Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab. 46. Kak,Sadar Posisi Kita.


__ADS_3

Bagi Bosnya Yudi seperti adik kandungnya sendiri. semua usahanya, Yudi lah yang dipercaya kelola. Karna paman Yudi adalah mitra Bosnya, dan paman Yudi adalah pengusaha terbesar dan terkaya melebihi Bos Yudi, hanya Yudi tak mau terikat dengan pamannya padahal adik Ayahku itu, satu satunya di beberapa propensi yang memiliki IUP tambang nikel yang ada pabriknya, walau banyak juga mitra luar negeri sebagai patner nya. Dan aku lama bekerja dengan pamanku.


Walau keluar juga.


Pamanku baik, pemberi motivasi yang terbaik, tapi lumayan juga pemarahnya, jika kita melakukan kesalahan sedikit saja.


Amira pun mengangkat telepon, dan berbicara dengan bos adiknya Yudi yang menjadi mitra adiknya, yang ternyata seorang perempuan..Dia juga cerdas seperti Amira, dan gampang faham dan mendukung Amira. bahwa yang di katakan nya, sangat benar.


Bahkan Pak Surya sangat marah kepada Kakaknya, Karna sudah mempertanyakan di mitranya tentang pembagian persen, dan tak boleh memasukkan orang lain, walau pun itu anak dan saudara nya, jika perusahaan sudah berjalan.


Karna manajement harus perintis yang harus mengaturnya, karna dia yang tahu seluk beluk bisnis itu dari awal, jika orang baru hanya datang dan tak faham. Hanya akan hancurkan perintisan dan perusahaan nya.


Dan menceramahi mitra nya, kalau bisnis adalah bisnis dan uang tak bersaudara. jika membahayakan perusahaan biar dia adalah pemodal yang terbesar daripada adiknya, dia sendiri akan Amira tantang.


Karna manajemen adalah segalanya di perusahaan, jika perusahaan memiliki manajemen yang tak di siplin maka pasti akan hancur.


Ternyata mitra adiknya adalah sosok yang luar biasa. Rendah hati dan cerdas, dan tahu aturan dia sangat mendukung keputusan Amira.


Tapi adikku Surya makin mengamuk.


"Kak, sadar posisi kita, memangnya kita siapa. Dia pemodalnya, iya sih saya memang ada dana, tapi tak seberapa dan dia berhak apa saja dengan kita, dan masalah persen berapa saja kita terima, ini saja pengurusan belum pasti sudah bahas pemasukan."

__ADS_1


"Surya, jika mau memulai sesuatu harus ada hitam di atas putih. masih mending saya masih bicara lisan, nanti kalau ketemu ibu haji itu, dia harus tanda tangan persyaratan kita.


Perintis perusahaan itu, tak main - main resikonya, tenaga bahkan nyawa kita pertaruhkan, dan aku tak mau adikku bekerja sia - sia, jika ini berhasil aku keluar yang penting kamu tidak di singkirkan, karena tak ada hitam diatas putih. Kalau tak pasti aku pulang dan kamu urus sendiri."


"Enak saja kita mau pulang....,selesaikan masalah yang kita buat Kak...!!! dengan pak dewan.!!!"


Teriak Surya kesal.


Aku tahu adikku ini sangat polos dan menjaga semua perasaan orang, tapi sedih juga jika dia di khianati, Karna dia sering diperlakukan begitu oleh orang lain.


Tapi maaf adikku, aku adalah Amira si ratu kepo, tak akan aku biarkan orang membuang mu begitu saja, jika usaha ini berhasil. Siapa suruh memanggilku, itu adalah kesalahanmu terbesarmu ataukah keberuntungan mu.


Surya selalu uring - uringan dan Amira hanya bodoh amat.


Malam harinya, datanglah beberapa tokoh masyarakat mendatangi Amira dan Surya.


Tampak wajah mereka tak puas, Amira hanya santai dan cuek.


Salah seorang tokoh mulai berbicara.


"Ibu Amira, Anda baru di propensi ini, anda tidak tahu pejabat - pejabat disini, Pak Dewan ini anak angkat kesayangan pak bupati, dan pak gubernur bahkan pak dewan ini keponakan pak bupati."

__ADS_1


Amira pun berkata dengan santai.


Bisa bapak perkenalkan nama bapak, kalau bisa semuanya agar saya bisa mengingat dan dari desa mana juga, Karna ada tiga desa di sini. yang berdekatan.


Seorang bapak yang berbadan tegap dan kekar tapi memiliki kharisma kuat pun berkata yang tadi mengaku sebagai Tim Sukses Pak Gubernur dan Pak Bupati di provinsi, mulai memperkenalkan diri.


"Saya Pak Iwan, saya adalah tim sukses pak bupati, dan pak gubernur, juga pak dewan khusus di kecamatan Ini."


Yang lain pun memperkenalkan diri, ada yang namanya Pak Dodi, Pak Uya, pak Ayat dan pak Marcus. Tampak juga pemilik rumah kontrakan yang ditempati Amira, Pak Hendra.


Mereka berada di satu desa tempat Surya ingin mengolah, mereka adalah semua tokoh masyarakat yang di segani di desa yang indah itu.


Amira cerdas, semua bapak itu kelihatannya membawa aura tak setuju dengan Amira, jadi untuk mendinginkan suasana hati sengaja Amira mengalihkan pertanyaan, agar mereka jangan fokus dulu sama kemarahan mereka.


Apalagi Amira memiliki wajah yang cantik dan menarik, pastinya yang namanya pria jika sudah mulai di rayu akan mulai melunak.


Amira tersenyum manis, dan semua tokoh pun baru menyadari kalau ibu Amira itu memang cantik.


Mereka mulai agak tenang, dan mulai tersenyum manis juga.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2