
Ibu Amira sosok penyayang pada anak maupun yang lainnya.
Dia sangat suka menunggu anak - anak SD pulang, dan mentraktir mereka di kios untuk belanja Snack, melihat anak - anak berebutan membuatnya sangat senang.
Di sore hari diapun ke tengah kampung. singgah di warung bapak BPD. Yang banyak anak - anak juga bermain. Semua antri mendapatkan uang pecahan lima ribu dan di traktir makan gorengan dan kue sepuasnya.
Semua anak - anak menyukainya.
Amira pun akrab dengan ibu - ibu, dan ikut kegiatan mereka apa saja. Dan Amira juga banyak menyumbang sembako pada masyarakat tidak mampu. Semua menyenangi sosoknya yang sangat ramah. sederhana dan baik hati.
Bu desa juga sangat akrab dengannya, bahkan sudah seperti sahabat lama yang baru bertemu. Bu desa sangat baik hati, humoris. Amira sering buat acara makan dengannya dengan pegawai desa. Walau hanya acara makan ikan bakar di warung. ataukah bubur menado ataukah hanya siram mie, semua okey dan enjoy.
Semua sangat akrab ibu Amira, hanya ada beberapa tak menyukainya, tapi wajarlah tak mungkin semua orang harus menyukai kita.
Ibu Amira mulai mengarahkan eksa untuk membuat jalan tani, adiknya Surya sudah dapatkan ratusan tanda tangan persetujuan masyarakat dan ijin Bu desa secara resmi dengan di bubuhi cap stempel nya, mengundang kami, sebagai investor secara resmi masuk ke desa nya, untuk membuat jalan tani untuk masyarakatnya.
Di sinilah saya melihat semangat masyarakat yang begitu mendukung kami, bahkan beberapa orang yang menangis, sewaktu eksa masuk. Selama ini mereka merindukan ada perbaikan jalan. Mereka punya kebun di atas gunung, yang tak bisa di lewati motor. Mereka harus berjuang memikul hasil kebun mereka untuk turun ke desa dengan berkilo - kilo jauhnya.
__ADS_1
Semua masyarakat bekerjasama dengan baik, untuk membuka jalan tani.
Bahkan semua tokoh masyarakat yang pernah bertemu ibu Amira rela meluangkan waktu mereka seharian membantu kami, Tampa gaji, ibu Amira sangat terharu pada ketulusan mereka yang sangat baik hati, dan begitu semangat untuk kemakmuran desanya.
Ibu Amira sangat terharu pada mereka, walau di benci oleh sebagian masyarakat yang salah faham, bahwa mereka hanya kenyang uang dari saya, padahal tidak benar, mereka benar - benar pejuang masyarakat, Tampa balas jasa.
Sungguh Mulia jasa - jasa kalian, semoga desa ini bisa makmur seperti harapan kita semua dan ketulusan kalian akan di berkahi oleh yang Maha Kuasa. selalu di beri kesehatan dan keselamatan dan kemurahan rejeki begitu pula keluarga kalian. Amin Yaa Rabbal Alamin 🤲🤲
Mereka rela menemani operator eksa, dan beberapa anggota ibu Amira, untuk tidur di jalan jika sudah malam hari. Operator eksa lelah, mau turun naik gunung, memutuskan hidup di jalan saja, beralaskan tenda jika malam hari.
Proses buat jalan tani agak lambat, Karna harus memanggil dulu pemilik kebun, yang akan dilewati eksa agar mengarahkannya.
Belum lagi harus berurusan dengan kehutanan, Karna mengira kami melewati garis tanah kawasan yang di lindungi, padahal masih kebun masyarakat, karna pelaporan masyarakat juga yang tak menyenangi kami.
Sebenarnya ini mudah bagi Amira untuk menghadapi hal ini, tapi hampir semua tokoh melarang ibu Amira menemuinya, jadi benang kusut semakin kusut. Dan yang mereka tak senangi ini, memang punya hak di bagian kehutanan. Karna dia pegawai kehutanan desa. Entah apa masalah mereka. Ibu Amira tak mau terlalu ikut campur.
Sudah mulai ada intrik perpecahan di masyarakat yang mendukung, dan tak mendukung, karna benang kusut ini tidak diperbaiki.
__ADS_1
Sudah banyak model drama yang terjadi.
Ibu Amira sangat depresi, karna tim pendukungnya yang sudah seperti sahabatnya, tak ada yang mau memperbaiki benang kusut ini, dan makin membuat masalah semakin kusut.
Ibu Amira bingung mau memilih, karna Tokoh Masyarakat yang selama ini yang benar - benar tampa pamrih mendukungnya, pikiran dan tenaga Tampa tanda jasa, begitu tulus dan murni, membuat Amira seolah di beri pilihan antara kami atau dia. Sungguh pilihan yang sangat berat, padahal Amira sosok cerdas tapi tetap tak ada jalan keluar.Karna tali persahabatan juga sudah sangat akrab.
Tiga bulan berlalu, hubungan perpecahan semakin melebar, dan akhirnya masuk medsos, dan kegiatan kami di ekspos di dunia Maya dan diberi judul penambang ilegal.
Tim Gakum turun, mereka hampir 20 orang bahkan banyak membawa senjata. Seperti ibu Amira ini adalah *******.
Masyarakat pendukung marah, Ibu Amira mengirim pesan agar semua tenang.
Ibu Amira sudah biasa melihat petugas bahkan banyak berteman dengan mereka, Karna Amira sejak tamat kuliah memegang kendali usaha pamannya, yang banyak berhubungan dengan petugas.
Dan Amira masuk ke daerah ini. Adik dan mitranya sudah memiliki tim untuk melindungi mereka. Yang memang belum tahap ilegal, baru tahap mengurus ijin. Tapi karna tempat mau di urus ijin itu jauh lokasinya, jadi harus buat jalan tani dulu, makanya di buatlah jalan tani terlebih dahulu.
Bersambung.
__ADS_1