Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 53. Perkenalkan Nama Saya Si Kuning.


__ADS_3

Amira mengingat sewaktu tiga hari sejak kedatangannya di desa yang indah itu.


Tiba - tiba kakinya bengkak bernanah, seperti ada dua bekas gigitan ular di kakinya.


Hanya satu hari kakinya bengkak bernanah, dimalam hari Amira sangat kesakitan, rasanya kakinya terasa terbakar sangat perih.


Amira pun tak mampu menahannya lagi, diapun di jam 11 malam, keluar rumah membawa motor, mengendarai nya sendiri.


Adiknya selalu bermalam di lokasi dengan operator, dengan anak buahnya, beberapa orang.


Amira masih ada anaknya Patih menemaninya.


Diapun membawa Patih bersamanya.


Di perjalanan di lewati rumah Pak Ayat, ada sebuah bukit di pinggir jalan.


Amira melihat ular berwarna kuning, sangat panjang dan bergulung seperti lingkaran obat nyamuk melingkar di jalan aspal di depannya.


Ukurannya tak besar, hanya sebesar lengan, Amira melewatinya. Amira memilih jalan di pinggir ularnya. Entahlah Amira tak takut.


Amira pun sampai ke rumah Bu Desa walau sempat nyasar.


Bu desa membawanya di kecamatan, ada wanita di sana yang bisa mengobati.


Wanita itu masih muda, tapi sudah menjadi janda. Dia memiliki anak laki - laki satu orang yang sudah duduk di bangku SMP.


Bu desa dan Amira sudah duduk berhadapan dengan wanita ini, dia mulai duduk terdiam dan seperti dia telah kerasukan arwah.


Dia mulai mengobati ku, menyimpan koin 500 perak di ujung kuku ku.


Sungguh sangat sakit seperti ada kayu yang dimasukkan kedalam kulit Amira, dan di kocok pasti jika orang tak bisa tahan sakit pasti akan berteriak, tapi Amira wanita kuat, dia hanya meringis.


Mama yang mengobati Amira, memuji Amira tahan sakit. Katanya.


"Waah....Adik ini sangat tahan sakit, Pria saja jika di obati begitu berteriak sangat keras."


Amira hanya tersenyum.


ibu muda itu terus menekan koin di hampir semua kuku kaki Amira, bahkan di setiap ujung kuku jemari tangan Amira.

__ADS_1


Cukup lama diobati, sampai hilang rasa sakitnya.


Ibu itupun normal kembali Karna jin yang menempati tubuhnya sudah keluar.


Tiba - tiba ibu muda kerasukan lagi, dan tampak mulai nampak berwibawa dalam berbahasa.


Ibu itu pun berkata.


"Perkenalkan nama saya Si Kuning, penjaga lokasi yang ibu Amira mau olah."


Entahlah sudah tahu ini jin lho bro, bukan Upin Ipin tapi kok Amira malah serius dan mulai serius menatap Ibu Muda itu, yang tubuhnya, telah di rasuki roh jin bernama Si Kuning.


"Ibu Amira, kita memang ada garis takdir dari yang Maha Kuasa untuk buka emas di atas, tapi kami jin penjaga. Bawakan saya baju bekas kita agar bisa saya bawa untuk jaringan pendukung kita di atas, Karna di atas sana banyak juga warga kami, yang sama saja manusia biasa hanya berbeda alam. Tapi kami lebih sensitif daripada manusia."


Seumur hidup Amira baru merasakan pengalaman berbicara dengan orang yang kerasukan. Biasanya khan orang kesurupan yang dia lihat itu, biasa ngamuk dan nangis. Tapi ini sungguh keren bro. Jinnya bicara sangat berwibawa seperti dia juga termasuk Tokoh masyarakat jin yang ada di atas lokasi tambang yang ingin di olah. Bahkan mau cari


kan Amira tim pendukung. Waaah ini sungguh keren bagi Amira.


Si Kuning pun berkata kembali agar menyiapkan nasi putih tiga tempat dan nasi kuning empat piring.


Amira pun bergidik ngeri diapun berkata dalam hati.


Si Kuning pun meminta di siapkan ruangan khusus untuk Dia kontak langsung, dengan Amira, .


"Waaahhh ini lebih gawat lagi, kalau dia minta kawin sama gue, mampus dong gue.."


Kepala Amira mendadak pening, hatinya terus berkicau.


Bapak Jin Si Kuning, pun berkata kembali.


"Tolong kalau naik ke atas anggota bekerja, jangan buat maksiat dan berkata yang kasar, Karna kami jauh lebih sensitif daripada manusia, intinya kami suka di hargai."


