
Aku terus menyiksa wajah tampannya, Akupun bosan mengganggunya dan berhenti, giliran Arul lagi yang memeluk leherku, mengajakku duel tapi aku malas, dan pasrah saja dalam pelukan nya, dan diapun melepaskan pelukannya..Jarang sekali dia Bucin biasanya aku yang sering menerkamnya.
Arul pun berjalan keluar di susul olehku, wanita itu pun sudah tak ada, aku pun bertanya pada adik Arul.
"Wanita itu kemana ?"
"Sudah pulang, aku bilang kamu adalah tunangan Arul."
Aku pun tertawa disambut tawa Ani adik Arul, sedangkan Arul, hanya menatap ku jengah dan berjalan duduk ke sofa.
Akupun menyusulnya dan tidur di pangkuannya.
Arul pun mengangkat kepalaku, menyingkirkan secara paksa kepalaku dari pangkuannya. Aku terus memaksa, dipaksa bangun, dan aku kembali memaksa tidur kembali ke pangkuannya.
Arul pasrah dan mengucek rambutnya kasar, dan mengomel seperti biasanya.
"Mengapa Tokek betina ini selalu menganggu hidupku Aaaaaaahhhhh....!!"
Meremas wajahnya yang tampan, dan rambutnya, seperti biasa aku pura - pura bodoh, dan memasang expresi tak bersalah.
Setelah sedikit tenang, Arul pun seperti biasa menatapku jengah, akupun tersenyum, dan membuat manyun bibirku, seolah ingin menciumnya lagi.
Arul tersenyum licik dan langsung menutup mulutku memakai telapak tangannya, dan tangannya yang lain memencet hidungku, otomatis aku tak bisa nafas dong, aku berusaha melepaskan, Arul semakin menekannya dan akhirnya aku menyerah bangun, dan merubah posisi kepalaku dan kaki ku aku simpan lagi di atas pahanya, dan mengangkat dagunya memakai ujung kakiku.
Arul langsung menepis kakiku, dan kembali meratap.
"Ooohhh...tidaaakk...wajahku...sangat kamu rendahkan, pakai kaki lagi !!"
__ADS_1
Aku tertawa.
"Apa baru sadar kalau memang wajah, kamu itu sangat standar rendah ?"
"Enak saja, wajahku sangat langka, dan sangat tampan, jarang kamu temukan wajah setampan aku."
Jika sudah terlanjur menyombongkan diri, Arul sangat teramat sombong. lengkap dengan expresi mata dia bulatkan lebar, mulut di mayungkan, dagu di angkat dan gerakan tangan yang memutar. Sungguh pemandangan yang sangat menyebalkan.
Akupun bangun dan merangkul lehernya, menyimpan pipinya menempel di dadaku, Arul berusaha melepaskan diri, aku makin menjepitnya. Arul mengancam mau meremas dada ku sebelah nya, agar aku mau melepaskan, malah aku memajukannya. Seperti biasa dia tak meneruskannya, dan hanya bisa teriak.
"Ampuuuuuuunn...."
Jika sudah teriak ampun akupun bisa menjadikan dia budak ku, dan memintanya mengatakan apa saja sesuai keinginan aku.
"Bilang cepat kalau Amira kamu sangat cantik sekali seperti bidadari."
"Iya, Amira...kamu...sangat cantik seperti bidadari...huhuhu...."
Arul menangis bohongan dengan expresi wajah yang sangat menderita.
"Bilang kalau aku sangat merindukanmu, dan sangat tergila - gila denganku..dan cinta mati sama aku."
"Huhuhu...kenapa panjang sekali....*
Arul kembali meratap sedih, sangat tak ikhlas mengatakannya. Aku makin mempererat pelukanku, bahkan hidung dan wajah nya sudah menempel di dadaku, aku sungguh wanita yang putus semua urat malu jika bersamanya. Arul pun teriak.
"Amira aku sangat merindukanmu...tergila gila padamu, aku sangat mencintaimu...huhuhu...puas kamu, ratu buaya."
__ADS_1
"Iya sayangku aku sangat puas, ternyata kamu sangat mencintaiku. aku juga sangat mencintaimu, dan mau jadi pendamping hidupmu sampai kita menua."
"owaaaakkk....Owaaaaak...!!"
Seperti biasa Arul selalu mau muntah jika aku selalu narsis mau menjadi istrinya, atau kekasihnya. Akupun melepasnya dan Arul membersihkan wajahnya berulang kali, seolah sangat jijik wajahnya menempel di dadaku, dia sungguh tak mencintai ku, syukurlah aku juga tak mencintainya, aku hanya suka kesombongannya padaku, membuatku menjadi wanita yang sangat ambisi memilikinya, walau hanya canda Karna aku suka melihat expresi wajahnya yang sangat menderita.
