Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 35. Mama Tahu Lokasinya Itu Ekstrim.


__ADS_3

Rumahku gaduh lagi dengan suara Mamaku yang mengomel dan nyerocos yang sudah jadi bakatnya sebagai ibu rumah tangga dengan nada ancaman.


"Awas jika kamu berani pergi ke acara Pramuka tidak jelas itu, kamu ini masih kelas empat SD, masih kecil kenapa gurumu itu bod*h sekali, mengadakan acara bermalam di atas gunung yang harus melewati hutan, sungai. Mama tahu lokasinya itu ekstrim."


"Dan bla bla bla terus mengomel, Apa dia belum mengenal anak nya ini dengan baik, mengatakan guruku bod*h lagi, sedangkan dia juga guru. Apa mama pikir aku diam Karna omelannya masuk di otakku, Apa mama tak tahu kalau aku cuma menunggu dia lelah mengomel kemudian pergi ke dapur terus aku kabur. aku diam mama karna aku tak mau menentang mu Karna jika aku mengeluarkan satu kata, jawabannya sepuluh kata dari mu mama, makin panjang jadinya ceramahnya. "


Mamaku mengomel dan akupun menjawabnya dengan mengomel juga, tapi hanya dalam hati.


Akupun berwajah sendu agar ibuku pikir aku kalah, padahal ini adalah cara licik ku agar dia berhenti berceramah dan aku kabur.


Akhirnya Mamaku lelah mengomel dan Ayahku belum datang.


Beliau masuk dan akupun kabur mengayuh sepedaku.


Aku selalu tak takut resiko, dan selalu memikirkan resiko di belakang saja, yang penting aku happy.


Sampailah aku ke sekolah tak lupa berkas persetujuan orang tua aku tanda tangan sendiri, seolah dapat ijin.


Ada bus menunggu depan sekolah kamipun naik, dan kami di absen satu satu kemudian di suruh duduk rapi dan di suruh berdoa kemudian mobil berangkat.


Sekitar satu jam perjalanan baru sampai, Ada enam guru yang menyertai kami.


Kamipun turun dari bus dan mulai berjalan jauh masuk ke dalam kebun yang bersih, melewati kebun durian, sungai kecil dan terus mendaki gunung dan sampailah kami di bukit yang gundul yang terdapat rumput di atasnya. tapi tidak panjang sangat rapi, sepertinya terawat karna sering ditempati sekolah lain berkemah.


Guru mulai menyuruh kami makan, membuka bekal tentu saja aku tak ada, sedangkan uang tak ada karna aku kabur.

__ADS_1


Temanku sangat baik membagi makanan nya denganku, karna banyak dia bawa makanan.


Dua jam berlalu, aku melihat Ayahku berlari ke arahku.


Aku pikir beliau marah dan menarik ku pulang.


Beliau hanya bawakan aku pakaian ganti, selimut, sarung, jacket, autan dan banyak Snack dan biskuit juga makanan di rantang dan uang yang cukup banyak,


"Apa ayahku pikir ada kios di sini, tapi aku mengambil saja apa yang dia kasih, tampa memarahiku beliau meninggalkan aku.


Ayahku meninggalkan aku, dan pergi ke dekat guruku, dan sedikit berbincang kemudian pergi sambil melambaikan tangannya kepadaku.


Ayahku selalu saja perhatian padaku, selalu membelaku walau kesalahan ku sangat fatal, begitupun Arul, mereka selalu membelaku dan sangat peduli padaku.


Arul dan Ayahku begitu baik dan selalu membela dan menyayangiku, walau aku bandelnya minta ampun.


Akupun menangis pilu, kenangan Ayahku yang sudah meninggal dunia dan kenangan Arul begitu menyiksaku saat ini, Aku sungguh sangat melukai hati mereka. Akupun menangis tersedu sedu, hatiku begitu sakit dan sangat merindukan mereka.


Yang Maha Kuasa membawa Imram dalam kehidupanku, membiarkan hatiku menyayangi nya seperti rasa sayangku pada Almarhum Ayahku dan Arul, dan memberikan pembelajaran berharga kepadaku jika sangat menyayangi orang seperti kasih sayang Ayahku dan Arul kepadaku,


Apakah mereka tidak sedih dan terluka jika di tinggalkan tanpa komunikasi yang baik, seperti yang aku lakukan kepada mereka berdua yang teramat aku sayangi. Almarhum Ayahku dan Arul, mereka sangat sedih kehilangan aku dan Yang Maha Kuasa memberikan aku pembelajaran tentang Arti ditinggalkan.


