Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 99. Mereka Sungguh Bidadari Syurga.


__ADS_3

Okey My Readers lanjut ke cerita Amira yang


sedang terharu, mendengar kata - kata Ayahnya, yang mau membantu Amira bayar utangnya, yang penting tidak mengulanginya lagi.


Amira terdiam.


Melihat anaknya terdiam dan menatapnya dengan tatapan sendu, Ayahnya menjadi lebih kepo lagi, karna Ayah berpikir bahwa dugaannya benar.


"Ayolah nak..terus terang saja Nak, Ayah tak akan marah kok."


Amira adalah pribadi jujur, dan tak suka bohong, jika anak yang suka bohong pasti mamfaatkan orang tuanya, tapi Amira hanya bandel jika ada orang yang butuh pertolongan nya saja, dan melihatnya sangat menderita. Amira sungguh tak tega. Akhirnya Amira pun berbohong. bahkan mencuri emas mama nya dan menggadaikannya.


Amira berkata.


"Amira tak ada utang kok Ayah, kalau ada pasti Amira bilang."


Ayah pun kembali kepo bertanya.


"Jadi apa yang kamu pikirkan Nak."


Amira pun langsung berdiri, takut Ayahnya bisa membaca pikiran Amira yang sedang jatuh cinta.


"Amira hanya lagi malas aja kok, bukan berutang."


Langsung kabur ambil buku, dan pura - pura belajar.


Amira sangat sayang Ayah, dia selalu baik dan tak pernah memarahi Amira, malah membantu Amira.


Pernah waktu itu aku waktu kelas dua SMA, sampai guling - guling nangis minta uang dua juta sama Mama, dan Mama berkata.


"Kasih tahu saya dulu untuk apa uangnya, "


Dan seperti biasa aku hanya selalu berkata.


"Tak usah kita tahu..?"


Mama pun berkata.


"Yah sudah, biar kamu menangis darah pun, aku tak mau kasih."


Ayah datang, dan hanya menyimak.


Tak lama Mama masuk kamar, dan aku masih menangis.

__ADS_1


Ayah pun keluar rumah, menaiki motornya.


Sekitar lima belas menit berlaku Ayah datang lagi, dan duduk di sampingku. Memberikan aku uang itu, dan berkata.


"Sudah nangisnya, ambil uang ini, jangan kasih tahu Mama mu yah."


Melihat uang itu, aku sangat senang, langsung duduk dan tersenyum manis menghitung uang itu. Ayah pun masuk ke dalam kamar Mama.


Ayah selalu jadi penolong terbaikku.


Sewaktu kuliah pun, Ayah selalu datang membawakan aku uang, Karna takut uang yang di kasih Mama ku, tidak cukup aku pakai, Bahkan aku semenjak remaja suka curhat dan bertanya tentang apa saja pada Ayahku.


Aku bertanya pada Ayah.


"Ayah apa dukun itu dosa besar yah Ayah."


Ayah menjawab.


"Kelebihan yang di miliki Dukun adalah kelebihan dari yang Maha kuasa Nak, yang di berikan pada hamba yang telah dipilihnya. yakni kelebihan bisa melihat Makhluk halus, dan berkomunikasi dengannya. Gunanya untuk mengobati hamba lain yang terserang gangguan makhluk halus itu juga. Jadi orangnya yang salah jika gunakan ilmunya untuk mencari keuntungan pribadi.


Contoh dia suruh makhluk halus sengaja ganggu seseorang, kemudian dia yang menyuruh makhluk halus itu pergi, agar orang itu sembuh, dan dia bisa dapatkan uang. Itu Dosa namanya. Karna setiap kelebihan dari yang Maha Kuasa gunanya untuk kebaikan nak, bukan kejahatan.


Ayah selalu sabar menjawab setiap pertanyaan ku.


Okey lanjut ke cerita pria yang ditaksir Amira yah.


Tampak di dalam rumah seseorang, banyak pria berkumpul di dalam rumah itu, yang ternyata rumah pria yang ditaksir Amira.


Banyak pria muda di dalam sana, sangat serius membahas sesuatu, Apalagi sih kalau bukan cewek.


Ada delapan pria muda berkumpul dalam rumah itu.


"Pokoknya aku harus dapatkan salah satu dari mereka, kalian tahu mereka bertiga cantik semua, Apalagi yang namanya Amira itu, dia sungguh cantik dan sangat manis."


"Oalah nduk...., bahas Amira yah dan adik - adiknya yah."


Ternyata Author lebih duluan sudah hadir di sana untuk mencari bahan ghibah untuk para geng ghibah nya, siapa lagi, kalau bukan My Readers nya.


"Wkwkwkwkwkwk..."


Amira berpikir pasti Author kesana lagi, cari berita terbaru, semoga saja Author nantinya mau berbagi ghibah nya juga denganku.


"Wkwkwkwkwkwk"

__ADS_1


Percakapan dalam.dunia halu pun terjadi kembali.


"Tenang saja Amira, pasti nanti aku bocorin ceritanya."


Kata Author langsung ngakak.


Lanjut ke cerita para pemuda tampan, yang teryata suka ghibah juga.


"Kamu betul Leo, Mereka sungguh bidadari Syurga untuk kita."


"Eeeh...Andi...jangan pede dulu kamu, pokoknya kita harus bersaing sehat mendapatkan salah satu dari bidadari Syurga itu."


"Kamu benar Anton, kita sudah berteman dari masih orok, karna kita lahir di sini. Jadi kita tak boleh bertengkar hanya karna masalah cewek, kita main terhormat, okey.


Sandi dan Andre saling menatap.


Tiba - tiba Author kaget, ada yang menepuk bahunya.


"Author...Aaahhhh.... itu Andre..pria yang ditaksir Amira...Aaaahhh...dia sangat tampan, Author ijin dong, lihat Andre nanti mandi."


Author langsung menjewer kuping salah satu My Readers nya, yang cari masalah dengan malaikat penjaga neraka.


"Apa kamu tidak lihat tuh, bawahan malaikat MALIK yang sedang berdiri jadi security, di depan pintu kamar mandi Andre, yang memakai pakaian Batman itu, lengkap buku dan pulpennya. Siap mencatat ahli neraka. Apa mau jadi ahli neraka, mau jadi stoker di sana."


My Readers pun bergidik ngeri.


"Author takuuut..."


"Makanya pikiran itu di jaga, Andre itu pria yang di sukai Amira, jika dia ngambek maka mampus lah, kita semua tak tahu lagi kelanjutannya."


"Sudah bertengkar nya, bukan kalian yang kami mau dengar, sudah jauh - jauh juga kita datang, bukan cari kalian."


My Readers cowok pun, ternyata sudah ada juga di situ, ikut nimbrung.


"Pria dan Wanita sama saja, suka ghibah."


Kata Author yang langsung ngakak sambil tutup mulut.


"Wkwkwkwkwwk"


Akhirnya mereka pun kembali serius mendengar percakapan pata pemuda tampan itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2