Amira langsung mengingat Pak Ayat.


"Wah ternyata ada juga Abang lagi nih, di dunia gaib, dia seperti Pak Ayat tidak suka orang yang tak sopan."


Celetuk nya lagi dalam hati.


Ibu Amira masih mau dengar ceramah bapak jinnya, Eeeh sudah minta pamit.

__ADS_1


"Saya mohon pamit dulu, bawakan saya pakaian bekas kita. Karna saya mau Carikan jaringan pendukung di atas."


Ibu yang di rasuki pun akhirnya tersadar kembali, habis di pimjam raganya sama Jin bernama Si Kuning.


Katanya jin yang pertama masuk di raga ibu muda itu, adalah si Putih. Dia mengobati racun bisa ular gaib. Sepertinya Si Kuning ini yang patok gue, Karna mau ketemu gue, emang tega banget dia. Tapi syukurlah aku sehat wal Afiat. Trima Kasih Ya Allah. Amin 🤲🤲


Jam juga sudah sangat tengah malam, Amira pun minta pamit dengan Bu Desa.


Keesokan harinya, Istri Pak Ayat datang menemui Ibu Amira. Dia sosok wanita Sholeha, dapat sabarnya, dapat baiknya, dapat lembutnya tutur katanya, dapat pintarnya bikin kue juga main volley dan istri yang penurut sama Suami dan selalu ada senyum di wajahnya. Sungguh dia wanita yang super baik hati.


Istri Pak Ayat, mengajaknya ke kampung Ibunya, ada lagi orang pintar di dunia gaib panggil Ibu Amira. Karna memang Amira juga si ratu kepo jadi dia mau kesana lagi.


Ibu Amira jadi heran.


"Kok aku jadi terkenal di dunia gaib lag yah, mana jin nya di sini ramah dan baik hati, sopan lagi. Semoga saja saya tidak lihat rupa asli mereka, pasti sangat menakutkan.


Semoga saja Yang Maha. Kuasa selalu menjagaku agar tak menduakan NYA. Dan melakukan dosa besar. Amin "🤲🤲


Keesokan harinya Amira dan Istri Pak Ayat naik motor berboncengan.


Amira lebih senang naik motor daripada mobil, padahal ada juga mobil pribadi adiknya parkir juga di kontrakan, supirnya bisa di suruh anggota panggil kan dulu di lokasi buat jalan. Tapi Amira tidak mau, lebih enak naik motornya, padahal lumayan sangat jauh, berapa kali singgah di warung istirahat karna kecapaian.


Mana bawa Patih, juga dan anak Pak Ayat yang seumur juga dengan Patih. Akhirnya jadi empat orang di atas motor.


Perjalanan yang jauh sekitar 50 kilo, cukup jauh, tapi Amira adalah singa betina dia tidak suka mengeluh, dia cuma suka action, masalah imbasnya selalu dia tempatkan paling belakang, prinsip Amira masalah dampak nanti di belakang di pikir. Ada pepatah tiba masa tiba akal. Inilah yang membuat dia selalu kena marah sama Arul sahabat kecilnya, karna selalu membawa Arul kedalam masalahnya, kemudian melarikan diri jika tak mampu mengatasinya.


"Arul kamu dimana, aku sangat merindukanmu sahabatku."


Apa boleh buat Patih di suruh duduk di depan Amira. Anak Pak Ayat dan Ibunya duduk di


belakang Amira. Patih sudah di beri jacket tebal, masker bahkan kacamata. Amira tak ingin anaknya sakit dan masuk angin.


Untunglah Patih anak yang tidak manja, Prinsip Patih, biar susah bagaimanapun yang penting mama di sampingku, semua akan nyaman dan enjoy yang buruk pun bodoh amat, yang penting Amira harus siap menjadi kantong Doraemon Patih, apapun yang dia minta beli, harus di beli, karna Patih bukan anak yang penurut, susah menggoyahkan keinginannya. Dia akan mempermalukan mu, berteriak keras kepadamu, menghina dan mencaci sudah bakat alaminya, jika tidak menuruti kemauannya.


Amira tak akan pernah menang debat dengan Patih, karma dia anak yang idealis, demokrasi dan seorang pakar hukum yang siap selalu memanggil polisi untuk menahan Mamanya karma pelaporan penganiyaan, jika Amira tak bisa menahan diri untuk tidak mencubit nya.


Patih adalah lawan yang sangat tangguh, dan juga teman yang sangat tangguh.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2