
Cukup sedih meninggalkan. Tim Solidku di daerah gunung Peyi. yang sudah seperti saudara kandung bagi aku dan adikku Surya. Tapi kami sudah punya rumah di sana, kapan ada Mitra baru lagi yang mau bergabung kami bisa melanjutkan lagi pengurusan yang tertunda.
Kami tetap mendapatkan restu dari masyarakat dan Tim Solidku, Karna jika ada yang mengurus ijin di sana, pasti kami akan tahu dan mereka tidak akan berani melangkahi kami jika tidak memberitahu kami, Karna Tim kami juga adalah Tim kuat yang tak sembarang orang bisa goyangkan kami, kecuali Yang Maha Kuasa yang telah berkehendak lain apapun bisa terjadi, kami hanya menjalani takdir saja.
Aku sebenarnya mau pulang, tapi adikku Surya masih membutuhkan aku, walau aku lebih sering tak sepaham, tapi Amira seorang penyayang adik, sesakit apapun luka yang di berikan adik nya, yang selalu salah faham, hati Amira begitu pemaaf dan penyayang, pasti akan selalu memahami.
Perjuangan baru ditempat baru, untunglah kami di pertemukan dengan orang baik pula di sana, memiliki hati yang bersih dan tulus. Seolah kedatangan kami di sini, sudah di atur sedemikian rupa oleh yang Maha Kuasa kami sisa menjalani takdir saja.
Perkenalan Tim Solidku Di gunung Wiyim.
Disana ada Pak Udi, Pak Slamet, pak Idri pak Madi, Pak sasir , Pak Ical, Pak Yasir, Pak Adi dan Pak Ayus. Mereka semua Tim Solid Ibu Amira di daerah baru itu dan memiliki jiwa dan ketulusan dan sebaik Tim ku di Daerah Gunung Peyi. Dan Saat Ini saya ada di daerah gunung Weyim. Lokasi yang sudah memiliki surat ijin.
Mereka adalah Tokoh masyarakat yang juga sangat di segani di daerah tersebut.
Sangat banyak cerita suka dan duka selama mengolah di sana.
Amira sangat pandai berkomunikasi, Dia mendatangi semua tokoh masyarakat di tiga desa. Memperkenalkan diri sebagai Manajer di wilayah yang baru keluar ijinnya.
Masyarakat di sini lebih terbuka tentang tambang, dan sangat mendukung lapangan kerja. Tapi begitulah usaha tak ada awal yang mulus, pasti selalu banyak masalah.
Setelah melakukan pendekatan di masyarakat selama tiga bulan, salah satu pemilik IUP masukkan Mitra yang tak sepaham dengan Ibu Amira dan adiknya Surya.
Ada cerita mistis yang mewarnai perjalanan Ibu Amira di daerah baru itu.
Masyarakat tak bisa mempercayai kalau Ibu Amira, bisa melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki, ke daerah lokasi yang mau diolah dengan jarak jauh dari kampung kesana sekitar 38 kilo berjalan kaki menyusuri sungai dan keluar masuk hutan, membayangkannya pasti mudah ciut.
Tapi ini adalah Ibu Amira, wanita tangguh dia selalu memikirkan resiko paling di belakang. Di prinsipnya di coba dulu, kalau tak bisa mundur.
Dia sosok pantang menyerah sebelum berjuang. Walau dia wanita manja dan bucin di keluarganya, tapi jika di dalam pekerjaan dia adalah Singa betina yang kuat dan bisa di andalkan.
Sangat susah bagi seseorang untuk menggoyangkan nyalinya.
Ibu Amira sebelum masuk mitra nya.
Amira meminta perwakilan tiga desa untuk dampingi naik ke gunung, yang tentunya yang kuat fisiknya.
__ADS_1
Dari Desa A, mereka memberi perwakilan satu orang Pak Nanda, seorang duda. Tapi sering naik ke lokasi mencari kayu.
Di desa B, memberikan perwakilan Pak Mail, Seorang Bapak yang sudah berumur, tapi dia banyak berteman dengan makhluk gaib di atas gunung, yang kami mau olah, dan sering naik cari kayu. Dia punya fisik yang begitu kuat.
Dan di desa C mereka memberikan perwakilan Pak yusran, seorang kepala dusun, yang juga biasa naik ke gunung mencari kayu.
Terkumpullah beberapa orang juga yang lain yang menemani. Terkumpullah 11 orang terhitung Amira dan adiknya dan sembilan warga.
Dan ada juga paranormal dari desa D. dia sangat berperan penting dalam tim kami, Karna dia adalah anak angkat dari ketua adat Bapak Tapor Tuan tanah, yang menjaga tanah
lokasi diatas gunung Weyim.
Leluhurnya sudah ribuan tahun menetap di atas Hutan alam bebas, dari generasi ke generasi.
