
Amira dan kedua adiknya pun sudah ada di dalam kamar perawatan adiknya. Obatnya telah di suntikkan di tubuhnya. Pamannya adalah orang yang tegas, pasti telinga perawat itu sudah jebol menerima omelannya
Pamannya pun dan tantenya minta permisi pulang.
Amira memeluk Tantenya dan mencium keningnya dan memeluk Pamannya.
Kalau kedua adik ku Nia dan Ana sangat cuek orangnya, mereka berdua sosok pemalu.
Cium tangan adalah wajib bagi mereka, kepada Paman dan Tante juga pada keluarga yang lebih tua, begitupun ketiga adik cowokku. Jika Amira suka memeluk dan mencium. Namanya mantan anak bandel selalu buat sensasi walau berhati hello Kitty.
Satu jam berlalu, panas Surya langsung turun, semua bahagia. Surya sudah ngotot mau keluar dia sudah trauma rumah sakit.
Ana mengipas tubuhnya memakai buku tipis agar sabar dulu, karna dia mulai keringat padahal ada AC.
Nia mengupas jeruk manis, dan menyuapi Surya. Adikku itu sangat suka jeruk manis impor, yang kecil bentuknya tapi manisnya luar biasa.
Dan aku memijat kakinya, Tiga kakaknya sekarang mengerubunginya seperti lalat.
Istri nya hanya bisa duduk menonton, pasrah pujaan hatinya telah di miliki ketiga kakaknya, walau dia sangat mencintai Suaminya yang bandel itu.
Mama tercinta kami larang ke rumah sakit, karna banyak penyakit.
Adik ku Ana suka sekali membelikan dia emas, tapi modelnya tak pernah dia suka. Terpaksa adikku keluar lagi uangnya, untuk mama beli emas model lain sesuai seleranya.
Jangan heran Mama ku yang berwatak keras, tapi bucin itu, Sampai pusing Nia yang serumah dengannya.
Mama ku hobby belanja, baju, tas bahkan emas yang umurnya sudah semakin menua. Entah siapa yang mau pakai, dan betul saja Amira lah dan menantunya, yang jadi sarang buangan barang bekasnya.
Jika emas Amira selalu menjualnya Karna tak suka pakai emas, jadi Mamanya sudah ampun tak mau kasih lagi.
Mama masih ada gaji pensiun, dan Almarhum ayahku juga PNS jadi ibuku dobel gaji pensiunan. Belum Anak - anaknya suka memberinya juga uang.
Mama gemar menabung di celengan, jika sudah terkumpul dua puluh juta, dia pun transfer ke kampung kelahirannya. Menyuruh adiknya membagikannya pada keluarga tak mampu.
Itu adalah uang celengan dari pemberian anak - anaknya setiap bulan, karna Amira yang paling gembel bersaudara, selalu dapat sumbangan dari Mamanya.
Walau sering debat juga, menyuruh Amira sudah kere masih selalu menolong orang lain, dan menyuruhnya memikirkan dirinya sendiri, sudah cukup memikirkan kesusahan orang lain.
Tapi bagi Amira, Yang Maha Kuasa selalu mempertemukan dengan orang yang biar seribu uangnya tak ada, sedangkan Amira membantu tidak bisa jika tidak sampai tuntas, dia tak akan meninggalkan orang itu dan terus menerus membantunya, mencari pekerjaan, biayai hidupnya, sampai orang itu kerja dan akhirnya melupakannya.
Selalu seperti itu, tapi Amira tak pernah kapok, terus berbuat seperti itu.
__ADS_1
Akhirnya hidup Amira hanya jalan di tempat, tapi merasa paling bahagia hidupnya.
Membuat keluarganya selalu tepok jidat melihat kebodohannya, yang keterlaluan baiknya menurut mereka.
"Amira berhentilah memikirkan orang lain."
Kata keluarganya menasehati.
Amira selalu di dekat kan, dengan orang kelaparan dan Amira tak akan meninggalkanmu walau sampai setengah tahun, dia akan terus membantumu terus menerus, sampai kamu bisa menghidupi dirimu.
Bahkan orang yang pernah di bantunya menjadi lebih kaya dari Amira, Kemudian melupakan nya
Walaupun demikian Amira tetap menyapa bahkan berteriak di tengah jalan memanggilnya,,walau orang itu sudah cuek padanya dan pura - pura tak melihatnya.
Tapi sayangnya Amira manusia cuek dan selalu bahagia melihatmu hidup nyaman, dan bersyukur kepada Yang maha Kuasa telah mempertemukan dirimu dengan dirinya.Apalagi jika melihatmu mapan Amira sungguh sangat bahagia, Karna bantuannya padamu sewaktu di titik nol menjadi tak sia - sia.
Bekerja di expedisi pamannya di awal menikah, dengan Suaminya. serta mengurus juga usaha kayu Pamannya, yang di kirim lewat kontainer di pelabuhan, karna Pamannya memiliki IUP kayu.
Tahukah kalian dengan gaji lumayan tinggi, dia tak ada tabungan. bahkan keluar kerja di pamannya malah minus lima juta,
Pamannya tepok jidat dan terpaksa memecatnya, karna selain bandel dan suka menentang. Kakaknya yakni Ayah tercintanya menyalahkannya juga, bahwa mungkin gaji Amira sangat rendah.
Memang sedikit rendah karna Paman nya itu sangat bagus hitungan matematika nya. Tapi Amira sosok jujur dan bekerja tampa pamrih dan gemar menolong kesusahan orang lain.
Terkadang memasak jika uang supir dan kernek habis diperjalanan, karna kendala rusak mobilnya.
Untunglah Suaminya hanya cuek, dan bisa makan sudah Alhamdulillah, bagi Suaminya yang religius.
