Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 6. Sudah Bertengkar nya, Ayo Pulang Mandi.


__ADS_3

Akupun mulai berakting.


"Hai Mantili....Ayo hadapi aku...dasar wanita manja...!!"


Temanku pun, yang berperan Mantili, mulai berakting marah.


"Apa kamu bilang Laksmini...!! dasar wanita penggoda, jangan harap kamu menang dariku...!!"


Dengan nada kesal dipenuhi amarah.


Kami pun akting saling memukul tangan, dan kaki pun kami pakai, dan saling serang.


Cukup lama kami berakting memakai tangan dan kaki, saling memukul sampai kami kelelahan,


Kami pun lelah. dan berdiskusi lagi akting berikutnya..


"Laksmini nanti kamu kalah, dan terluka parah dan suami kamu bawa kabur kamu yah."


Akupun mengajarkan adegan baru kepada temanku yang berakting sebagai Mantili, dan kamipun melanjutkan pertarungan.


Kami pun berkelahi kembali dan aku pura - pura terluka parah, dan di bawa pergi suamiku


pergi. Dan kami pun duduk, menonton akting Arul dan kedua teman wanitaku.


Arul pun mulai berakting.


"Para istriku dan adikku Mantili Mari kita kembali ke kerajaan kita."


Arul pun mengandeng tangan kedua tangan teman wanita kami, yang berakting menjadi Istri Arul, dan duduk tampa adegan lagi. Aku yang memang ratu bawel dan suka membuat Arul kesal, mulai sewot.


"Hahahaha....hahahaha.....!!!!"

__ADS_1


Aku pun tertawa terpingkal.


"Arul aktingmu sedikit sekali..hahaha....Apa itu kok pulang. maunya tanya dulu kejadian apa yang terjadi dasar oon....!!"


Arul pun kesal dan mendatangiku dan langsung menerkam ku.


Seperti biasa aku adalah Tom dan Jerry dengan Arul. Kamipun saling menerkam dan sudah saling bergulingan, dan gantian saling menindih. Kadang aku di atas dan kadang aku dibawah. Rambut kami sudah penuh jerami padi.


Bukannya di lerai, teman - temanku sudah pada bubar, Karna sudah bosan melihat drama kami, jika menyalahkan ku, Arul membelaku, begitu juga aku marah jika ada yang menyalahkan Arul. mereka lebih baik membubarkan diri kalau aku sudah duel Karna malas melihat drama kami, sering melihat kami duel tapi lebih cepat juga baikan lagi malah tambah kompak.


Tak lama ada teriakan Mama Arul memanggil kami, yang masih saling terkam. Aku memang wanita, tapi aku sangat nakal, bahkan di sekolahku. Anak lelaki yang nakal sudah semua aku lawan dan ajak duel, dan aku tak pernah mau kalah, dan tahan pukulan dan punya gengsi yang sangat tinggi untuk menangis.


"Sudah bertengkar nya.....!!! Ayo pulang mandi...!!"


Begitulah ibu Arul, dia tidak pernah memarahi kami, dan pertengkaran kami sudah beliau anggap hanya kelucuan kami.


Dan seperti biasanya kami seperti kambing congek yang di cucuk hidungnya, langsung berhenti berkelahi dan bersama berlari pulang.


Rumah kami berdampingan. hanya dua saja. Rumah dinas pegawai Pengairan di kota tersebut.


Air waduk inilah yang mempunyai banyak pintu yang ada stir kincirnya untuk membuka dan menutup jalan air, yang akan mengaliri sawah - sawah yang ada di belakang rumah kami.


Terdapat pintu air lurus, dan ada ke kanan dan ke kiri.


Arul punya sumur besar di rumahnya , dengan


tempat mandi yang luas dan terbuka yang sudah di cor semen, untuk tempat kami mandi sambil bermain. Aku suka mandi di rumahnya. Aku hanya pulang ambil baju ganti dan berlari ke rumahnya kembali.


Sumur itu ada di dalam rumah Arul, sebelum masuk ke dapurnya. Akupun membuka


baju ku begitu juga Arul, Kami biasa mandi hanya pakai CD saja.

__ADS_1


Ibunya sudah menyalakan mesin air, dan krang air kami buka, dan air mulai memenuhi baskom besar, yang sudah ada di depan kami.


Aku pun dan Arul mandi dan bergantian timba air dan bergantian pula memakai sabun mandi. Jika lagi tenang kami sangat kompak, tapi jika lagi bertengkar kami akan seperti dua pegulat tangguh.


Aku memberikan shampo di kepalanya dan diapun melakukan hal yang sama. sambil tertawa kami saling meremas yang bukan rambut kami, saling berhadapan dan menggosok shampo yang mulai berbusa.


Tanganku meremas dan menggosok rambutnya yang berbusa, begitu juga Arul melakukan hal yang sama di rambutku.


Kami tertawa riang dan mulai gantian memakai timba, dan menyiram kepala kami


sampai bersih.


Kamipun memakai sabun mandi lagi secara bergantian, saling menggosok punggung kami satu sama lain, Kami memang Tom Dan Jerry kalau akur, sangat kompak tapi kalau lagi bertengkar saling menjambak dan adu skill silat buatan sendiri.


Selesai mandi, akupun berganti pakaian yang sudah ku bawa dari rumah, dan seperti biasa makan pun di rumah Arul, bahkan tidur siang pun bersama Arul. Kami sangat kompak dan sehati kalau lagi adem.


Kami pun tidur kadang hanya dengan satu bantal bersama. Mama Arul sudah menganggap ku, anak sendiri. Bahkan rambutku dia suka sekali, jika model pendek dan berponi katanya aku sangat imut dan menggemaskan. Makanya beliau yang selalu memotong rambutku jika panjang. Karna Ayah Arul yang sekantor Ayahku dan Mama Arul adalah ibu rumah tangga yang baik.


Ayahku Pegawai dan Ibuku seorang guru dan ada adikku 2 orang perempuan. Umur 5 tahun dan 3 tahun. Namanya Nia Dan Ana. Jadi aku lebih sering Mama Arul yang mengurusku.


Aku tinggal bertetangga dengan Arul dari usia lima tahun sampai aku kelas dua SMA, Orang tuaku membeli ruko bertingkat di tengah kota.


Tapi kami masih saling mengunjungi satu sama lain.


Flashback Amira.


"Mama...mama....mama...."


Tiba - tiba terdengar suara anak bungsuku memanggilku, namanya Patih, yang membuyarkan lamunan masa kecilku yang sangat indah.


Rumahku saat ini, adalah rumah dua lantai dan baru selesai pembangunannya, karna anakku kuliah di kota ini. Juga Suamiku pun pindah bekerja di kota ini. Sebagai Supir Di Perusahaan tambang batubara. Dia lebih senang bekerja pada orang lain bukan keluargaku, sedangkan aku masih kadang ambil job kerja, lapangan sebagai manajer di perusahaan keluarga.

__ADS_1


Akupun turun dari lantai dua rumahku ke lantai satu, untuk menemui anakku, yang ingin pergi mengaji, untuk memandikan dia dan memakaikan baju kemeja muslim.


Bersambung.


__ADS_2