
Maaf yah 🙏🙏🙏 My Readers baru nulis lagi, Author sangat sibuk jadinya dua hari tak menulis, hari ini Author tulis dua bab yah 🙏🙏 🥰 Agar My Readers sedikit terhibur.
Bantu Like, Vote dan Komentar dong, Author sangat terhibur dengan komentar My Readers 🥰 Yang membuat Author baper berat dan lebih semangat berkarya.
Beri komentar lagi dong, Author sangat senang membaca komentar nya 🥰🙏🙏
Makasih yah 🙏🙏. Sehat selalu, sukses selalu dan semoga bahagia selalu. Amin 🤲🤲🤲
Baca juga dong karyaku yang lain. Cinta yang tertukar 2. tambah seru lho ceritanya juga ketiga Karya ku, yang sudah tamat.
Love love You All ❤️❤️🥰
Flashback Amira kembali ke cerita Amira sewaktu kerja di expedisi Pamannya.
Okey lanjut ke cerita Amira dan Suaminya yang bekerja di expedisi Pamannya, yang mendapat tugas militer dari pamannya.
Amira pun berkata pada Suaminya.
"Sayang...Paket ini mau di bawakan di rumah jabatan pak Kapolda, Ada Pak Brigadir Jenderal menjadi tamu agung di sana. Entahlah apa isinya. Tak mungkin khan aku telpon mertua Adikku Surya, agar pak Kapolda mengenal kamu. Paling Bapak Kapolda lagi di kantornya lagi melaksanakan tugas, dan kewajibannya. "
"Sudahlah sayang...mana paketnya, aku juga siapa sayang, jangan lebay dong..."
Akupun memukul bokong Suamiku, dan memayungkan bibirku untuk di kecupnya.
__ADS_1
Seperti biasa dengan gaya nya, seperti mau mencuri mangga, dan melihat situasi telah aman. Suami ku pun, mengecup ku dengan cepat, dan segera berangkat, sebelum penyakit bucin parah ku kambuh, akan lebih menyulitkan dia.
Satu jam berlalu Suamiku datang lagi, katanya Pak Brigadir lagi keluar, Suamiku pun, meminta Nota penagihan expedisi yang belum di bayar, biasanya ada barangnya rusak jadi mau melakukan koreksi, atau sangat sibuk dengan bisnisnya.
"Sayang...Aku minta Nota dong, sekalian menagih, dan aku akan ke rumah jabatan Bapak Kapolda lagi, beberapa jam lagi ke depan."
Akupun memberinya beberapa nota tagihan.
Suamiku pun berangkat dengan motor buntut nya, motor bekas mertua pamanku yang tak dipakai ber merk Honda jadul buatan belasan tahun yang lalu, jadi sudah tiga kali ganti Surat pajak. per lima tahun, tapi masih bagus mesinnya, walau memakai stater kaki, untunglah di sebelah rumah tempatku, adalah bengkel Suami Tanteku, jadi gampang servisnya.
Dia adalah Suami Tanteku yang aku ceritakan baik hati itu, tapi sangat teguh pendirian, dan terkenal galak di keluarganya. Tapi bagi Amira, dia adalah paman yang butuh di manjakan saja, cuma orang di sekitarnya saja yang tidak peka, dan tak tahu mengambil hatinya.
Tanteku memiliki bisnis pakaian, di Mall terbesar di propensi pada waktu itu. Bahkan ada juga cabang di tempat lain. Kedua anak gadisnya membantunya menjual.
Pelanggan tanteku sangat banyak dari daerah luar kota dan dalam kota, selain sangat cantik, tanteku pintar memilih barang, dan belanja di Jakarta pun dia selalu melihat langsung barangnya, dan memilih sesuai seleranya yang selalu disukai langganannya, Karna Tante ku sangat ahli melihat barang yang akan laris manis.
Walau terkadang Amira kadang berbuat kesalahan, yang membuat Tantenya kesal.
Kayak Sore itu dia datang memarahi ku, karna Beliau baru dimarahi Ayahku, Karna di pikirnya Tante ku lebih menyayangi adikku Ana dan Nia, daripada Aku.
Begitulah Amira, Ayahnya adalah sahabat nya, dan teman curhatnya. Dan kasih sayang Ayahnya juga sangat besar kepadanya.
Tanteku duduk di depan ku, dengan wajah kesal.
"Nak...!! Kenapa kamu tega melaporkan aku pada Ayah mu, kalau aku pilih kasih kepadamu dan adikmu,. perasaan Tante tidak begitu kok. Ayahmu tadi memarahi aku, betul kata Paman mu, kamu sangat jago melapor, tak baik begitu nak, sama halnya kamu mengadu domba kami, jadinya kami tak akur dengan Ayahmu, kamu tahu khan bagaimana. Ayahmu kalau marah, kita seperti anak kecil di marahi, walau kita sudah tua begini.
__ADS_1
Kamu Sungguh Tega Nak."
Amira hanya diam mematung, Amira mengenal dengan baik Paman dan tantenya, pribadi mandiri dan tegas, menantang mereka
hanya memperburuk keadaan, setidaknya Tante tahu saja kalau aku ini lagi cemburu buta pada adikku, Karna aku pun menyayangi mu Tante, tapi Tante jika aku pergi menemui Tante, selalu berkata.
"Kenapa lagi kamu datang, apa lagi masalah mu itu."
Dengan wajah kesal, walau aku juga salah juga sih, suka pimjam uang dadakan jika tagihan belum terbayar semua, sedangkan ada kebutuhan mendesak.
Habisnya Paman ku, jika uang sudah di transfer, jangan harap memintanya lagi. Akhirnya Tante ku lah yang jadi korban peminjaman uang mendadak dariku, jadi wajarlah Tanteku kesal kalau aku datang, Karna ujungnya uang dan aku terus merengek jika tak dikasih, bahkan pernah gadaikan surat motor tanteku, "
"Wkwkwkkwk..."
"Author jadi gemas deeh sama Amira, pantas saja Tante mu kesal jika kamu mendatanginya, ujungnya duit sih."
"Iya nih Author, kalau kedua adikku khan, semua tajir, jika datang mereka akan belanja pakaian yang banyak, jadi Tanteku selalu bilang jika Ana dan Nia datang."
Ana...Nia...Kapan datang nak, sehat juga nak, ada barang baru lho nak sangat cocok dengan mu, Nanti malam makan di rumah yah...!!"
"Jadi aku khan cemburu buta Author, aku lapor deeh sama Ayahku, kalau Tanteku pilih kasih, Makanya hari ini tanteku datang ngamuk manja sama aku, dan aku tentunya tampa perlawanan dariku, hanya perlawanan dalam hati ku sih, tapi tak terdengar olehnya.Author, dan aku berharap Tante ku cepat pulang karna hanya akan sia - sia, berbicara dengan tembok seperti aku."
"Wkwkwkwkwk...Iya deeh...Author maklum."
"*Wkwkwkwk...begitulah percakapan kami di Dunia halu antara Amira dan Author."
__ADS_1
Bersambung*