
Hai My Readersπ₯° Komentar My Readers sungguh Membuat Author happy dan baper berat π₯° Doakan Author semangat terus yah nulisnya πͺπͺπͺ Mohon dukungan nya dong, π₯°π₯°perbanyak like, Vote, dan koment dong,.π₯°Novel ku ini masih sangat rendah dukungan ππππ Sejauh ini baru 38 like ππ Kayaknya saking asiknya nih bacanya jadi lupa beri like di setiap baitnya..ππ Balik dulu dong melihat cerita dan berikan like sebanyak - banyaknya. π₯°π₯°πππ
Love Love You All β€οΈβ€οΈ
Lanjut cerita Andre dan Arul
Sejak dekat Andre. aku suka kirim surat untuk sekedar menyapanya, dan aku titip ke dua temanku yang melewati toko bos Andre. Waktu itu Andre sudah dua tahun tamat SMA.
Untunglah temanku selalu semangat bawa suratku, walau katanya Andre pacarku, tapi tak apa selingkuh tipis - tipis sekedar melihat wajah tampan Andre yang sungguh buat mereka gemas, malah ijin ke aku minta cubit pipi Andre, sebagai bayarannya.
"Wkwkwk..."
Kedua temanku yang anak orang yang cukup berada di kota aku itu, memang centil dan ceria.
Kata mereka pengorbanan mereka selalu belanja di bos toko Andre telah sia - sia, untuk menggaet hati Andre.
"Wkwkwk..."
Temanku sungguh lucu, bahkan bukan saja mereka mengeluh. Ternyata banyak juga wanita kelas lain yang juga mengejar simpatik Andre. Bahkan rela badan pegal semua, tak hobby masuk kursus Pencak Silat demi melihat Andre, yang ternyata selalu mewakili tempat kursus nya, untuk pertandingan Pencak Silat Antar kabupaten, ternyata Andre selalu juara satu. Pantas saja badannya kekar dan Atletis.
Bahkan aku pernah lihat dia tidak pakai baju di rumahnya. otot perutnya berbentuk Roti berlapis, akupun sampai paksa Arul buka bajunya. Tapi sayang perut Arul malah mulus kayak aku, tak ada lekukan.
Sampai Arul teriak, dan tahan kencang celana nya, takut aku juga penasaran melihat asetnya.
"Wkwkwk.."
Arul ku sungguh sangat mahal dan buat aku selalu gemas padanya.
Aku sampai minta baik baik buka bajunya, dia tak mau malah melihat ku dengan wajah jengah dan jijik sekali padaku.
"Arul buka dulu bajumu...please...."
Arul membulatkan matanya, menatapku jengah dan mencibir serta memeluk sendiri tubuhnya.
"Apalagi di pikiran mu wanita mesum, wanita tak tahu diri. "
Akupun langsung menerkamnya, tak mau lagi mengatakan ba bi bu be bo. Menarik paksa bajunya ke atas.
Arul langsung bersujud mempertahankan pakaiannya, tak lupa menahan kencang juga celananya. yang hanya pakai celana kain pendek selutut. Dan tentunya teriak seperti biasanya. Karna dipikirannya aku sedang ingin melihat seluruh tubuhnya.
"Maaaaa....Maaaaaa...Maaaa...Amira sintiniing....!!!"
__ADS_1
Tapi sayangnya penghuni rumah nya, seperti biasa selalu menjadi penderita tuna rungu, tak ada yang menolongnya.
"Wkwkwk..."
Akupun terus berusaha memeluknya dan memegang perutnya. Merabanya dan menggelitiknya.
Arul berontak dan berdiri menjauh, dan mengomeli ku seperti biasa.
Aku pun bisa melihat perutnya, sampai Arul sadar jika aku sudah tenang, dan tahu kalau aku lagi sibuk memandang perutnya.
Tubuh yang bersih, putih. tak ada lekukan roti di sana.
Jadi kesimpulan nya, aku menyimpulkan bahwa perut pria itu ada dua macam, ada rata kayak aku dan dan ada yang berlapis roti.
Maklum dulu khan, tak ada Paman Google dan Mba Google..Ponsel pun tak ada. Nonton film pun aku jarang. aku tak hobby nonton. Karna televisi selalu di kuasai adikku. Di rumah Arul pun hanya sekedar ganggu dia saja.
Kemudian berjalan ke arah dapur, Arul cepat berlari menghindari ku dan mengambil pakaiannya, dan memakainya.
