Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 77. Berpisah dengan Arul.


__ADS_3

Amira menangis seperti biasanya, Saat ini dia


sedang di uji, kesabaran menghadapi keluarganya. Adik - adiknya salah faham dengan Amira, selalu merasa Amira egois padahal untuk kebaikan adiknya Surya juga.


Adiknya Ana pun salah faham padanya, mengira Amira selalu menilai tenaganya dengan uang, padahal banyak utang di perjuangan dengan adiknya Surya yang harus Amira bayar. Jadi selalu menyusahkan Ana, walau tak banyak tapi, Ana juga butuh banyak modal untuk usahanya, dan bantu ketiga adikku cowokku mengurus IUP tambang. Semoga Ana juga nanti akan mengerti posisi Amira.


Ketiga adiknya yang lain juga sibuk mengurus ijin. dan Ana yang paling banyak modalnya terbuang disana, sudah milyaran dana keluar tapi belum kelar juga, dan biaya membengkak karna di tambah biaya operasional lapangan juga.


Di tambah lagi dengan masalah Suami Amira, yang mulai jenuh di pekerjaannya, tiap hari mengeluh dan marah, Karna sifat bosnya yang selalu cari masalah supaya suamiku, buat kesalahan agar bisa keluar tanpa pesangon.


Suami Amira yang sangat rajin bekerja. Selama delapan tahun, tak pernah alpa bahkan sakit pun tetap kerja, dan cuti pun jarang Suami Amira ambil, karna Suaminya sosok pekerja keras, ulet dan rajin.


Tak lama lagi Aryan, Insya Allah sudah di kontrak dan dapat gaji, satu tahun lagi Insya Allah tak terasa.


Semakin hari kehidupan ekonomi semakin sulit sejak membangun rumahnya. Amira selalu tabah dan sabar dan selalu berpikir positif. Jika badai tak selamanya akan badai, hujan tak selamanya hujan, dan Air di laut tak selamanya pasang, pasti akan surut juga.


Begitu juga dengan cobaan yang di hadapi Amira, pasti akan ada hikmah dan hasil yang baik pula. Semakin besar masalah mu, Insya Allah semakin besar pulalah hasilnya. Semoga Allah SWT Meridhoi dan Mengabulkan. Amin Yaa Rabbal Alamin. 🤲🤲🤲."


Flashback Arul sewaktu kuliah.


Amira mengingat lagi Arul, semasa kuliah di kota besar, Arul sering tidur di kamar kost Amira. Bagaimana galaknya ibu kost Amira. yang mendapat tugas dan amanah dari Ayahku, untuk tidak membiarkan aku pergi jalan - jalan dengan anak kost lainnya. Tapi Arul dengan komando bandel kami. hanya untuk sekedar Arul tidur siang atau tidur malam di kamarku, baru pulang lagi ke kost nya.


Aku duduk di luar jaga situasi, Arul seolah tak mengenalku, Aku melihat ibu kost sibuk nonton. Akupun mengatur Arul lewat lorong sempit di malam hari, Arul mengendap seperti pencuri, dan aku mencarikan dia jalan untuk berlari masuk ke kamarku, kami sungguh seperti pasangan kekasih saja. yang takut di amuk warga.


Aku paling kewalahan jika Arul datang siang. Bahkan kadang lari masuk kamar mandi umum, jika belum sempat masuk kamarku, untuk menghindari kata terciduk.


Arul hanya datang hanya sekedar tidur di kasurku, kemudian pulang lagi, bahkan kami juga kadang bolos kuliah atau ada mata kuliah yang tak masuk.


Arul yang puluhan kilometer dariku. Arul kuliah di teknik Arsitek dan aku kuliah di manajemen komputer swasta. Tapi kami selalu ada waktu untuk kabur bersama, sekedar makan, atau berkeliling di pusat perbelanjaan walau tak ada yang kami beli, putar mall kemudian pulang. Aku suka melihat pria tampan dan wanita yang cantik dan sibuk mengoreksi, walau selalu debat juga dengan Arul.


Kami sahabat yang lucu. Arul punya banyak teman pria tapi tak satupun dia kenalkan padaku, begitu juga dengan ku, aku tahu seleranya sangat tinggi jadi tak ada rekomendasi untuknya.


Sahabat SMA ku, yang menjadi idola sekolah dengan ku dulu, beberapa hari tinggal di kost ku, padahal ada rumah BTN kakaknya. tapi dia mau melepaskan rindunya padaku, dia sudah berhijab dan dia tiap hari membujukku memakai hijab, tapi waktu itu aku masih bandel.


