Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 27. Tiga Sahabat Terbaik Dalam Hidupku.


__ADS_3

Sungguh anak itu begitu berharga di hati wanita yang sangat setia ini, dan sangat mahal untuk menyayangi seseorang. Kehilangannya sangat menyakitiku, aku seperti kehilangan dua orang yang sangat aku sayangi.


Almarhum Ayahku yang selalu membela ku, Jika ibuku marah dan ingin memukulku Ayahku selalu menyuruhku lari, tapi aku tak mau lari dan menunggu hukuman ibuku, aku sangat gengsi untuk melarikan diri.


Dan Arul yang selalu bawel tapi sangat sayang dan selalu membelaku jika aku selalu curhat tentang banyak hal, tentang seseorang yang aku tak sukai, dia selalu membelaku.


Begitu juga dengan Imram, dia selalu membelaku dan selalu bawel jika aku melakukan hal yang menganggu kesehatanku. Dia begitu peduli dan tulus seperti Arul sahabatku.


Almarhum Ayahku, Arul, dan Imram adalah tiga sahabat terbaik dalam hidupku yang pernah aku miliki.


Semoga Ardi pun akan tetap sabar menghadapi wanita, yang trauma membuka hati untuk menyayanginya, seperti kasih sayang yang telah menjadi milik Ayah, Arul dan Imram. Walau aku ingin sekali menyayangi anak baik aku itu, tapi masih memiliki luka trauma kehilangan tiga sahabat terbaik yang pernah aku miliki telah meninggalkanku.


Dan Aku yakin jika memang Ardi adalah sahabat terbaik yang di kirimkan Yang Maha Kuasa kembali padaku, aku yakin dia akan selalu tulus dan peduli padaku seperti aku begitu tulus menyayangi ketiga sahabat terbaikku, yang telah meninggalkan aku, di dalam kesedihan yang seolah tak berujung, tapi aku tetap selalu setia dan menyayangi mereka, dan menyimpannya di dalam hatiku, sebagai kenangan terindah, dan sahabat terbaik yang pernah aku miliki.

__ADS_1


Akupun akui Suami ku orang baik, walau terkadang egois tapi begitu aku cintai, walau selalu menyakiti hatiku, karna jika sedang bertengkar dengannya, dia selalu menantang, walau tak memukul tapi kata - katanya mengalahkan pedang samurai yang tajam, dia cenderung memperbesar masalah, dan terkesan sangat mudah untuk berpisah denganku, dan tidak tahu merayu walau tangisan ku, begitu terasa badai yang menyayat hati yang membuat bising di telinganya, tapi tetap diam membatu, dan hanya cuek dan tatapannya hanya bertambah kesal kepadaku.


Selalu akulah yang membaik kembali. Rasa ini selalu membuatku jenuh, dan merasa tak berharga, tapi karna rasa setia ini aku selalu mencoba bertahan.


Karna di balik sosok egoisnya, dia bisa memahami aku, karna aku type wanita yang tidak suka di tekan, jika ada kemauan dan dia pria yang cuek dan dewasa yang selalu memberikan aku ruang bebas untuk melakukan apa saja yang aku sukai.


Bersama Suamiku aku pribadi yang bebas melakukan hal apapun, tapi dengan tiga pria terbaik di hidupku ini, Yakni Almarhum Ayahku, Arul, dan Imram aku sosok yang sangat jinak, dan penurut dan aku sangat patuh dan sangat sayang kepada mereka.


Dan selalu menjadi wanita manja, dan sangat penurut dan sangat suka mengeluh dan bandel agar mereka bawel dan aku selalu berhasil membuat mereka peduli, dan mengatur ku. Dan aku sangat jinak di atur oleh mereka bertiga, karna mereka mengaturku dengan sangat lembut dan manja dan rasa peduli yang yang tinggi,


Berbanding terbalik dengan Pria yang aku sangat cintai ini, aku sosok pembangkang dan suka cari masalah dan berakhir dengan masalah kecil yang aku buat, menjadi


masalah besar bahkan condong menguji kesabaran dan kesetiaanku, yang seolah tak berguna tapi tetap memilih bertahan, karna hati ini begitu pemaaf dan setia dan dipenuhi pikiran positif bahwa manusia tak ada yang sempurna.

__ADS_1


Suamiku Pria yang rajin beribadah, setia juga sangat ringan tangan membantuku, di dalam pekerjaan rumah tangga dan mengurus anaknya, rajin mencari nafkah dan suka mendengar aku curhat, tentang apa saja dan bukan type pecemburu.


Hanya saja terlalu penyayang anak, dan mencintai hobby nya dan aku selalu menjadi nomer ketiga prioritas hidupnya. Pertama Anaknya, kedua hobby nya memelihara Ayam dan ketiga baru aku. Sedangkan rumus apapun di dunia ini mengatakan wanita itu sangat egois, harus dia yang selalu prioritas pertama.


Suamiku gampang membentak ku jika aku melakukan hal yang menganggu anak dan hobinya, jadi wajarlah aku selalu mengatakan jika Ayam dan anak ku adalah pelakorku, saingan terberat ku, yang tak bisa aku kalahkan dalam hiduonya.


Suamiku tak segan marah dan membentak ku, dan jika aku marah serta mengancam nya pisah, Suamiku tak gentar malah begitu semangat dan menantang kalau, diapun akan menuruti ku, dan sangat senang melakukannya.


Mengatakan hal - hal yang menyakitkan aku seolah aku hanya lah sampah tak berguna di pandangan matanya, yang membuatku merasa tak berharga untuknya. Dan selalu menjatuhkan harga diriku, namun pada akhirnya aku sendiri yang membaik kembali dengan hanya butuh menangis, aku sudah bisa mengobati luka hatiku, dengan sendirinya dan berpikir positif kembali.


Aku juga pribadi tomboy tapi berpenampilan feminim dan perfect, wanita yang anggun dan humoris, itulah gambaran pribadiku, yang lebih akrab dan nyaman berbincang dan berteman dengan pria, walau wanita pun sangat nyaman denganku, Karna aku pribadi yang ramah dan suka menolong apa saja jika aku mampu pasti aku lakukan, dengan ikhlas, karna aku pribadi yang sederhana dan rendah hati.


Sangat banyak lawan jenis yang mengejar ku, mereka merasa Suamiku sangat beruntung memiliki ku, padahal dia pria pasrah yang sangat mudah melepaskan aku kapan saja aku mau, dia hanya tahu kata okey, tapi sayangnya lawannya wanita yang sangat tangguh, setia, dan selalu berpikir positif, walau cengeng dan sangat rapuh, yang tak akan melepaskannya, jika masih bisa untuk mempertahankannya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2