Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 63. Itu Tadi Anak Buahku


__ADS_3

Surya bercerita kembali.


"Kak pernah mertua ku mengumpulkan kawan kawan nya di dunia hitam, waktu itu usia perkawinanku tiga tahun. Kak apa kita tahu banyak sekali yang datang pakai mobil mewah, dan banyak tatonya bahkan ada yang dari Malaysia.


Jawara - jawara satu propensi juga berkumpul kak, sampai ratusan orang kak, begitu juga dengan tamu - tamu serta pengawal mereka kak. Karna mertuaku dulu terkenal di sana melawan jagoannya.


Tiap kota - kota, yang jawaranya sudah mencoba duel dengan mertuaku Kak, dan mertuaku selalu keluar jadi pemenang.


Bahkan konon katanya sampai Malaysia kak, jawara - jawara nya sudah mertuaku duel kak, dan mertuaku selalu menang.


Katanya Kak, waktu di Malaysia mertuaku berkelahi dengan jawara hebat, sampai terbang - terbang dan tendangan berputar kayak di film cina itu kak. Bayangkan kak dari shubuh sampai menjelang magrib berkelahi tampa istirahat, khan tak masuk akal.


Pas kaki orang jagoan itu masuk lobang sedikit dan lengah, mertua ku langsung tebas tangannya kak, tapi tak sampai putus kak, dan akhirnya di akui pemenang. Makanya langsung dia terkenal di sana kak. Karna pertarungan mereka banyak yang saksikan kak."


Kata Surya lagi selalu semangat menceritakan kisah mertuanya, padahal kenyataannya dia sangat kesal dengan mertuanya yang mendidiknya, mengalahkan didikan tentara militer, cuma bedanya tak bawa senapan yang ada peluru, hanya golok, cangkul dan Sekupang senjata Surya.


Lanjut lagi Surya bercerita dengan penuh semangat.


"Apa kamu tahu kak, waktu mertua ku bisa kumpulkan semua gangster terkenal dua negara, pak Kapolda langsung datang pribadi dan mau jadi anak angkat.


Bayangkan kak ada media mau video, dan beberapa orang mau video juga. Tiba - tiba mertuaku nongol di depannya dan melarangnya. padahal orangnya katanya sangat jauh duduknya. Pas mau video langsung muncul mertuaku. "


Akupun sewot.


"La iyalah kamu khan bilang mertuamu ada ilmu halimun nya. ilmu menghilang dan berpindah tempat dengan cepat."


Surya menggaruk kepalanya.


"Iya yah, aku lupa, terus kak mertuaku melakukan banyak permainan kartu kak, dan pesta makan selama lima hari, pokoknya tujuh ekor sapi di potong, Empang kolam tawar di panen, dan beras entah berapa karung, ratusan orang kok di kasih makan. Dan gaji tukang masak lima orang, gajinya dua juta satu orang."


Amira geleng kepala dan langsung memuji adiknya.


"Hebat memang kamu dik, biar gaji tukang masak kamu tahu, memang kamu raja kepo."


"Aku khan tanya mertua perempuanku, dia itu kak kalau kasih aku kopi ada piring kecil di bawahnya. sedangkan anak kandungnya jangankan talangan, malah di suruh tuang sendiri di cerek. Aku seperti anak kandungnya dan ipar ku seperti menantunya kak, makanya dia sangat kesal padaku kak."


Amira berkata.


"Sabar saja dik, kalau dia diam kamu diam, dan jika dia ngomong kamu pun ngomong.


caraku gampang khan."


"Kak kamu tahu apa yang aku lakukan pada saat mertuaku mengumpulkan teman - teman gangster nya "


Amira mengangkat bahunya.


"Aku dagang es kelapa muda, dan istriku pulang kantor jual pop ice dan kopi saset kak."


Amira terpingkal, dan tepok jidat. Begitulah Pak Rahman, dia seorang Tuan tanah dan tuan Takur, tapi mendidik anak dan menantunya menjadi petani dan pengembala,dan pedagang kecil, tak ada bedanya dengan orang yang dia pekerjakan, jika tak mau kerja tak ada uang.

__ADS_1


Untunglah tak ada mall di sana, dan anak - anaknya tak hobby belanja, Karna di biasakan hidup selalu sederhana.


Untunglah adikku Yudi suka beli barang branded, Karna gajinya tinggi, dan tempat buang barang bekasnya adalah Surya, dan pastinya, dengan senang hati Pak Surya pasti menerimanya.


Surya dan Amira jika ke kota, tas pakaian mereka adalah tas kresek berwarna hitam yang banyak di jual di pasar, padahal Mamanya sudah belasan kali belikan tas, tapi entah kemana tas - tas itu.


Begitulah Surya dan Amira, rajin di beri dan mereka pun rajin memberi orang lain. Kalau sebagai penadah barang, dan barang tidak di bagikan juga kalau ada lagi barang baru, penuh dong rumah. Akhirnya pekerja Pak Rahman walau hanya petani biasa dan pengembala. tapi baju, dan sandal ber merk. Juga Istri para pekerja Pak Rahman dapat bonus tas pakaian. Makanya tasnya selalu hilang, begitu juga Amira suka membagikan barang - barang hasil tadahan nya pada panti asuhan, bahkan teman Amira yang hampir semua dari golongan masyarakat biasa.


Aku dan Surya selalu jadi tempat penadah barang bekas saudara.


Amira tepok jidat kembali, karna nasibnya sebelas dua belas juga dengan adiknya.


Kembali lagi ke cerita Surya, Amira terpingkal kembali.


