Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 52. Nak Belikan Nanti Bapak Mobil Yah.


__ADS_3

Di daerah yang indah ini, pemandangannya sangat indah, banyak kebun masyarakat namun tak di rawat dengan baik. Di desa ini penduduk banyak menanam cengkeh, kelapa, durian dan cabe kecil, dan memelihara walet.


Kelihatan ini desa makmur, tapi masih banyak masyarakat yang hidupnya di bawah garis.


Di desa ini masih ada masyarakat yang membeli beras itu adalah yang terindah, mereka bahkan mengharap Bantuan BLT yang


tidak cukup lima ratus ribu per bulan, untuk biaya hidup sehari hari. banyak masyarakat hanya jadi buruh tani.


Air mata ibu Amira mengalir membasahi pipinya. mendengar cerita warga, bahwa untuk membersihkan ladang saja hanya lima puluh ribu satu hari penuh, itupun mereka sampai tiga orang memintanya. Jadi uang lima puluh ribu pun di bagi tiga.


Sungguh membuat hati menangis pedih, mendengarnya.


Ibu Amira jadi membayangkan bagaimana anak - anak begitu senang di traktir Snack oleh ibu Amira. Bagaimana riangnya anak - anak mendapat uang lima ribu dari Amira, bagaimana senangnya anak - anak di traktir gorengan dan kue oleh Amira.


Ibu Amira mulai bertanya pada kepala dusun untuk mengumpulkan nama - nama, orang yang akan Amira bantu sembako.


Mulailah terkumpul nama - nama.


Ibu Amira mulai membeli sembako dan biskuit untuk di bagikan, Amira pun mendatangi rumah penduduk yang kebanyakan beralaskan tanah saja tampa lantai semen.


Disinilah Ibu Amira banyak meneteskan air mata, melihat kehidupannya yang selalu lebih dari berkecukupan. Tapi di sini saudaranya hidup begitu memprihatinkan. Diapun meratap dalam hati.


"Kasian Ya Allah saudara - saudara ku disini Ya Allah, berikanlah jalan untukku untuk membuka lapangan pekerjaan di desa ini. Amin "🤲.


Banyak juga yang ditemuinya Suami atau Istrinya yang lumpuh, ada juga yang buta matanya, sedangkan dia adalah Suami yang harus menghidupi anak dan istrinya.


Istrinya menjual lemper ketan yang di bakar, untuk kehidupan sehari - hari. Itupun untuk bayar SPP anak saja sampai nunggak beberapa bulan.


Amira sangat kepo dengan hidup seseorang dan selalu bertanya tentang apa kendalanya.


Mencoba membantu sebisanya.


Setiap hari Amira membeli lemper itu, sampai ibu itu malu datang tiap hari menjual lempernya.

__ADS_1


Tapi ibu Amira terus menyemangatinya agar selalu datang, dan Amira janji akan membelinya.


Tetangga sudah bosan Amira kasih lemper, jadi binatang seperti Anjing dan kucing pun menikmatinya. Tapi Amira menyembunyikannya agar ibu yang suaminya buta itu, agar tidak malu datang menjual lemper ketannya pada Amira.


Amira juga membantu membayar SPP anaknya yang menunggak, dan membantu uang untuk acara ulang tahun anaknya. Yang seumur hidupnya tak pernah berulang tahun, anaknya hanya satu. dan sudah sekolah di tingkat SMA.


Menyenangkan hati orang adalah misi nya saat ini, masalah usahanya mau berhasil atau tidak dia tidak berharap lagi, Karna dia tidak lagi urus ijin hanya urus bentuk negara, jadi daripada pusing lebih baik, dia isi kekosongan waktunya dengan berbagi dengan sesama.


Kerjanya hanya berkeliling membantu sesama yang membutuhkan, Amira sudah mulai di kenal masyarakat.


Bahkan ada sepasang orang tua yang membuatnya menangis seperti anak bayi, meratap dan menangis sejadi jadinya.


Mereka berdua tinggal di sebuah rumah batu, yang sangat kotor.