Sahabat ku itu bernama Shanty dia sangat cantik bahkan dia lebih cantik dariku, walau teman sekolah bilang aku lebih manis, dan tak bosan memandangku.


Bahkan Shanty berkata padaku, pertama melihat ku, dia sudah sangat menyukai wajahku yang cantik alami dan sangat manis di pandangannya, padahal akupun pertama melihatnya, akupun terpesona dengan kecantikannya. Dan Akhirnya rasa saling mengagumi kami menjadi sahabat.


Aku pun menjadi Mak Comblang bagi mereka berdua, mereka pasangan yang sangat serasi.

__ADS_1


Tapi sayang, Arul membawakan kado terakhir untuknya, di hubungan pacaran mereka hanya satu minggu saja, padahal aku melihat Arul mencintai Shanty untuk pertama kalinya dia membuka hati untuk Susan atas desakan ku.


Shanty juga mencintai Arul, aku melihat kesedihan di matanya. Tapi Shanty banyak membaca buku keagamaan dan larangan berpacaran pun, dia telah membacanya. Dia memutuskan hubungan dengan Arul. Sungguh membuat Arul sedih walau tampak biasa di pandangan mataku.


Aku dan Arul sering pergi bersama, aku juga sering ke kostnya dan temannya pikir aku pacar Arul.


Aku sering menggoda Arul, kasian sekali diputuskan sepihak oleh temanku. Walau sedih Arul tak pernah menyalahkan aku, dia sungguh pria yang sangat baik hatinya.


Arul tetap datang, mengunjungi aku dan membawaku jalan.


Tampa ibu kost ku tahu.


Akupun berpacaran dengan Suami ku saat ini, dia tetangga di belakang rumah baruku, dia adalah pria tampan yang di idolakan hampir semua wanita yang melihatnya. Dia sosok tampan, baik dan religius.


Bahkan pernah dia datang ke kota tempat kuliahku, untuk merayakan ulang tahunku. Bahkan Arul pun ikut merayakan nya di cafe pinggir laut. Mereka pun aku kenalkan.


Tampak Arul bersedih, dan kami jarang lagi bertemu.


Berpisah dengan Arul, dia tak pernah menemui aku lagi. karna kami sudah sibuk kuliah yang semakin padat. Bahkan sialnya kedatangan pacarku itu, yang baru satu kali ke kota ku. Dilihat Kakak sepupuku. Dia melaporkannya pada Ayahku. Dan Ayahku datang ke kota ku, mengajakku pulang. menghentikan kuliahku yang sudah semester enam pada waktu itu.


Bahkan minta pamit ke Arul pun tak ada waktu.


Aku lanjut kuliah guru, hanya depan rumah ku, kampusnya. Aku sudah tak bertemu Arul lagi.


Mungkin dia sudah tahu kalau aku mau menikah.


Sudah belasan keluarga datang melamar ku. Sudah di tentukan pilihan untukku. Seorang perwira tamatan Akabri, dengan pangkat LetKol. Tapi aku tak mau, usianya dua kali lipat dariku. Dia mengajakku bertemu, bahkan gajinya mau dia transfer ke tabunganku.


Dia pria baik, dewasa dan rendah hati. Dia begitu dewasa. Aku mengancamnya jika aku sudah punya pacar, dan akan bunuh diri, jika dia nekat melamar ku.


Dia tertawa dan mengalihkan pembicaraan kalau dia datang ke tempat kami bertemu, dia sewa becak orang. dan dia tertawa. Katanya dia mau diangkat sebagai Wakil Kapolres dan besok baju seragamnya, mau dia bawa ke aku untuk di setrika.


Akupun marah dan mengatakan aku bukan babu mu, dia terpingkal, dia sangat kocak dan sangat senang melihatku marah.


Aku kabur dari rumah, karna kasih sayang Ayahku terpaksa menikahkan aku dengan pilihan ku.


Aku melanjutkan kuliah ku, bahkan melahirkan sewaktu aku masih PKL KKN.


Setelah melahirkan aku ikut Suamiku, dia bekerja di perusahaan kecil.

__ADS_1


Dan akupun masih belum bertemu Arul juga, terakhir aku kerumahnya sempat kontak. Tak lama aku dengar dia menikah juga, dan istrinya pecemburu dan aku memutuskan kontak dengannya. Dan mengganti kartu ku


Aku sudah coba beberapa tahun kemudian nomer kontak nya. pada nenek nya. Karna Mama Arul keluar kota. Tapi tak dikasih. Kata neneknya istri Arul pecemburu. Nanti katanya aku buat masalah. Neneknya tahu Aku dan Arul kayak prangko.