"Hahahaha...kasian nasib mu dik"


Surya pun terpingkal.


"Hahaha...kelapanya khan gratis kak, pohon kelapa mertua ku banyak, saya suruh orang panjat. Dan kamu tahu kak aku dapat enam juta dua ratus ribu selama jualan kak."


Amira tertawa


"Hahahaha...sedikit sekali dik."


"Itu penghasilan terbesar ku kak, daripada di suruh tanam ubi, saya bahkan jual di pasar. lalu hasil panenku hanya satu juta seratus ribu kak, terus tanam jagung dapatnya dua juta seratus lima puluh ribu. terus padi ku kak, hanya sedikit aku tanam bagaimana kaki ku alergi air sawah bernanah semua kak, sampai aku nangis kak, mertua ku menjadikan aku petani kak.


Terus menyuruhku lagi menjadi pengembala sapinya kak, jam empat subuh sudah, aku sudah bangun kak, dan membabat rumput terus kak, bahkan buat pagar kandang sapi juga kak, aku selalu nangis kak, makanya aku kadang kabur kak, tapi tak ada uang pegangan.


Aku tak mau lagi kak, lebih baik pisah sama istriku kak."


Akupun menepuk bahunya.


"Semoga tercapai juga cita - cita kamu dik."


Pak Surya jika ceritanya belum kelar, walau kakaknya ngantuk tetap dia bercerita sampai jam dua malam, dia tak akan berhenti bercerita. Di balik sifat keras kepalanya, dan fisiknya yang kuat, dia hanyalah anak yang manja, dan cengeng dan polos.


Ooh Ya, lanjut cerita Pak Rahman waktu itu bercerita pada Pak Surya.


Waktu itu Pak Surya lagi di kandang sapi mertuanya.


Terus ada tamu Pak Rahman, mengetahui ada tamu


Pak Surya selalu kepo jadi pendengar setia. Tapi pak Rahman tak pernah menegur Surya yang hobby menguping.


Adiknya Surya berpikir mungkin Caleg atau Calon bupati, Karna banyak yang mencari mertuanya jika dekat pemilihan. Karna satu suara Pak Rahman, berarti satu suara kabupaten.


Seperti mertua Adik sepupuku, mencalon bupati dan akhirnya terpilih, karna mertuaku mendukungnya.


Mertuanya berkata.

__ADS_1


"Jangan kamu ganggu daerahku ini, Karna nama baikku di sini, dan aku sudah meninggalkan pekerjaan itu, dan bertobat. Jadi carilah daerah lain, jika kamu butuh uang nanti aku kasih."


Orang itu pun manggut - manggut.


"Baiklah Abang, saya cukup minta lima belas juta pengganti ongkos ku kemari."


Pak Rahman naik di atas rumahnya, dan memberikan uang dua puluh juta kepada orang itu.


Pak Rahman selalu menyimpan uang cash.


Surya tak akan berhenti kepo kalau apa yang di lihat, dan di dengarnya tidak jelas seratus persen. Diapun bertanya pada mertuanya. Dan mertuanya tahu, walau dia tak cerita, pasti Surya akan paksa Istrinya mengorek keterangan pada istrinya dan istrinya juga pasti akan menanyakan pada nya juga.


"jadi hal ini, lebih baik aku jelaskan saja, menantuku ini sangat menyebalkan, untung saja dia keluargaku dan sangat di cintai anak dan istriku, wajah tampannya sungguh membuat kedua wanita tercinta ku sangat menyayanginya ketimbang aku."


Begitulah kira - kira deskripsi kata hati Pak Rahman.


"Ambo siapa tadi itu Ambo ?"


Surya mulai kepo bertanya.


"Itu tadi anak buahku, mau merampok PT tambang emas yang ada di kota ini."


Pak Surya berkata dalam hati.


"Body kecil, kerempeng lagi, baru sendiri lagi . Apa sudah bosan hidup dia ?."


Mertuanya tahu di pikirannya.


"Apa kamu tahu kehebatan anak buahku itu."


Surya menggeleng, otomatis tambah penasaran.


"Anak buahku itu, jika tiga puluh orang tak cukup satu jam dia lumpuhkan, dia punya ilmu pukulan seribu bayangan, dan kebal peluru. Jadi kalau cuma seratus orang dia bisa menghadapinya sendiri. Apalagi dia di bantu dengan anak buahku yang satu lagi, jadi dua orang itu bisa merampok perusahaan itu, hanya berdua walau di kawal polisi. Jadi saya pastikan dia bisa mengambil emas perusahaan itu. Aku juga tak tahu, mereka mengapa ada di sini, ? mereka jarang lagi terlibat di dunia hitam."


Surya hanya bisa menarik nafas, dan mendadak kepalanya pening.


"Itu saja anak buah mertuaku, bagaimanami saktinya mertuaku..."


Langsung Surya minta permisi babat rumput lagi.


Amira terpingkal mendengar adiknya cerita.


"Tapi bahaya lho, kalau ilmu itu tak di lepas mertua mu, akan siksa jika ingin meninggal"


"Kata mertua ku ilmu hitamnya sudah dia buang semua, sisa ilmu putihnya katanya banyak para wali pakai juga ilmu putih."


"Kak mungkin seperti ilmu menghilang dan angkat orang itu, kayaknya ilmu putih yah kak."


Amira hanya bisa mengangguk dan segera kabur pergi tidur, karna jam sudah di angka nominal jam dua malam.

__ADS_1


Adiknya sangat hobby bercerita, biar sampai shubuh.


Bersambung.


__ADS_2