Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 19. Ibu Jangan Sedih Lagi Yah.


__ADS_3

Nada dering tanda nada pesan masuk, berdering di ponselku, Akupun tersadar dalam lamunanku.


Akupun mengambil ponselku, dan membaca WA masuk.


Akupun tersenyum, sedikit menghapus kesedihanku.


Tertera nama Ardi, di pesan WA ku. Akupun membacanya.


"Ibu sehat, banyak minum air putih ibu, dan jangan telat makan."


Akupun tersenyum sumringah, anak ini, mengingatkanku lagi pada Imram yang sudah tak mau mengenalku lagi. Mengingatnya aku kembali sedih. Segampang itukah Imram melupakanku dan semudah itukah dia melupakanku.


Akupun membalas pesan chat Ardi. Anak yang muda satu tahun dari usia Imram.


"Makasih anakku sayang, atas perhatiannya. Ibu akan turuti permintaan kamu nak.."


Akupun memberi tanda emoji sayang.


Kata anakku sayang, sering aku gunakan pada anakku Aryan dan Imram. Saat ini aku gunakan pada Ardi anak baik tim solidku.

__ADS_1


Pesan chat Ardi masuk kembali.


"Ibu jangan sedih terus yah ibu, Ardi akan menemani ibu, dalam melalui semua kesedihan ini, jangan sungkan padaku ibu, sehat terus yah ibu, aku doakan ibu selalu sehat."


Aku terharu membaca pesan Ardi. Yang Maha Kuasa sangat baik kepadaku, memberiku pengganti anak baik ini, yang juga sangat perhatian seperti Imram. Tapi aku sungguh belum bisa melupakan Imram, aku terlanjur menyayangi dia seperti sahabatku Arul.


"Akupun membalas chat Ardi dengan masih menangis pilu."


"Iya anakku sayang, terima kasih perhatiannya. Anakku Ardi juga jaga pola makan dan istirahat yah. Makasih atas supportnya. Doakan ibu yah nak, agar anakku Imram memaafkan ibu, dan adikku Surya mau mendengar saran ibu nak."


Aku sudah menceritakan tentang Imram, kesedihanku yang membuat Imram salah faham, dan marah kepadaku. Juga adikku Surya.


"Ibu jangan sedih lagi yah, Ardi mau kok jadi sahabat dan anak angkat ibu kok...Yang penting ibu jangan sedih. Ardi yakin suatu hari nanti Imram akan memaafkan ibu kok."


Mendengar jawaban Ardi yang tulus dan polos, Air mataku semakin deras mengalir.


sangat susah menumbuhkan rasa percaya dan sayang pada seseorang. Apalagi sampai dia membenci kita, tidak mempercayai kita, dan salah faham itu sungguh menyakitkan. Bagi ku yang begitu tulus, dan mempercayai Imram.


Ardi hadir di hidupku bukanlah kebetulan. Yang Maha Kuasa terlalu menyayangiku, selalu memberiku malaikat penolong. Tapi sangat susah melupakan Imram yang pernah sangat peduli dan baik padaku. Dia sungguh hadir di saat aku benar - benar terpuruk.

__ADS_1


Saat ini, yang Maha Kuasa membawa Ardi ke dalam kehidupanku. Agar jangan bersedih dan terpuruk lagi. Ardi sama dengan Imram anak yang sangat manis dan baik hati.


Mengingat Imram hatiku masih sangat perih dan sedih. Anak ini terlanjur aku sayangi seperti sahabat ku Arul.


Penolakan Imram sangat aku hormati hanya aku iseng, dan suka menggodanya hanya sekedar gemas dengan penolakannya. Akhirnya aku benar - benar kehilangannya. Menjadi temannya saja dia sungguh tidak sudi lagi, bahkan tega memutuskan tali silahturahmi.


Inilah yang membuatku sedih, penyesalan yang tak berujung Karna dia sangat peduli dan anak yang sungguh baik hati, menyakiti dan menghilangkan kepercayaannya itulah yang membuatku sedih.


Selama ini akulah penolong bagi orang - orang yang aku temui, selain Arul yang benar - benar tulus denganku, juga anak baik ini benar - benar menolongku, pada saat aku sungguh membutuhkannya. dan pada saat aku belum sempat membalas kebaikannya, dia meninggalkanku dengan amarah dan kebencian dan rasa tidak percaya nya kepadaku, dan menganggap ku lancang menyakiti hati orang tuanya, dan menganggu privasinya, walau itu hanya tuduhan sepihak darinya. Tapi sungguh sangat membuatku sangat sedih dan terluka.


Walau apapun isi chat permintaan maaf dariku, sama sekali tak bisa mengetuk pintu maaf darinya. Dan melupakannya adalah hal yang sangat sulit aku lakukan, walau Yang Maha Kuasa telah mengirimkan aku banyak malaikat penolong, tapi benar - benar aku tak bisa melupakannya Imram begitu saja. Anak ini benar - benar sangat baik dan aku sungguh sulit melupakannya.


Aku berharap aku bisa bertemu dengan dia lagi, walau hanya bisa memandangnya dari kejauhan. Melihatnya hidup nyaman dan bahagia itu sudah membuat aku bahagia. Dia pernah hadir dalam hidupku sebagai temanku yang baik hati. Hanya itu yang akan aku ingat, aku akan melupakan rasa sakit yang dia tinggalkan untukku.


Aku bersyukur bisa merasakan rasa sakit Arul pada saat aku juga meninggalkannya. Dan menganggap ini karma yang pantas untukku. Semoga waktu bisa mengembalikan Arul sahabatku, dan istrinya juga bisa menerimaku dengan baik. Dan mendoakan Imram agar selalu sehat dan bahagia serta sukses dan nyaman. Hanya kebaikan itulah yang bisa aku lakukan, untuk membalas jasa - jasanya kepadaku.


Walau jauh di dalam lubuk hatiku, aku sangat berharap Imram mau menyambung silahturahmi lagi denganku, walau itu mustahil, karna dia anak yang teguh dan berprinsip.


Hanya Yang Maha Kuasa lah yang bisa merubah pandangan dan prinsipnya. Semoga waktu bisa membuatku melupakan dia, jika selamanya dia takkan memaafkan ku. dan jika waktu mengembalikan kepercayaan nya lagi kepadaku, semoga aku bisa menjaga kepercayaannya dengan sebaik mungkin. Amin.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2