Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 84. Aku Sungguh Beruntung Memilikimu.


__ADS_3

Lanjut ke cerita Amira yang menelpon Pak Brigadir Jenderal.


Amira.


"Jadi bagaimana Pak Komandan, Apa bisa kita singgah jika kebetulan lewat, sungguh Pak Komandan, Supir pada mau pulang, sedangkan kami belum menagih, karna Suami ku, satu hari ini menjadi penjaga gerbang Pak Kapolda, demi Pak Komandan. Hehehe...hehe...Maaf yah pak komandan jangan bilang Pamanku yah, aku pasti kena marah deeh, kita khan sangat terhormat sedangkan kami, juga punya kuping kasian dong kami, Hehehe...hehe...sudah diomeli supir di tambah omelan Pamanku."


Yang menguping pun, serius mendengarkan percakapan Amira, dengan dada yang sudah seperti petasan mercon. Sedangkan Tante kunti pun ikut menguping. Maklum terlambat hadir, habis meninabobokan bayi kunti nya juga.


Amira merasa banyak yang menguping nya, diapun mematikan load speaker ponselnya.


Yang menguping pasti kesal dong, tak bisa mendengar percakapan berikutnya, sungguh mereka sangat kesal pada Amira. Ibarat menonton film drama bagus, pas akhirnya film drama, terus mati lampu. Sungguh sangat sakit.


Lanjut ke cerita telponan Amira dengan Pak Brigadir Jenderal.


Pak Brigadir bukannya marah, malah sangat gemas dengan cara bicara Amira, yang sangat lucu, ceria dan menggemaskan. Rasanya mau mencubit Pipi Amira. di dalam hati nya pun, Pak Brigadir Jenderal pun berkata.


"Belum kenal anak ini, aku sudah dua kali di buatnya tertawa, aku jadi penasaran bagaimana wajah anak yang menggemaskan ini."


"Hehehehe...hehe...Baiklah nanti aku singgah yah, di tunggu yah, jangan balas dendam, aku lagi yang jadi satpam di rumah kamu."


Amira.


"Hehehe....hehe...Mana berani aku Pak Komandan, aku masih sayang nyawaku dan mau hidup lagi kok. Aku tunggu yah.


Assalamu Alaikum WR WB."


Pak Brigadir Jenderal.


"Okey...!! Tunggu yah, sebentar lagi, aku lagi main Bola Tenis lapangan."


Amira.


"Siap Pak Komandan, aku tunggu yah...!!"


Pak Brigadir Jenderal.


"Okey...!!"


Amira menutup telepon.


Suaminya langsung mendekatinya, begitupun yang lainnya. Siapa lagi kalau bukan Author, My Readers, dan Tante Kunti. Saat ini mereka juga sangat kepo dengan kehidupan Amira.

__ADS_1


"Wkwkwkwkwkw..."


Lho siapa yang berkata itu, dan tertawa itu yah, Author khan lagi menguping.


Eeeh...ternyata Suami Kunti, Pak Genderuwo. Sudah pulang cari nafkah, untuk mbak Kunti dan anak - anaknya.


Lanjut ke cerita Amira.


Suaminya mulai berkata dengan nada kesal, juga ketakutan.


"Sayaaaang....., kenapa berani sekali sih, sayang..., Panggil Pak Brigadir, singgah di sini, biar satu minggu meronda di depan gerbang rumah Pak Kapolda, aku masih sanggup sayang, daripada jadi gembel sayang, kalau di pecat Paman mu."


Amira menatap Suaminya jengah.


"Apaan sih sayang, malah Pak Brigadir Jenderal, malah takut sama aku.."


Suami Amira ngakak, begitu pula yang lain dong.


Author, My Readers, mbak Kunti, dan suaminya juga ngakak, padahal Suami mbak Kunti tidak tahu masalah, sepertinya pak Gendoruwo, hanya ikut meramaikan suasana saja.


Mereka kompak menertawakan Amira, yang sungguh sangat sombong.


Suaminya pun, berkata dengan tawa yang belum lepas dari wajahnya yang ganteng.


Kata Suami Amira mulai menakuti Istrinya.


Ini Amira yang selalu benar, dia sangat cerdas menyelesaikan masalah. Amira pun berkata dengan nada kesal.


"Siapa yang takabur, malah Pak Komandan itu memintaku, agar aku tak menjadikan dia satpam di sini, dan membujukku agar aku menunggunya.


Semua pun tertawa terpingkal, dan bersamaan berkata.


"SATPAM !!!!!"


Mereka pun kembali kompak tertawa.


"Hahahaha....hahaha....hahaha...!!!"


"Amira sungguh sangat sombong..."


Yang ditertawakan hanya cuek dan berkata.

__ADS_1


"Minggir kalian semua...!!! menghalangi jalan saja, aku mau ke kamar mandi...!!"


Author, My Readers, mbak Kunti dan Pak Gendoruwo saling berpandangan, dan berkata.


"Apa Amira melihat kita...?"


Kata Mbak Kunti, di anggukkan kepala oleh Suaminya.


Author dan My Readers pun akhirnya sadar, melihat penampakan hantu, mereka langsung lari ketakutan, terbang keluar dari cerita.


"Hantuuuuu......!!!!!!"


"Wkwkwkwkw..."


"Makanya jangan suka mengurus masalah orang, rasain lho...!!!"


Mbak Kunti dan Pak Gendoruwo, memalingkan wajah mereka mencari asal suara itu. Ternyata kedua anak mereka sudah bangun dari tidurnya, dan menertawakan Author dan My Readers yang lari pontang - panting saking takutnya.


Amira menonton TV dan memejamkan matanya.


"Sayang ..Bangunkan aku jika Pak Brigadir datang yah..., aku sangat mengantuk."


Suami nya pun sewot.


"Enak saja..!! aku mau keluar menagih, aku tak mau bunuh diri, selesaikan masalah yang kamu buat sayang. Sungguh kamu sangat ahli mengacaukan, Maaf sayang aku tak mau terlibat, tak mungkin dia menganggu mu, Karna Selain kamu wanita, dia juga adalah pria terpelajar, dan terhormat. Tapi aku pria, sangat mudah memberi bogem mentah di wajahku, Karna menebus kesalahan mu sayang...!!"


Amira tak peduli dengan kata - kata Suaminya, diapun tertidur.


Suaminya langsung lemas, dan berjalan gontai dan duduk di samping Amira, dan menonton TV. Dia tak mungkin membiarkan Pak Brigadir Jenderal, benar - benar menjadi satpam menunggu istrinya bangun.


"Sayang...sampai kapan kamu berhenti membuat masalah, aku sungguh menderita karena ulahmu sayang. Cinta ku terlalu besar padamu, jika tidak sudah lama aku kabur sayang."


Suami Amira menatap Istrinya depresi, semakin menatap Istrinya yang semakin di tatapnya semakin cantik, dan rasa sayangnya pun berlipat ganda.


"Kamu sungguh sangat cantik sayang, jika tertidur dan diam tak mengomel sayang."


Hati suaminya pun gemas, dan mencium kening Istrinya, hidungnya dan mengecup bibir Istrinya dengan lembut.


"Sayang...aku sungguh beruntung memilikimu, walau aku tak mengutarakannya,


tapi sungguh aku sangat mencintai mu sayang, apapun akan aku korbankan demi cinta ini sayang, dan anak kita.

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2