Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 45. .Selesaikan Masalah Yang Kita Buat Kak.


__ADS_3

Amira pun melanjutkan pembicaraannya tentang serdadu di medan perang.


"Pada saat kita berdua di medan perang, kita sedang melakukan tembak menembak dengan serdadu musuh, otomatis kita akan menghabiskan kita punya peluru, jika peluru kita salah satunya habis, baru kita saling meminta peluru.


Tidak mungkin kita sibuk meminta, di saat kita juga sibuk menembak dan masih ada sisa peluru di senapan kita.


Jadi intinya, Saat ini saya juga pengurus ijin, dan kita juga pengurus ijin, jadi biarlah saya dulu yang mengurusnya, karna saya juga ada tim khusus, jika tim saya tak mampu baru saya minta bantuan ke bapak."


Wajah Pak Dewan pucat, diapun berkata.


"Pak Surya kita sudah sepakat saya yang mengurus, kenapa ada lagi perubahan."


Adikku langsung pucat dan tak tahu mau berkata apa, dia tahu kakaknya adalah Singa Betina di keluarganya, dan tak mudah menundukkan kakaknya. Walau di bantu dua saudara laki - laki nya yang lain, dia takkan menang. Karna Surya tahu, Kakaknya itu bahkan tak segan memukuli mereka jika sedang marah.


Memang dia tak pernah merasakannya sewaktu besar, tapi sewaktu kecil Kakaknya sering memukulnya, karna sengaja menyembunyikan baju sekolahnya dan pura pura bingung mencarinya, dan akhirnya tidak pergi ke sekolah, tapi Kakaknya langsung menghajarnya sampai dia hampir pingsan.


Bahkan Kakaknya selalu membantu mengerjakan PR nya, Karna lupa kerja PR adalah alasan utamanya tak pergi sekolah, apalagi gurunya adalah ibunya sendiri.Dan ibunya tak pernah marah, tapi Kakaknya sangat kepo dengan hidupnya.


Bahkan Kakaknya saking kepo nya, sudah berani memukul kakaknya yang sudah SMA, Kak Yudi walau hamil sembilan bulan, hanya karna masuk perguruan silat mengusir jin. bahkan begadang agar adiknya tak pergi ke perguruan itu bahkan datang mengamuk mengancam guru adiknya agar mengeluarkan adiknya. Kakak nya itu sangat kepo dan gila urusan dan tak mudah memerintahnya.


Bahkan adik bungsunya yang paling nakal, kerjanya hanya tawuran, bahkan konsumsi obat terlarang, dia hajar habis - habisan, hanya karna membentak Amira dan membuat Amira menerjangnya membabi buta tampa memberi kesempatan si bungsu melayangkan pukulan balasan.


Bahkan mengusir si bungsu dari rumahnya di tengah malam dengan kondisi hujan keras, yang membuat si bungsu pulang ke kota kakaknya yang lain dengan jarak ratusan kilo, dengan beberapa kali bermalam di rumah ronda, dan jatuh berapa kali motornya dan banyak kerusakan yang membuat mamanya memarahi Amira, tega mengusir adiknya tampa uang di sakunya, mana hujan dan tengah malam lagi, sungguh tak berperasaan.


Dari dulu Mamanya selalu membela adik - adiknya, berbeda dengan Ayahnya yang selalu membelanya.

__ADS_1


Bukannya Amira sadar tapi malah Amira menyuruh mamanya membuang saja anaknya, dan jangan mengakuinya dan mengusirnya saja ke kota lain, dan hidup di sana tampa keluarga.


Sampai Mamanya marah membela si bungsu bahkan menangis karna Amira berkata kasar padanya, tapi Amira adalah anak yang memang sangat bandel di masa kecilnya, dan tak akan bisa merubah prinsipnya jika sudah merasa benar.


Si bungsu tersinggung dan meminta uang untuk buang diri, dan mau jadi pengedar barang terlarang di ibu kota, dan membuang dirinya. Tapi Mamanya begitu menyayangi si bungsu dan membujuknya dan tak usah pedulikan Amira, biar saja apa yang dia mau katakan.