Baju mereka seperti tak pernah di ganti, sangat menusuk bau kencing mereka, Karna tak mampu lagi untuk ke kamar mandi.


Mereka punya anak yang mengurus, tapi mereka juga hidup di bawah garis ekonomi.


Bahkan kadang kedua orang tua ini kelaparan, jika anaknya berharap yang satu bawakan, ternyata mereka tak bawakan.


Hampir tiap hari, Amira datang memandikannya, dan membawakannya makanan.


Niat baik tak selamanya baik di setiap orang, kedua anaknya marah, dan melarang Ibu Amira mengurus orang tuanya, karna mereka malu dipikir tidak mengurus orang tua mereka.


Amira menangis harus berpisah dengan kedua orang tua yang mulai dia sayangi, Tim solidnya yang juga sahabatnya saat ini, menasehatinya.


Amira mengingat senyuman ibu itu yang tersenyum, melihat Amira memandikannya, menyisir rambutnya dan menyuapi dia makan. Senyum itu begitu bahagia, seolah anak sendiri yang merawatnya.


Bagaimana gemasnya Amira mendengar Suami ibu itu, minta Amira membelikan nya mobil.


"Nak belikan bapak nanti mobil yah "


Amira bukannya marah.

__ADS_1


Amira berkata lemah lembut, seperti bicara pada anak kandung nya sendiri yang berusia Balita. Amira berkata.


"Iya bapak, doakan kita sukses yah, kita akan bangun rumah ini, dan nanti aku belikan mobil lengkap supirnya yang antar bapak dan ibu kemana saja, bawa ke kota besar dan makan apa saja yang enak - enak, pokoknya kemana saja bapak mau pergi yah "


Bapak itu sangat bahagia mendengar kata - kata Amira.


Bapak yang sudah mulai pikun dan kembali menjadi seorang anak - anak yang seperti meminta mobil mainan kepada ibunya.


Melihat bapak itu tertawa dan tersenyum bahagia mendengar Amira mau membelikan dia mobil dan memperbaiki rumahnya, dia sangat senang ibu Amira mengatakan itu kepadanya.


Amira pun memeluknya sambil menangis sangat terharu melihat kepolosan bapak itu, yang sudah butuh anak - anaknya memanjakannya seperti dulu dia memanjakannya tapi apalah daya anak - anak juga punya banyak masalah keuangan. Syukurlah dia masih punya tiga anak yang bergantian membawakan orang tuanya makan.


Amira sangat sedih, harus menjauhi kedua orang tua yang sudah di sayangnya. Tapi Amira bersyukur sudah ada anaknya tinggal bersamanya. Bukankah anak kandung tetaplah yang terbaik.


Dia hanya bisa menatap rumah itu jika melewatinya, kerinduan melihat senyum kedua orang tua itu, begitu menyiksanya.


Air matanya hanya bisa selalu mengalir menahan kerinduan nya, pada kedua orang tua itu.


Kata cucunya kepada Amira, dulu sewaktu dua tahun lalu sebelum kakeknya menjadi pikun, dia selalu datang menemui cucunya.


"Cucu cepat telpon seorang Ibu yang akan datang mensejahterakan kampung ini, supaya dia cepat datang.


Hampir tiap hari dia datangi cucunya, tapi di anggapnya kakeknya pikun.


Cucunya berkata dalam hati.


"Ibu siapa dan mana nomer ponselnya ? ada ada saja kakek."


Amira berdoa semoga dialah Ibu itu, yang akan datang mensejahterakan kampung ini,


Karna Amira bukan manusia yang gila harta, dari kecil dia hanya bercita - cita menjadi orang kaya yang dermawan. Semoga Doanya Di kabulkan yang Maha Kuasa. Amin YRA 🤲🤲


Di sana juga Amira bertemu anak pria yang masih di bangku SMA, yatim piatu. Yang putus sekolah dan menjadi kuli harian untuk hanya memberi makan adik - adiknya.

__ADS_1


Mereka sangat senang dengan kedatangan Amira, walau membantu ala kadarnya, melihat senyuman mereka sudah membuat Amira bahagia.


Bersambung.


__ADS_2