut sudah botak, kulit sudah hitam dan wajah sudah keriput, wajar teman kamu kabur, 25 persen saja ketampanan kamu, sudah hilang sisa 5 persen."


"Mama..seharusnya kamu bersyukur aku tidak tampan lagi, jika aku tampan, sangat banyak wanita yang mengejar ku, bahkan antri kayak kereta api."


Akupun memanyungkan bibirku. Aku pun memuji diriku, seperti biasanya. Dan Suamiku selalu cari cara agar aku sadar diri dengan umurku.


"Kalau aku...sih...masih cantik, dan banyak tergila - gila denganku, katanya mukaku baby face. cantik dan awet muda."

__ADS_1


Seperti biasa, diapun langsung sengaja tertawa dengan mimik muka merendahkan seperti biasanya, dan mulai menghina ku, seperti biasa.


"Mama...kamu harus sadar, kamu juga sudah jelek, keriput, sadar umur doong..!!!


Kalau laki - laki wajar, kawin lagi pun wajar."


Akupun mulai kesal seperti biasa, dan membalasnya dengan halus tapi penuh nada sindiran.


"Boleh sih, kamu kawin sama yang muda, tapi ingat satu juta saja uang belanja kamu kasih, istri muda kamu."


Dia pun akan selalu ada jawaban tak mau kalah dengan argumenku.


"Seharusnya Mama yang satu juta itu, untuk kamu saja, khan sudah tua, tidak perlu banyak uang, yang penting makan dan hidup."


Akupun menatapnya jengah.


"Kalau begitu, kamu saya larang kawin lagi."


"Naaaahhh....itu lebih bagus...Aku pasti akan menemani kamu, sampai tua."

__ADS_1


Akupun mencibir dan meminta tangannya, seperti biasa dia pun memasang expresi menderita, tapi tetap memberikan lengannya dan akupun seperti biasa menggigitnya sampai dia teriak. dan seperti biasa selesai menggigitnya akupun mengelus dua bekas taring ku yang sudah tertancap cantik di lengannya yang memerah.


Bersambung


__ADS_2