Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 71. Keputusan Sepihak.


__ADS_3

Wajahku mulai terbentuk menjadi wajah yang menarik cantik, imut dan manis. Postur tubuh tinggi dan ramping menunjang penampilanku, dan rambutku pun sudah hitam dan panjang sebatas bahu, serta kulitku yang putih bersih.


itulah kiasan wajah dan postur tubuhku. Bahkan kata teman wanita ku di sekolah jangankan pria, wanita pun jatuh cinta melihat wajah cantik aku, yang kata mereka tak pernah bosan memandang wajahku yang manis, yang makin di pandang makin manis dan tak membosankan. Jadi baper deeh, di puji mereka.


Itulah ungkapan mereka, tapi bagi Arul aku selalu menjadi wanita jelek dan buruk rupa, dan sangat murah, bahkan lebih murah dari baju cakar.


Walau aku menyuruh nya memandang wajah ku lebih detail lagi, bukannya di puji malah tambah menghinaku, bahkan sudah memberi expresi mual mau muntah, kalau aku paksa dengan mencengkram kedua sisi wajahnya agar menatapku lebih lama dan menganalisanya, dengan baik wajahku dan segera memujiku.


Tapi apa yang aku dapatkan kami selalu berakhir dengan adu duel kembali.


Bahkan Arul berkata, jika aku melamarnya menjadi Suamiku kelak di masa depan, di depan orang tuanya.


Arul berkata.


"Ibarat hanya ada satu wanita di dunia ini dan itu kamu, lebih baik aku tak menikah. Aku tak mau dan tak sudi menjadi suamimu, dan aku selalu berdoa agar kamu pergi dari hidupku, agar aku hidup nyaman dan bahagia. Ooh tuhan indahnya hidup tampa manusia parasit ini di sampingku, yang merasa cantik tapi sangat buruk rupa."


Maka berakhirlah kami dengan adu skill duel kembali, dan akupun memeluk dan mencium wajahnya.


Flashback Amira


"Aku tahu itu hanya candanya, karna dia sangat hobby membuatku marah, begitupun dengan aku kepadanya. Tapi ucapan itu telah di kabulkan yang maha kuasa.


Sungguh pria yang sangat mahal dan sombong, aku sungguh sudah kehilanganmu, tapi aku sungguh menyayangi mu."


Akupun sedih dan menangis mengingat Arul, sudah tujuh belas tahun berlalu, aku sungguh sangat kehilangannya. Benar kata orang ucapan adalah doa dan aku sungguh kehilangannya, di saat aku menemukannya dalam diri Imram diapun telah meninggalkan aku, sungguh aku sangat tak beruntung


Kehilangan sahabat seperti mereka yang berhati baik, tulus, dan sangat peduli walau mereka pria terhormat, yang sangat mahal dan tak ternilai dengan kata kiasan, walau disandingkan dengan kiasan yang paling terindah pun, yang ada di muka bumi ini, mereka sungguh tak tertandingi

__ADS_1


Jiwa mahal mereka yang baik hati, rasa peduli yang tinggi, sifat yang terhormat, dan sangat setia juga humoris, walau sangat bawel, tapi sungguh mereka sosok penyayang."


Yang Maha kuasa sangat baik padaku, di saat aku terpuruk dan sangat merindukan Arul bahkan Ayahku, dia membawa sahabatku kembali di dalam tubuh seorang anak belia bernama Imram, yang hanya singgah sebentar memberiku pembelajaran, jika aku sungguh bersalah pada sahabatku Arul dan Ayah.


Yang Maha Kuasa mau melepaskan aku, dari dosa besar dan kesalahan terbesarku, dan dengan kehadiran Imram yang meninggalkan ku dengan kesalah fahaman, bahkan rasa depresi ku yang semakin membuat Imram makin menjauhiku, semoga bisa menghapus rasa bersalah dan dosa ku, kepada sahabat yang sangat tulus seperti Arul bahkan Ayahku.


Ayahku meninggal karna keputusan sepihak ku, meninggalkan nya, tampa kabar, di saat dia begitu khawatir apakah aku makan, ?apakah aku sehat ,? apakah aku masih hidup, ? dan aku dimana ? Karna kemarahan semua keluarga membuatku pergi membuang diriku, membuat Ayahku sakit dan akhirnya meninggal.


Padahal apa salahnya mereka marah, seharusnya aku lebih sabar lagi, seperti pada Arul juga.


Dan di saat keputusan sepihak aku ingin lakukan kembali. Mau meninggalkan semua keluarga besarku lagi, yang awalnya menyayangiku tapi mengapa semua membenciku, hanya karna selalu salah faham denganku.


Tapi Yang Maha Kuasa terlalu menyayangiku membawa Imram dalam hidupku di saat titik terendah dalam hidupku, menumbuhkan rasa sayang seperti pada Ayah dan Arul dan percaya jika ada juga manusia yang memiliki hati yang baik, tulus dan peduli seperti Arul dan Ayahku,


Yang Maha Kuasa memberiku pembelajaran yang sangat berharga dan Imram meninggalkanku dengan kesalah fahaman nya yang sepihak, dan sungguh memberi pembelajaran bahwa keputusan sepihak yang aku lakukan di masa lalu pada Arul, dan Ayahku ternyata begitu menyakitkan.