Jika bersamanya aku adalah wanita yang kurang waras, dan tak tahu malu, tak punya etika sopan santun, bahkan lupa kodratku adalah seorang wanita, dan itu sangat menyenangkan bagiku, membuatku sangat happy dan bahagia di atas penderitaan Arul yang sangat tampan itu, walau kami berdua sangat serasi jika seseorang melihat kami, tapi sungguh Yang Maha Kuasa tak memberikan kami rasa cinta, kecuali rasa Kakak dan Adik serta rasa persahabatan saja.
Akupun tersenyum dan lapar lagi, setiap kerumah Arul aku selalu lapar, dan Arul berakhir menyuap ku lagi makan, dan Arul tak pernah jijik satu sendok denganku, walau ekspresi nya sangat tak ikhlas jika menyuapiku makan, tapi setelah menyuapiku makan, dengan sendok itu, wajahnya tak ada rasa jijik sedikitpun, memasukkan sendok itu lagi di mulutnya.
Bahkan Akupun jika aku minta kue Arul, dan dia tak mau, dan langsung masukkan semua kue itu di mulutnya, dan aku menginginkannya, Tampa jijik aku jepit kedua pipinya dan menarik kue didalam mulutnya, dan memakannya, walau sudah bercampur dengan liurnya, bahkan jika Arul, tak mau menyuapiku, dan sengaja meludahi makanan itu, dengan sedikit serpihan liurnya, aku tetap mau memakannya, bahkan Arul pun juga makan dengan lahap bersamaku, walau setiap menyuapiku dia selalu mencibir dan menatapku jengah bahkan kasar menyuapiku. Arul tetap menyuapiku makan, dari kecil sampai dewasa Arul ku tak pernah berubah.
Makanya aku adalah wanita yang kurang waras jika bersamanya, di balik kesombongan nya padaku, dia sangat sayang padaku, dan peduli bagiku jika aku bercerita sedih, Arul tak pernah menyalahkan ku, bahkan membelaku, seolah Arul saja yang boleh jahat padaku, jika orang lain dia sangat tak ikhlas. Walau dia menolak dia selalu menurutiku, walau aku selalu licik padanya, aku tahu dia ikhlas melakukannya, hanya dia pun suka bertengkar denganku, wajah luar nya yang tak ikhlas tapi dalam hati dia sangat happy, dan selalu merindukan pertengkaran itu, Karna jika aku tenang Arul lagi yang menerkam, dan memelukku, agar aku melawannya juga.
Setelah kenyang, kami pun minum satu gelas berdua dan untuk minum pun, Aku tetap manja menyuruh Arul menuangkan air di gelas kedalam mulutku. Kadang dia iseng dan sengaja menuangkan kencang, dan membuat air masuk ke hidungku, membuatku aku terbatuk, expresi wajah nya yang sangat bersalah selalu terlihat jika aku menderita.
Arul akan segera melap wajahku, dan memencet hidungku, menyuruh aku mengeluarkannya, menjepit hidungku, akupun
disuruhnya mendengus mengeluarkannya, dan jiwa Abang nya muncul, tak jijik melap sisa air dalam hidungku, di bajunya dan memencet lagi hidungku, dan menepuk bahuku lembut.
Setelah itu aku merengek lagi minta minum, wajah nya yang penuh kasih sayang, menuangkan air itu di mulutku, dengan tatapan wajah sendu, sangat bersalah menyakitiku, itulah Arul ku, Abang dan sahabat terbaik yang pernah yang Maha Kuasa hadirkan dalam hidupku.
Jika seseorang masih bersama kita, kadang kita khilaf dan tak menghargai mereka yang begitu sayang kita, tapi jika dia sudah pergi, dan kita mencari di jutaan orang pun, orang seperti mereka, kalian tak akan pernah menemukannya lagi, walau kamu menangis darah sekalipun, Cinta dan Sayang memiliki nilai yang sangat jauh perbedaannya.
Jika cinta, dia akan mengatur hidupmu, dan sering membuatmu menangis tapi jika sayang, Apapun yang membuatmu happy dan nyaman dia akan selalu sabar mendampingi mu, dan tak pernah bosan denganmu, cintanya tulus, suci dan murni, begitulah kasih sayang orang tua kita, dan jika kita mendapatkan juga pada orang lain, sungguh dia adalah sahabat sejati mu.
Bersambung
__ADS_1