Akupun seperti biasa ambil nasi, dan lauk serta makan.
Akupun mengancam Arul agar makan bersama lagi dengan ku. Sambil mengomel Arul makan dan juga menyuap aku makan.
"Apaan sih kamu mau buka bajuku."
Arul pun faham.
"Ada - ada saja kamu, jika.mau perut begitu harus banyak olahraga."
Aku pun akhirnya faham, Arul selalu panjang dalam menjelaskan sesuatu.
Arul terus membahasnya sambil makan juga sesekali menyuap aku makan. Jika makan Arul sangat rakus.Tapi nanti jika dia bersamaku. Sepertinya dia mau cepat habis makanannya, agar tak lama menyuapiku makan. Aku sangat lamban makan, nanti halus betul aku kunyah di mulutku baru aku telan. Arul sudah tiga kali suap aku hanya sekali.
Aku tak pernah bercerita tentang Andre padanya, sampai aku kuliah di kota Propensi yang jaraknya lebih seratus kilo dari kotaku.
Yang aku sudah ceritakan di bab lalu tentang Aku dan Arul sewaktu kuliah.
Aku sangat merindukan Sahabat ku Arul. Sungguh aku sangat merindukan kamu Arul.
Apakah dulu pernah ada rasa cinta di hatimu untukku Arul...?
Aku tak bisa bayangkan ramai nya rumah tangga kita kalau waktu itu, jika kita berjodoh Arul, kamu selalu bawel, dan selalu adu otot dulu, baru kamu memeluk mu dan mencium kamu Arul.
Tapi Arul ku sangat baik, sangat peduli dan perhatian padaku. Dia hanya tak mau mengalah karna dia pun selalu rindu bertengkar denganku. Karna jika aku diam, Arul lagi yang duluan menerkam ku.
__ADS_1
Aku sangat merindukan makan bersama kamu Arul.
Bergulat dengan kamu Arul.
Aku sangat rindu omelan mu yang sangat bawel.
Aku rindu tawa mu, dan tatapan jengah mu. dan pandangan ilfeel mu padaku.
Aku rindu berbaring di samping mu, yang langsung membelakangi aku. dan memeluk guling mu. Walau seluruh wajah mu aku remas, dari belakang punggungmu, .Jika Arul aku, sudah memejamkan mata nya. Arul hanya tenang seolah tak ada yang meremas wajahnya, sampai aku pun tertidur, begitupun dengan dirinya.
Banyak sekali aku mau tanyakan padanya.
Berapa anak dia sekarang..?
Pekerjaan Apa yang sekarang dia kerja..?
Apakah dia juga memiliki sahabat yang sangat rese seperti aku...?
Apakah pernah dia juga merindukan aku, dan ingin sekali bertemu juga denganku...?
Apakah Arul aku sehat dan bahagia..?
Sangat banyak yang aku ingin tanyakan padanya. Semoga Arul aku dan Istri dan anak - anaknya selalu sehat dan bahagia.
Air mata ku pun mengalir dengan derasnya, waktu tak bisa kita putar kembali. Tapi kenangan Arul akan selalu tersimpan di dalam hatiku. Setidaknya aku pernah memiliki sahabat yang sangat baik, dan tulus padaku serta sayang padaku.
Saat ini aku hanya bisa melanjutkan hidup ku tampa Arul, tampa Ayah, tampa Imram lagi. Mereka sungguh sangat baik, dan penyemangat terbaik yang pernah hadir dalam hidupku.
Jika aku bisa bertahan aku akan bertahan, jika tidak bisa lagi bertahan.
Semoga Yang Maha Kuasa memberi yang terbaik untuk aku, Suamiku. Agar tidak saling menyakiti lagi.
Saudara ku pun, kembali percaya padaku.
Anak - anakku tak salah faham lagi padaku.
Begitu juga dengan Mama ku yang tercinta.
Semoga semua kesedihan ini akan segera berlalu dalam hidupku, dan semua akan baik baik saja. Amin π€²π€² Semoga Allah SWT mengabulkan. Amin π€²π€²."
Akupun tersadar dalam lamunan ku, dan turun dari lantai dua rumah ku. Melanjutkan tidurku di samping suamiku yang selalu membelakangi aku jika tertidur. Kecuali aku memaksa dia lagi memelukku. Walau tak lama memelukku, kemudian dia melepaskan aku lagi.
Bersambung.
__ADS_1