
Gara - gara Jasmine keparat itu, kami harus mengurung diri, seperti ayam dalam kungkungan kandang, hanya bisa selalu mengintip di jendala dan depresi jangan sampai petani jagung itu, mengenal kami, dan melaporkan kami pada orang tua kami.
Flashback Amira.
Akupun tak berhenti tertawa mengingat kenangan ku di masa kecilku bersama Arul, yang sangat lucu dan mengocok perut.
Aktivitas ku seharian di rumah. masak dan mencuci, tapi selalu tertawa jika mengingat kenangan lucu itu kembali.
Akupun kembali bersedih mengingat Arul, aku sungguh sangat merindukannya.
"Trima kasih Arul sahabatku tersayang, telah hadir di dalam sosok Imram dan Ardi. Aku pikir tak ada pria sebaik dan setulus dirinya di dunia ini, ternyata Yang Maha Kuasa telah mengabulkan doa ku, membawakan Arul ke dalam hidupku lagi,
Mendapatkan perhatian yang benar - benar tulus, suci dan murni tampa pamrih. ke dalam jiwa dan raga kedua anak baik ini, yakni Imram dan Ardi. walau saat ini Imram jaga jarak denganku, tapi mengenalnya aku sungguh sangat bahagia pernah di perhatikan oleh orang sebaik. setulus, dan sebucin seperti sifat sahabatku Arul di kehidupanku lagi, dan merasakan sahabat kecilku hadir kembali di sampingku, walau hanya sebentar,
Tapi aku yakin suatu hari nanti, Imram akan faham dan mau menjalin silahturahmi kembali denganku.
Tampa noda ketidakpercayaan lagi kepadaku. Ada pepatah jika tak salah bagaimana mau benar. Semoga dengan belajar dari kesalahan ini, aku bisa hidup lebih baik lagi .dan memperbaiki hubungan ku dengan nya suatu hari nanti. Amin 🤲
Trima kasih Ya Allah menghadirkan malaikat baikmu kembali, Nak Ardi yang juga sangat sayang dan tulus kepadaku, bahkan membuatku sangat terharu, dia mengatakan jangan sedih lagi yah Bu , Ardi mau kok jadi anak dan sahabat Ibu, yang penting jangan sedih lagi yah Bu.
Anak itu memperlakukan aku seperti adik yang begitu dia sayangi, seperti Arul sangat menyayangiku.
Anak ini hampir tiap hari menanyakan kabarku, dan kesehatanku dan kegiatanku, dia sangat sopan dan lembut dan penuh kasih sayang menyapaku seperti seorang adik kecil yang ingin dia lindungi. Anak ini tak menganggap aku seorang nenek tua, begitupun Imran.
Dan aku sangat senang karna mereka masih mau berteman dengan anakku Aryan, yang sungguh sangat beruntung seperti diriku yang dulu memiliki Ayahku dan Arul.
Semoga hubungan baik anakku Aryan dengan Imram dan Ardi, selalu langgeng, bahagia dan selalu solid. Dan menjadi anak - anak yang Sholeh, selalu sehat dan bahagia dan sukses dan selamat di dunia, dan akhirat dan selalu keberuntungan menyertai hidup mereka.
Cukup aku yang menampung semua kesedihan itu, yang penting anakku Aryan, Fatih, Imram dan Ardi selalu beruntung dalam hidup mereka dan dikelilingi oleh semua orang baik, dan di jauhkan dari semua orang jahat dan hanya selalu kenyamanan dan kebahagiaan dalam hidup mereka Amin Yaa Rabb Alamin. Semoga Yang Maha Kuasa mengabulkannya.
__ADS_1
Amin 🤲
Saat ini aku juga punya anak baik yang sensitif bernama Andika , yang terlalu tegas kepadaku dan condong fokus pada masalahnya saja. Jika memang takdir juga akan mengikat kami, suatu hari nanti kamipun bisa saling memahami.
Karna dia anak baik hanya berwatak keras kepala, dan tak mau mendengar nasehat apalagi diomeli, harga dirinya begitu tinggi daripada mengingat kebaikan orang lain.
Cepat sekali berpikir negatif dan selalu berpikir bantuan itu harus di kembalikan, bukannya di hargai. Dia memiliki sifat yang sama dengan adikku Surya, mereka berbintang LEO.
Bagi Amira harta dan uang itu urutan kesekian kalinya,, yang terpenting hargailah orang yang mau menangis bersamamu. mengobati lukamu, dan mau menasehati mu bahkan kesal padamu, Karna waktu di titik terendah dalam hidupmu, dia sanggup berada di sampingmu, bahkan menangis bersamamu, jadi kapanpun di saat tersulit mu yang akan datang kembali di dalam hidupmu, bahunya akan selalu lebar untuk menutup air mata dan kesedihanmu.
Inilah yang belum di fahami anakku Andika. Dia selalu membahas tentang membalas jasa - jasa ku. Dan menyalahkan aku terlalu memikirkan yang membuatku sedih, bahkan kecewa dan menghakimiku.
