Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 80. Sayang Kemarilah, Ada Tugas Militer Untukmu.


__ADS_3

Ibu yang pemarah dan sombong itupun pergi dengan dendam membara. Amira sungguh tak peduli. Lagipula apa coba bukti dia mau nuntut, Apalagi Amira melihat dia tidak merekam apapun. Kalau mau menuntut ku, berikan bukti mu. Aku jauh lebih cerdas darinya.


Suami ku menatapku kesal.


"Aku sudah bilang sayang, biar aku tangani, sayang khan uangnya sayang, Apalagi tak ada bukti jika expedisi kita yang rusak barangnya."


Amira pun membela diri.


"Sayang... sudahlah aku tak mau berdebat, jika ibu pemarah itu, kita tak kembalikan uangnya, dia akan makin menggila dan merusak nama baik expedisi kita..


Tak apalah berkorban sedikit sayang, setidak nya aku sudah puas menguliti kulit wajahnya. Pasti orang sombong itu tak bisa tidur malam ini, muka cantik aku ini... yang sangat menggemaskan ini, akan memenuhi kelopak matanya."


Suami ku orang nya tak mau bertengkar, dia hanya meninggalkan aku, karna berdebat dengan ku. Dia tak akan bisa menang.


Waktu terus bergulir seperti biasanya, dan aktivitas juga berjalan seperti biasanya. Ibu pemarah itu tak nongol lagi.


Satu bulan berlalu dengan cepatnya.


Di pagi yang cerah, ponsel ku berbunyi kembali.


Di Zaman ku belum ada ponsel kamera, hanya ponsel jadul. Tak tahulah kalau orang tajir waktu itu, mungkin punya. Tapi pamanku saja yang juga tajir ponselnya juga jadul.


Akupun mengangkat telepon Pamanku.


Paman

__ADS_1


"Amira...ada itu paket bungkusan, aku kirim di travel nanti di antar kesitu. Ada itu pak brigadir jenderal di Rujab Pak Kapolda. Suruh Suami mu antar paket dari saya. Sudah ada keterangan di paketnya."


Amira.


"Iya Paman.


Itulah Pamanku, jika lagi ramah, sangat ramah tapi jika marah, dia tak akan berhenti marah, jika hatinya belum plong.


Perintah nya juga sangat banyak, dan di kamus nya hanya kata yes, Jangan sekali - kali anda mengatakan No. Tak apa No, tapi harus cerdik menghadapi Pamanku. Contoh yang aku lakukan hari ini. Nama nya saja Amira, suka buat masalah yang membuat Arul selalu kesal padanya.


Ada pepatah berbohong untuk kebaikan tak apa lah, yang penting tak merugikan orang lain. wkwkkwkwk."


Suami ku tercinta sudah mau keluar, sejak bekerja dengan Pamanku dia hanya romantis dalam kamar, katanya malu jika menciumku di luar kamar takut ada orang yang lihat. Sosok Suamiku sangat cuek, tapi penyayang dan setia, plus sangat sabar.


Tak lama pengantar paket datang, sebuah bungkusan yang tak terlalu besar. Entahlah apa isinya, dan tak mungkin khan kepo tanyakan di paman ku, sama halnya membangunkan Singa galak yang lagi tidur.


Aku pun memanggil Suamiku tercinta, Pria yang masih sangat tampan itu, mendekat padaku.


"Sayang...kemarilah ada tugas militer untukmu."


Suami ku pasti kaget lah.


"Jangan bercanda dong sayang, Apaan sih."


Aku pun memayungkan bibirku, minta kecupan. Dia kelihatan sangat tampan habis mandi. rambut yang sedikit gondrong basah habis kramas. Maklum lah tak usah di jelaskan yah. Pasti pada ngerti deeh.

__ADS_1


"Sayang jangan mulai deh, nanti di lihat orang, coba kita ke kamar, walau seribu ciuman kamu minta pun, pasti aku kasih."


Akupun menatap jengah, kalau bahas kamar dia ahlinya. Dan aku ratu bucin suka romantis dimana saja, kalau dikamar lain cerita. Aku suka dia mencium bibirku dimana saja. Biar di dapur kek, atau dalam rumah kek, di sudut mana saja, aku selalu minta kecupan walau hanya secepat kilat, memerintahnya adalah hobbyku. Aku sungguh suka memerintahnya, Suamiku adalah sahabat ku, dan aku memperlakukan dia seperti Arul.


Menggunting kuku ku, menyuapiku makan, menyuruhnya ini dan itu, dan suka mendengar curhatku, biar sepanjang apapun bab nya, dia adalah pendengar yang baik, seperti Arul aku.


Syukurlah dia sangat mencintaiku, pasti sangat menuruti apapun keinginan ku Aku benar - benar ratu dalam hidupnya.


Jika Arul aku kadang memaksanya, dan adu otot dulu, jika Suamiku dia sungguh ikhlas melakukannya padahal aku juga mau dia menolak ku, walau tetap aku akan menindasnya. Tapi di jaman awal menikah Suamiku pria yang sangat baik, dan mencintaiku melebihi dirinya sendiri.


Flashback Amira.


Jika saat ini, jangan coba - coba memerintahnya, akan debat panjang, daripada aku nangis Bombay dan walaupun aku ancam cerai, Suamiku saat ini, sangat senang melakukannya, dan berakhir dengan tangisan sepanjang malam dariku. Yang reda sendiri tangisanku, jika kecapaian tampa di bujuk, karna Suami ku, akan berubah jadi beruang kutub, yang sangat dingin dan cuek padaku.


Aku sungguh merindukan sosok nya yang dulu, saat ini aku mengenal dia sebagai penjahat yang berhati batu, kata kasar sudah terbiasa di lidahnya, putus asa dan keluhan adalah warna di hidupnya, dan dia suka membentak dan memaki, aku sudah hidup dengan iblis, bukan lagi malaikat yang berhati malaikat.


Aku terus bertahan dengan senjata air mata dan kenangan masa lalu, bahwa waktu itu dia sangat baik padaku, dan sangat menyayangi aku, dan menjadikan aku ratu di hidupnya.


Terjangan badai kesedihan satu kali menerjang ku, dari anakku


yang bungsu yang suka histeris dan memaki ku, di tambah pembelaan Suamiku dengan bentakan yang lebih menyakitkan lagi.


Mana dari keluargaku sendiri, Ibu dan saudaraku, yang hanya selalu salah faham dan marah dan sudah tak ada rasa peduli padaku, yang awalnya juga menyayangiku, Mana perjuangan ku, membantu perjuangan adikku yang tak ada kekompakan.


Aku sungguh di puncak kesedihan, dan aku hanya sebatang kara menghadapi nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2