Seharusnya walau badai sebesar apapun kita tak boleh meninggalkan seseorang yang hanya punya kesalahan sedikit saja, tapi membuat luka yang ternyata begitu besar kepada orang yang menyayangi kita."


Dan inilah yang aku sadari dan akan berusaha untuk hidup lebih baik lagi, dan Mendoakan Imram selalu sehat, nyaman dan bahagia dan sukses dalam hidupnya dan juga menyadari jika sahabatnya ini, tak ada niat buruk sedikitpun padanya.


Hanya satu kesalahan Amira terlalu tulus menyayanginya, percaya jika ada orang sebaik Arul dan Ayahnya dan sangat terbantu atas pertolongannya, akhirnya menjadikan Amira sulit melepaskannya, apalagi melupakan anak baiknya itu.


Dan menyakiti hati Imram adalah kesedihan yang luar biasa bagi Amira, walau hanya salah faham. Andai Imram tahu penyesalan Amira menyakitinya lebih menyakitkan dari sakit yang di rasakan Imram.


Walau ini hanyalah kesalahfahaman, yang memisahkan dua sahabat yang berbeda jauh usianya, tapi mereka pernah saling mempercayai, jika memang mereka saling akur, dan saling mendukung satu sama lain dalam semua hal, saling memahami satu sama lain bahkan saling peduli satu sama lain, bahkan saling mempercayai kalau mereka adalah orang yang sangat baik, walau kini menjadi kenangan yang indah saja.


Bukankah orang spesial juga, yang akan mendapat sahabat orang yang spesial juga, tapi di kisah ini, sungguh Amira tak beruntung, yang membuatnya bersedih yang berkepanjangan.

__ADS_1


Semoga Yang Maha Kuasa selalu menolongnya untuk terlepas dari kesedihan dan luka yang semakin besar yang dia rasakan.


Kehilangan kepercayaan keluarga dan kini kehilangan juga kepercayaan sahabat sejatinya. Bukankah luka ini sangat menyakitkan.


Hanyalah Yang Maha Kuasa saat ini yang bisa menolongnya. Semoga selalu dalam pertolongan Nya dan Belaian Kasih sayang Yang Maha Pemurah, lagi Maha Pengampun.


serta Maha Penyayang. Amin Yaa Rabbal Alamin. 🤲🤲🤲


Berharap suatu hari nanti semua kesalahfahaman yang selalu membayangi kehidupan Amira, yang sebenarnya sangat baik hati ini, segera tergantikan dengan semua kepercayaan semua orang yang di sayangnya.


Bahwa Amira sangat lah baik, hanya mereka yang di sayangnya, hanya salah faham saja, dan berharap semua akan percaya kalau Amira adalah orang yang berhati bersih, dan tak memiliki niat buruk sedikitpun.


Dan semoga semuanya, akan indah pada waktunya. Amin Yaa Rabbal Alamin 🤲🤲


Semoga niat baik akan berakhir dengan kebaikan pula, dan itulah yang menjadi prinsip hidup Amira yang penuh kesedihan ini. Saat ini dia berjuang melawan badai kesedihan di dalam hidupnya, dan percaya, badai tak selamanya badai. Ibarat pasang surutnya air di laut. Ibarat kaki kanan dan kaki kiri. dan ibarat siang dan malam.


Amira pun kembali menangis sedih, terkadang mengikhlaskan orang yang kita sayangi, dan sangat berjasa di dalam hidup kita, sungguh sangatlah sulit. Sangat gampang pengucapannya, tapi sungguh sangat sulit hanya untuk kata ikhlas itu.


Belasan tahun aku mencoba mengikhlaskan Ayah dan Arul tapi sungguh aku tak bisa, yang Maha Kuasa membawa seorang anak di titik terendah ku, dan meninggalkan ku dengan kesalahfahaman nya, seharusnya aku menyadari jika mereka hanya hadir sesaat dan akan meninggalkan ku, dan aku harus mengikhlaskan mereka, cukup mendoakan mereka saja. Amin 🤲


Semakin aku mencoba mempertahankannya hanya semakin dia menyakiti ku, seharusnya aku harus belajar ikhlas, agar aku tidak selalu bersedih.


Ya Allah bantulah aku agar bisa mengikhlaskan sesuatu yang memang hanya datang sesaat untukku, dan berilah Ya Allah pengganti yang terbaik di dalam hidupku.


Seharusnya aku harus selalu bahagia, dan mendoakan mereka agar selalu dalam perlindungan mu Ya Allah, dan Mengikhlaskan mereka agar air mata ini, tidak terus berulang, membuatku selalu merasa bersalah, dan menghancurkan diri sendiri. Dan percaya selalu akan ada pengganti yang terbaik. Amin 🤲 "


Amira kembali mengingat kebersamaannya dengan Nenek dan Arul serta Ayahnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2