Padahal jika seseorang membantumu dengan ikhlas gantilah dengan menghargainya, menyayanginya dan menyembunyikan air matamu, kepadanya jika dia tak sengaja salah faham denganmu.
Seperti saat ini kesedihanku kehilangan anak baikku Imram.
Apakah Andika tak berpikir kalau akupun sangat khawatir padanya, dan selalu bisa melihat air matanya dan selalu ada di sampingnya dan membantu melewati titik terendah dalam hidupnya. Bahkan melebihi perhatianku pada anakku sendiri, Karna Andika lebih membutuhkan bahu ku, untuk bersandar melewati titik terendah dalam hidupnya.
Apa salahnya jika aku terkadang rapuh dan dia dewasa, Mengapa terkadang harus memberi kata yang seolah aku sangat lah lemah, dan mengecewakan.
Ku Akui dia juga kadang memberi support.
Tapi wanita itu penciumannya SGT tajam, dan egois nya lebih tinggi dari pria.
Satu saja argumen yang menyakitinya, walau seratus support menutupinya, dia akan selalu sedih mengingat argument yang menyakiti hatinya, bahkan berapa kali menjelaskan tapi karna memang nak Andika egois, dan hanya memikirkan masalahnya saja, tampa dia berpikir Amira juga butuh bahunya bersandar melewati kesedihannya.
Dimana letak tak adilnya. Amira bisa menghargai orang yang menolongnya, walau sudah membencinya, apalagi orang yang menyayanginya, pasti Amira akan lebih menyayangi beribu kali lipat.
Tapi apa salah jika dia juga butuh bahu untuk bersandar, untuk menumpahkan kesedihannya. Bukannya di ragukan kesetiannya dan kasih sayangnya.
__ADS_1
Semoga waktu bisa memberi dia pelajaran, kalau semua orang memiliki cobaan sesuai porsinya masing - masing.
Ibarat seseorang memikul beras 50 kg sama beratnya orang memikul pasir 50 kg. Walau beda isinya tapi sama beratnya.
Begitupun masalah yang dia hadapi saat ini, baginya sangat berat begitu juga dengan orang lain menghadapi masalahnya juga pasti akan sangat berat dan sedih bahkan kewalahan juga menghadapinya.
Memang yang Maha Kuasa tak akan menguji hambanya sesuai batas kemampuannya, biar anak Sekolah Dasar tahu itu, tapi namanya manusia biasa, kita tak akan luput dari rasa sedih dan kecewa karna manusia itu adalah manusia lemah,dan rapuh yang selalu butuh penciptanya untuk menolongnya. Dan di sinilah kita dilatih jatuh bangun menghadapinya, dan saling membantu. Bukannya menyalahkannya.
Bahkan memberi argument yang lebih menyakitkan lagi, semoga Andika akan mengetahui suatu hari nanti.
Jika orang baik hati, akan sangat susah melupakan kebaikan orang lain, sesakit apapun luka yang orang itu berikan, dia tak akan memperdulikannya, Karna orang baik hanya mengingat kebaikan orang bukan kesalahannya. Apalagi orang yang selalu ada di sampingnya, di saat titik terendah dalam hidupnya. Sampai matipun orang baik tak akan bisa melupakan kebaikan orang itu, dan akan selalu mendoakan orang itu.
Tapi jika orang buta hati. Sama halnya kita membuang garam di lautan. Sebaik apapun kebaikan kita kepadanya, tapi kita membuat kesalahan sedikit saja kepada dirinya, dia akan tak segan membuang kita dalam hidupnya.
Orang buta hati itu memiliki sifat egois, angkuh dan harga diri yang tinggi dan pendendam.
Tapi jika orang baik dia itu memiliki sifat yang rendah hati, sabar, baik hati dan tidak bisa membenci, walau sesakit apapun kamu menyakitinya.
Apalagi orang itu adalah orang yang pernah menghapus air matanya, dan ada di sampingnya di saat titik terendah dalam hidupnya. Orang baik hati akan sangat sulit melupakan penolongnya, bahkan selalu mendoakan orang itu selalu sehat dan bahagia.
Semoga nak Andika jika memang berhati baik akan menyadari kesalahannya, dan jika memang dia tak baik, yang Maha kuasa sendiri yang akan memisahkannya dengan Amira. Karna orang baik hati, dan buta hati bagai air dan minyak, tak bisa menyatu dan sepaham.
Seperti saat ini yang Amira alami, dia hanya mengingat kebaikan Imram, walau banyaknya air mata yang dia tumpahkan, Karna kemarahannya.
Bahkan merendahkan harga dirinya untuk selalu mengirimkan WA permintaan maaf nya pada Imram, walau diapun mungkin sangat kesal, Amira sangat menganggu hidupnya, yang sudah tak ada lagi aku di dalamnya.
Dan juga memahami rasa kecewa Imram kepadanya yang membuat Amira sangat sedih dan banyak luka dan kepedihan, karna kehilangannya, jadi tak mungkin bisa membencinya, apalagi semudah itu melupakan orang sebaik nak Imram.
Bersambung.
__ADS_1