Untunglah ada juga tanah lebih satu hektar dia beli, walau sangat murah tapi harganya tak di tawarnya. Seorang buruh pelabuhan menjual nya untuk biaya pengobatan kakaknya yang sakit.
Sewaktu di pecat Pamannya syukurlah ada Cina yang bantu modal menjual alat bangunan, Yang Maha Kuasa sangat menyayangi Amira dan selalu membantunya.
setidaknya tanah yang lebih satu hektar dia tidak jual, lebih memilih mencari penghidupan di kota lain, dengan banyak kisah yang menyedihkan awalnya. dan akhirnya memiliki modal menjual barang campuran dan kanvas dari kios ke kios dan dari pasar ke pasar.
Karna toko bangunannya hanya bertahan empat tahun, dengan bantuan bos cinanya itu harus gulung tikar, sangat banyak proyek macet dan akhirnya tokonya macet.
Setelah tiga tahun lagi berusaha di kota lain membuka usaha campuran dan akhirnya macet kembali, karna banyak nya kanvas campuran yang masuk mengacaukan harga.
Pada akhirnya Suami nya berakhir menjadi karyawan perusahaan di kota saat ini, sudah delapan tahun bekerja sebagai karyawan.
Amira banyak melakukan sampingan seperti buka kios campuran, dan mencicilkan pakaian, dan juga ambil pekerjaan job manajer sekali - kali di saudaranya.
__ADS_1
Adiknya Surya mau buka PT juga, dan memanggil Kakaknya membantunya, dengan join mitra bos adikku Yudi, yang sudah seperti adik kandung Ibu Aliyah.
Memberikan posisi yang sangat penting bagi adikku di perusahaannya.
Yudi menjadi tangan kepala manajer, tapi Yudi keluar karna waktu itu perusahaan Pamanku lagi memperbaharui Ijin IUP nya.
Ibu Aliyah sangat kagum dengan adikku Yudi yang berparas sangat tampan, di siplin dan cerdas. Ibu Aliyah sangat penasaran dengan sosok ku, karna adikku Yudi telah memujiku.
Adikku berkata kepada Ibu Aliyah, Kalau kami bertiga adik laki - lakinya, walau di gabung kami bertiga, tak akan mampu mengalahkan kecerdasan dan keberanian kakak ku,
Dia ahlinya dalam komunikasi, dan tak ada manusia pun yang di takuti kakak ku, kecuali yang Maha Kuasa.
Mau lihat Singa Betina sesungguhnya lihatlah Kakakku, dan cobalah kita minta jadi manajer kita, semoga dia mau karna tak ada yang bisa mengaturnya."
Begitulah adikku Yudi selalu membanggakan ku, bahkan waktu anakku liburan di perusahaannya.
Diapun memujiku di depan semua karyawannya. kalau ini adalah keponakanku, dan Mamanya ini adalah Kakak ku, dan mau tahu Mamanya dia adalah sosok Singa Betina, jika kami bertiga pun di gabung dengan saudara laki - laki ku , kami tak ada apa - apanya.
Amira sangat tersentuh dengan adiknya Yudi yang menghormatinya dan menyayanginya.
"Adikku ternyata di dalam diam mereka, sangat mengagumi sosok Kakaknya yang bandel dan Ibu Aliyah pun mencoba memintaku membantu adikku Surya, atas saran Yudi adikku. Karna ibu Aliyah mau menjadi Mitra adikku, di PT yang ingin di rintis nya.
Semoga apa yang di cita - citakan adikku Surya terwujud, niat Kakakmu ini hanya untuk lapangan pekerjaan, dan ladang amal karna Amira tahu, kalau hidup hanyalah sementara dan berbuat baiklah selagi anda masih bernafas, dan bisa melakukannya."
Dan untuk pertama kali Amira kerja menjadi manajernya, Ibu Aliyah sudah merasakan betapa beraninya Amira mengaturnya.
Itulah Amira selalu bertindak sesuai kata hatinya, yang tak akan silau dengan harta dunia, berani adu argumen tak melihat kamu siapa, di otaknya hanyalah keadilan dan kebenaran dan tanggung jawab.
Dia tak akan membuat timnya terluka, walau dia pun banyak menahan luka.
Tapi jika kamu bengkok dan tak sepaham dengannya dan cenderung menghancurkan perjuangan. Amira, maka dia tak akan segan menentang mu di barisan paling depan, dengan suara yang lantang, yang akan membuatmu bergetar, dan tak bisa berkata apa - apa.
Walau adiknya Ana selalu salah faham dengannya, menganggapnya mata duitan Karna sering meminta pertolongan padanya, dengan meminjam uang, padahal banyak utang adiknya Surya yang ingin dia bantu bayarkan, dan kehidupan Amira memang lagi sulit juga, minus dagang mencicil pakaian dan membantu satu keluarga agar hidup lebih baik, dengan uang yang tak sedikit.
Walau tak seberapa dia minta pada adiknya tapi membuat adiknya salah faham, biarlah waktu yang mencerahkan hatinya. Karna Amira sangat lemah di adik perempuannya, jika dia pria mungkin sudah di terjangnya, seperti Yudi dan Ahmad adik bungsunya, yang sudah merasakan pukulan Amira.
Semoga semua akan baik - baik saja sesuai harapan Amira, dan adik - adiknya tetap rukun dan sesekali mengalah untuk keharmonisan mereka bersaudara.
Oh ya, kita kembali lagi di cerita awal adiknya Surya yang ada di dalam rumah sakit.
Di dalam ruangan rumah sakit, ketiga kakak perempuan itu pun, mengurus adiknya dengan sangat baik.
__ADS_1
Bersambung.