Siapa Imram, mengapa sangat sakit kehilangan dia ?


Di saat aku ingin melakukan hal yang sama lagi, menjadi pengecut di saat semua keluargaku yang aku sayang kesal padaku, dan membuatku putus asa dan mau kabur lagi. Yang maha kuasa membawa Imram ke dalam kehidupanku, dan mengajarkan arti di tinggalkan karna kesalahfahaman.

__ADS_1


Barulah aku menyadari pelajaran berharga, kalau aku sangatlah jahat dan menyakiti hati Ayahku, dan Arul meninggalkan mereka karena kesalahfahaman, dari ku yang sepihak tampa mencari solusi. Akhirnya menyakiti hati kedua kesayangan ku itu.


Rasa sayang yang Maha Kuasa tumbuhkan di hatiku seperti rasa sayangku kepada Arul dan Almarhum Ayahku, untuk Imram yang memiliki jiwa peduli, baik dan tulus dan selalu membelaku walau aku tahu aku salah, seperti itulah cerminan pribadi Arul dan Almarhum Ayahku.


Dan menyadarkan aku jika ada masalah seperti ini, walau badai sebesar apapun aku harus tetap harus sabar dan tegar, Karna badai tak selamanya akan badai, pasti ada juga ketenangan sehabis badai.


Tidak melarikan diri seperti seorang pengecut dan menyakiti hati orang orang yang menyayangi kita, dan berakhir dengan penyesalan yang tak berujung.


Akupun bangun dari tidurku, mengambil air wudhu dan shalat Sunnah taubat meminta ampun kepada yang maha kuasa, dan mendoakan ayah dan Arul akan bahagia dan baik - baik saja, begitu juga dengan Imram yang terlanjur aku sayangi. Memohon kepada Yang Maha Kuasa agar ketiga kesayangan aku itu, memaafkan aku.


Semoga aku bisa sabar dan tabah dengan cobaan ini, dan semoga aku menjadi manusia yang lebih baik lagi. Walau saat ini mereka bertiga tak ada lagi bersamaku. Amin 🤲.


Trima kasih Ya Allah, Engkau begitu menyayangiku, memberikanku kesedihan dengan banyak pelajaran hidup di dalamnya, yang membuat aku semoga bisa lebih kuat lagi. walau hanya sendiri berdiri melawan badai, dan harus tetap tegar, walau Yang Maha Kuasa tahu hatiku selembut sutra dan sangat rapuh, Aku yakin akan ada selalu jalan untukku Amin 🤲


Akupun mencoba membersihkan hati, mencoba menghilangkan penyesalan yang tak berujung, dan yakin Ayahku dan Arul akan sedih jika melihatku sedih, Karna aku tahu mereka begitu tulus kepadaku, dan sayang padaku.


Hatiku pada Imram akan segera sembuh jika bayang - bayang penyesalan aku hilangkan dalam hati, dan berusaha untuk selalu meminta maaf pada anak baikku itu, yang tak bersalah dan dia hadir ke dalam hidupku hanya sebagai pembelajaran hidup.


Semoga kamu kuat nak Imram menghadapi ku, Karna Ibu pejuang tangguh, tebal muka dan bermental baja, akan selalu meminta maaf padamu sampai hatiku ini percaya jika nak Imram tulus memaafkan ibu.


Ibu punya insting yang kuat, aku tahu hatimu masih kesal dan kecewa pada ibu, jadi siaplah ilfeel pada Ibu, yang sebenarnya sangat cuek dan mahal ini.


Apa kamu tahu nak, ibu tahu kok, kalau Ibu adalah orang paling bego menghadapi mu nak, dan tak tahu malu.


Tapi Jika hatimu telah bersih kembali kepada Ibu, Aku yakin kamu pasti menertawakan ibu, yang sangat konyol hanya kata maaf agar hatimu menerima dengan tulus, ibu rela mempermalukan diri sendiri.

__ADS_1


Jangankan dirimu nak, ibu pun Ilfeel pada diri sendiri nak, tapi kehadiranmu nak sungguh membuka luka kenangan ibu bersama Ayahku dan Arul. Dan mengakui kalau aku bersalah kepada kedua kesayangan ku itu. Semoga kalian bertiga memaafkan Ibu. Amin 🤲


Bersambung.


__ADS_2