Akhirnya sampai sekarang mereka semua telah pindah dan aku tak tahu mau cari kemana lagi, sahabat dan kakak terbaik aku itu, yang entah dimana. Andai Arul tahu, aku selalu merindukannya. Mengingatnya sungguh membuatku sangat sedih.


Aku berpisah dengan Arul tampa kata - kata perpisahan, hubungan erat yang terjalin selama ini aku mencoba move on darinya,


Walau sampai sekarang jika aku sedang bersedih aku selalu merindukan sosoknya. Dan pertama kali dalam hidupku aku mempercayai seseorang yakni Imram, aku begitu terbuka padanya, aku sungguh percaya padanya, dan dia pergi karna aku juga melukai hatinya, walau hanya salah faham. Sungguh membuatku hancur, aku seperti menyakiti Arul lagi untuk kedua kalinya.


Aku seperti orang bodoh mengejar maafnya, aku sudah mendapatkan maafnya, tapi rasa bersalah dan depresi ku membuat aku merasa anak baik ini terpaksa, dan membuatnya tak bahagia jika aku menganggu nya lagi.


Akupun mengatakan hal yang membuat Imram makin kecewa padaku, padahal aku sungguh hanya ingin dia bahagia, dan mengenalku adalah mimpi buruk dia. Agar dia bahagia dan bisa melupakan orang sejahat dan seburuk aku, yang telah melukai Ayahku dan Arul, dan aku pantas mendapatkan kebencian juga dari Imram, karna orang sebaik mereka sungguh tak pantas untukku.


Mereka cukup dalam doa terbaik aku saja, dan aku kubur dalam kenangan, bahwa aku pernah di perhatikan dan dipedulikan oleh orang sebaik mereka.


Aku merasa tak pantas bahagia, aku seharusnya di hukum. Akhirnya hubungan ku dengan Imram semakin memburuk.


Tapi mengapa Yang Maha Kuasa membawa Ardi lagi dalam hidupku, dan sangat perhatian dan menyayangiku seperti adik kecilnya. Aku sungguh tak ingin dekat dengan anak ini, tapi anak ini begitu baik selalu menanyakan kabarku dan memberitahu kegiatannya.


Yang Maha Kuasa begitu menyayangiku, aku sungguh tak bisa menghindari Ardi. Dia begitu kepo dengan hidupku. Dan sangat perhatian bahkan dia sangat mirip Imram. Cara bicara nya, smart nya, manjanya, bawelnya dan pedulinya mereka sungguh sangat mirip hanya Ardi dua kali lipat lagi bawelnya dan sangat bawel dengan pola hidupku, bahkan menentukan jam tidurku, makan ku, Ardi sungguh sangat bawel. chat makan saja, sampai berkali kali dia sungguh ingin membuatku gemuk. Anak yang sangat baik dan penyayang.


Tapi sangat lucu. Dia selalu bisa membuatku tersenyum ada ada saja kegiatan nya yang membuat ku geli.Matanya yang bengkak saja, dia laporan lengkap foto buktinya. mau makan saja laporan, mau kerja laporan dan apa saja yang terjadi di hidupnya. pasti laporan. Aku sungguh terhibur dan selalu tersenyum dia sungguh menggemaskan.


Tapi sungguh aku belum bisa melupakan anak baikku Imram, semoga dia selalu sehat dan bahagia dan sukses dalam hidupnya. Semua doa terbaik untukmu Imram, Arul Juga Ayahku. Semoga Ayahku sudah bahagia di dalam Syurga Allah SWT. Amin YRA 🤲🤲."


Flashback Amira setelah menikah


Ayahku datang berkunjung, dan Beliau sangat sedih melihat anaknya hidup di kost yang sempit.


Ayahku menyuruh suamiku berhenti kerja, dan ikut di usaha peternakan ayam potong adikku.


Adikku menjual kayu, yang termasuk penampungan kayu terbesar di kota itu. Pamanku adik Ayahku adalah pengusaha sukses. Usahanya bergerak di bidang expedisi dan memiliki IUP kayu terbesar di propensi. Adikku Ana, menikah dengan adik istri pamanku itu.


Aku pun ikut usaha adikku, tapi penyakit flu burung membuat kerugian terus menerus, akhirnya adikku Ana menutupnya. Dan aku di arahkan lagi ke kota Propensi lain, mengurus expedisi pamanku dan pengangkutan kayunya lewat kontainer.


Cukup lama aku kerja di pamanku sekitar enam tahun, Mengurus expedisi nya lebih seratus unit dengan tempelannya dan mengurus kayu nya, untuk masukkan ke kontainer kirim keluar propensi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2