
Amira tidak memiliki aktivitas pekerjaan lagi, dia meninggalkan pekerjaannya bersama adiknya, karna adik dan mitranya tidak menghargai dan menerima sarannya.
Rumah juga sudah di bersihkan Suaminya, yang bisa Amira lakukan hanya duduk dan mengingat awal pertemuannya dengan Imram.
Flashback Imram.
Sore itu, adikku menyuruhku membantunya menjaga tokonya, karna aku pulang dari tempat adikku Surya yang sedang berjuang membangun perusahaannya, di sebuah kota yang sangat jauh dari tempatku. Butuh 20 jam perjalanan mobil kesana.
Aku duduk di meja kasir tokonya, dan adikku membereskan barang jualannya yang baru masuk. Adikku menjual alat bangunan.
Masuklah sosok anak remaja yang imut dan manis, sepertinya ingin berbelanja barang.
Sosok anak yang Tampan, imut dan manis.
Diapun masuk dan duduk di depanku.
__ADS_1
Anak yang masih sangat muda tapi sudah memakai seragam karyawan seperti Suamiku. Sepertinya dia tidak jauh beda umurnya dengan anakku.
Dia mulai menanyakan barang, dan setelah itu membuat pesanan, dan aku buatkan nota dan menulis alamatnya.
Setelah itu dia melakukan pembayaran.
Akupun iseng menanyakan, kalau dia sangat muda sudah bekerja.
"Nak, kamu masih sangat muda, cepat sekali masuk kerja yah nak, apa tidak kuliah dulu.?Langsung tamat SMA yah.. langsung mendaftar disini. Hebat yah langsung diterima, tidak gampang lho masuk perusahaan ini."
Adikku yang sementara duduk di belakangnya, langsung menatapku tersenyum dan aku menaikkan alisku sedikit, sebagai kode baginya kalau ada korban baru yang menggemaskan.
Anak itu pun berkata.
" Iya Tante...Alhamdulillah, Saya tamat SMA mendaftar kuliah di kampus politeknik ini Tante, dan setelah kuliah dua tahun langsung magang kerja disini, dan sekarang sudah lulus kuliah dan resmi jadi karyawan, saat ini mau bangun kost Tante...."
__ADS_1
Jawabnya ceria, hatiku mulai gemas.
"Berarti kamu pintar dong nak, karna tidak gampang lho diterima di kampus ini, seleksi nya ketat dan ujiannya hampir semua hitungan dan bahasa Inggris harus bagus juga nak, waaahhh...hebat kamu nak, masih belia sudah mau bangun kost, Tante sangat bangga dan senang mendengarnya."
Dia pun menjawab dengan memperbaiki rambutnya, beberapa kali menyisirnya dengan kedua tangannya, rambutnya sangat bagus sangat serasi dengan wajah yang sangat imut.
"Aku ingin sekali mencubit pipinya, andai dia ponakan habis pipinya saya uyel - uyel. Anak yang sangat pede, smart, cool dan menggemaskan itulah gambaran pribadinya.
Jika punya pacar, terus anak ini putuskan hubungan dengan pacarnya, pasti pacarnya pun susah move on, dan harus cari psikiater jika diputuskan olehnya. wkwkwkk...akupun tertawa dalam hati, sungguh jauh pemikiran ku tentang anak baik ini."
Anak yang Imut ini pun memberi jawaban, pertanyaanku dengan santai dan cool.
"Begitulah kira - kira Tante..."
Akupun sedikit melongo mendengar jawaban ringkasnya yang padat dan percaya diri, aku bertambah kagum dengan sosok nya, rasanya aku lagi mewawancarai artis terkenal, rasanya ingin minta tanda tangannya. wkwkwk...akupun tertawa dalam hati. Baru mengenalnya dia sudah bisa membuatku ceria dan tertawa serta menghayal tingkat tinggi.
__ADS_1
Bersambung.