Menurut cerita nenek moyang mereka. Ada harta guru besar wali Allah yang harus di jaga oleh mereka, dan tugas itu akan selesai jika ada Pewarisnya dari keturunan Wali Allah SWT, yang terpilih yang akan datang dari suku Bugis turunan sebelahnya. Dan dari turunan Wali sendiri yang dari Arab Saudi.
Amira sewaktu pulang ke Kotanya, dia sempat bertanya pada pamannya .tentang silsilah tiga buyutnya. bersaudara kandung yang kyai dari Arab Saudi yang masuk ke Sulawesi menyebarkan agama Islam ribuan tahun yang lalu.
Kata Pamannya Ketiga buyut kami, berpencar ke tiga propensi. Dan salah satunya menyebarkan agama Islam di daerah yang ingin diolah Amira ini.
Dan dia telah masuk di tubuh mama Reva, seorang ibu di dekat kota ini, dan memperkenalkan diri sebagai buyutku, pemilik harta di Gunung Peyi dan gunung Weyim dan sayalah cucunya yang terpilih mengolah hartanya.
Semua hal - hal gaib, Amira kaitkan satu - satu. pertemuannya dengan Ular kuning, bahkan sudah merasuki tubuh Ibu Winda dan memperkenalkan diri sebagai Ular Kuning penjaga gunung Peyi.
Dan Para normal di desa D, mengajak nya lagi bertemu dengan penunggu lembah biru Gunung Weyim yakni ular biru, penjaga gunung Weyim yang juga mau ketemu denganku.
Tapi Buyutku melarang ku bertemu, Karna mereka jangan sampai memperdaya ku, Karna saat ini apa yang aku jalani adalah takdir untuk kesejahteraan umat. Dan jalan untukku mewujudkan niatku dari kecil menjadi orang kaya yang dermawan.
Jadi buyutku menyuruhku hati - hati, Karna pilihan Syurga dan neraka adalah pilihan dari ku sendiri. Jadi aku harus selalu mengikuti kata hatiku, Karna hatiku kata buyutku sangat bersih jadi bisa menuntunku ke jalan yang benar.
Dan kata hatiku adalah menjauhi mereka. Dan tentunya akan banyak drama peperangan yang akan terjadi jika menentang mereka.
Aku terharu mendengar kata - kata Buyutku yang masuk di raga seorang ibu seusia ku.
Aku bertanya.
__ADS_1
"Buyut mengapa memilihku jadi pewaris mu."
Buyut menjawab.
"Karna kamu orang yang selamat, hatimu bersih dan kamu baik hati. Niat baik mu akan terwujud tergantung kesabaran mu dan kuat nya tekadmu, Karna ada jalan untuk itu, walau sangat berat."
Amira menjawab
"Insya Allah Buyut saya bisa menjadi orang selamat, sungguh ini sangat membuat saya sangat terharu."
Amira mengingat percakapan nya dengan Buyutnya lagi.
Drama akan banyak muncul di perjuangan ini nantinya, jika Amira menolak untuk bertemu dengan Ular Kuning dan Ular Biru, Jin penjaga Gunung Peyi dan Weyim, akan banyak Drama terbaru yang akan mewarnai perjuangannya, karna mereka akan bisa merasuki dan mengotori hati manusia yang bengkok, untuk menentang ku.
Tapi semua akan dijalani Amira sesuai kata hatinya, dan selalu berdoa akan selalu ada jalan keluar di setiap masalah.
Amira sosok yang sangat tangguh, semoga dengan banyak nya masalah di kehidupannya, harapannya bisa lebih kuat, dan lebih kuat lagi untuk bertahan di kebaikan.
Walau di sampingnya ada badai, kepedihan yang luar biasa, dan cucuran air mata. Harapan Amira bisa keluar sebagai pemenangnya.
Amira hanya bisa menarik nafas panjang dan berdoa, Jika yang Maha Kuasa akan selalu membantunya.
Bukankah hidup ini adalah perjuangan jadi jika masih bisa berjuang, maka berjuanglah dengan penuh semangat, gigih dan pantang menyerah dan selalu semangat.
Kembali ke ke keadaan persiapan Ibu Amira untuk naik ke gunung, dengan Tim Solidnya di gunung Weyim.
Ibu Amira membuat bekal, untuk makan dijalan.
Jam 6 pagi tim pun mulai berjalan kaki, semua berjalan dengan senyum yang selalu terhias di wajah.
Suasana mendung tapi tak hujan mewarnai di perjalanan.
Kejadian aneh terulang kembali. Rasa lelah sama sekali tak di rasakan kembali ibu Amira Ini Puluhan kilo bro, pasti ada pegal atau mengilu, Tapi memang mistis luar biasa, Ibu Amira tak merasakan lelah dan pegal di tubuhnya bahkan kakinya, Terasa ringan dan happy saja dengan perjalanan itu.
Bersambung.
__ADS_1