Tapi Amira si pemarah tapi sangat penyayang, setelah satu Minggu reda kemarahannya, dia menelpon si bungsu dan meminta maaf karna telah mengusirnya. Yang membuat si bungsu yang juga pemaaf mengatakan.


"Tak apa kak, saya sudah wajar di usir, karna memang saya kurang ajar."


Amira yang pemarah, selalu meminta maaf pada adiknya jika sudah menyakitinya, padahal adiknya lah yang selalu buat ulah, yang membuat singa betina Amira mengamuk.


Surya hanya bisa diam, wajahnya pucat pasi


"Begitu saja pak Dewan, saya pulang dulu, jika ada kendalaku, aku akan meminta pertolongan pada bapak."


Berjalan keluar tampa beban, tampa takut jika dia sedang cari masalah dengan Singa Daerah itu. Belum lagi anak - anak Singanya yang lain, yang pastinya membela bapaknya yakni Tokoh Masyarakat.


Surya pun pamit, dan tertunduk lesu. Di mobil Surya pun kesal dan berkata.


"Kak...dia itu orang yang paling di hormati di sini, pasti masyarakat mendukungnya. Kita datang itu kak, tugas kita membantuku, bukan menghancurkan nya."


"Biar kita lihat perkembangannya, masalah masyarakat nanti aku hadapi."


Jawab Amira santai tampa beban.

__ADS_1


Surya hanya bisa pasrah, melawan kakaknya sama dengan memukul batu yang keras, tidak mudah memerintahnya.


Surya juga sedikit membela kakaknya.


"Itu juga pak Dewan, dia bilang hanya dua ratus juta, kenapa lagi milyar dia bahas. Apa dia pikir uang itu, sisa di gunting, itupun tak ada bukti pengeluaran. Aaaahhh...saya pusing, selesaikan masalah yang kita buat."


Amira hanya tersenyum manis, dia berkata dalam hati.


"Pusing amat. kalau tak bisa, mundur saja, begitu saja repot."


Mereka pun pulang ke kontrakan. Amira pun berbicara lewat ponsel dengan Mitra adiknya Surya yang juga Bos adiknya Yudi, yang sudah dipercaya menjadi direktur di PT nya.


Rencana nya, Pak Surya yang akan merintis cabang PT nya di daerah itu.


Karna Surya sudah habis modal dan meminta bantuan Mitra yakni Bos kakaknya Yudi.


Mertua adik ku Surya, adalah tuan Takur, yang punya ratusan hektar tanah, puluhan hektar sawah, dan ratusan ekor sapi, tapi tak mau membantunya. Mertuanya ada juga hubungan keluarga. Istri Surya juga seorang PNS. Dan banyak memiliki rumah mewah dan tanah kelas satu, yang jika di jual sangatlah mahal.


Tapi mertuanya berprinsip harta bukannya di kurangi, seharusnya di tambah. Lemarinya sudah penuh dengan sertifikat tanah. Tapi hanya mendukung Surya mengolah sawah dan kebunnya dan juga sapinya, tapi Surya adikku pribadi keras kepala tak mudah menundukkan nya. Apalagi sewaktu pengantin baru dan awal menikah dengan istrinya walau di jodohkan, Surya sudah mencoba mengolah sawah, kebun bahkan sapi, tapi bukan hobby nya, dan tak masuk di pemikirannya hasilnya, Karna mertuanya menyuruhnya mengerjakan langsung.


Tidak mungkin khan satu orang Surya mengerjakan berpuluh hektar tanah. Jadi Surya selalu mencoba semua bisnis.


Jual bahan bangunan, agen tabung dan solar, dan banyak bisnis lainnya tapi belum pernah berhasil, bahkan dia mencoba lagi kelola usaha tambang, hampir satu milyar modal nya juga kandas, dan disinilah dia meminta bantuan pada Yudi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2