Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 31. Iya Mama, Kak Imram Sangat Baik Dan Tulus.


__ADS_3

Anakku Aryan mulai menasehati ku lagi seperti biasanya, jika salah satu dari kami ada masalah, Akupun yang biasa jadi Mama manja akan selalu bisa memberi anakku motivasi kapan pun dia membutuhkan dukungan dariku, begitupun sebaliknya anakku juga adalah seorang pemberi motivasi dan sahabat yang baik untuk Mamanya. Karna Mama adalah cerminan dari anaknya, dan begitulah aku mendidik anakku.


Aryan anakku tapi rasa sahabat bagiku, karna aku selalu mendidik anakku menjadi dirinya sendiri, dan bebas mengatakan apa saja tampa tekanan, jika salah aku selalu mengarahkan nya dengan bijak, dan penuh kasih sayang.


Dan membuatnya belajar tentang kegagalan agar bisa memperbaiki dirinya, jika ada sesuatu yang dia pertahankan adalah benar, aku hanya memberi saran jika dia menolaknya dan walau aku tahu dia salah langkah, aku hanya membiarkannya mencari jalan keluarnya sendiri, dan jika dia tetap menemukan jalan buntu dan salah langkah. Diapun akan meminta maaf dan menyesal dan sebagai Mama tapi rasa sahabat baginya, yang demokrasi dan penyayang, aku tetap memberinya motivasi. dan berkata kepadanya.


"Jika tak salah bagaimana mau benar nak, semoga menjadi pengalaman berharga untuk hidup lebih baik, dan Doa terbaik Mama akan selalu jadi milikmu anakku sayang."


Aryan pun memanggil ku kembali, membuyarkan kembali lamunanku.


"Mama jangan menyiksa diri sendiri Mama. kita harus move on Mama, Kak Imram sudah tak nyaman dengan kita, jangan dipaksa lagi Mama.


Mama harus mengakui kalau mama memang salah dan mau ikhlas menerima keputusan Kak Imram tak mau peduli Mama lagi.

__ADS_1


Kak Imram termasuk mantan Introvert sama denganku, jadi pikiran kami realistis. Ikhlaskan saja dia Mama, itu hanya menyiksa diri Mama sendiri sedangkan orangnya sudah nyaman dan bahagia di sana, jadi sama halnya Mama menyiksa diri sendiri."


Akupun tertunduk sedih.


"Kami sudah sangat akrab nak, dia sungguh sahabat yang sangat baik, Mama sangat kehilangan dia dan tak semudah itu mengikhlaskan dia apalagi melupakan nak Imram, padahal dia sudah mulai terbuka tentang dirinya, dan keluarganya nak, anak itu sungguh sangat baik sangat susah mama move on nak, Mama sangat menyesal membuatnya marah walau hanya salah faham tapi Mama sangat menyesal nak."


Aryan adalah anakku tapi dia pendengar setia dan pemberi motivasi dan nasehat yang bijak, Aryan sosok idealis dan realistis berpikir. Aryan adalah sosok sahabat sharing dan diskusi yang baik, waktu kenal Imram. anakku sibuk dengan kuliahnya dan sangat stres beradaptasi dan kecewa denganku, Karna membuatnya memilih dia kuliah di tempatnya yang sekarang, padahal cita - citanya mau keluar negeri kuliah tapi aku tak membiarkannya, Karna aku tahu jiwa anakku dan kekurangannya dalam bersosialisasi di masyarakat dan teman - temannya. Karna sifat cuek dan dinginnya, dan terlalu banyak aura positif jadi tak mau sembarang bergaul.


Aku trauma jika sakit, terkadang sakitnya parah, dan anakku pribadi tak mau merepotkan. Aku takut jika di luar negeri dia sakit keras dan sekarat, dan tak ada yang menolongnya. Karna Aryan hanya selalu mengandalkan Mamanya saja.


"Mama sudahlah, Aryan mau pakai ponselku Mama, sudahlah Mama, jika Mama selalu lihat chat Kak Imram, Mama hanya akan bertambah sedih."


Aryan pun mengambil ponselnya di tanganku.

__ADS_1


"Mengapa Imram, memiliki pikiran sempit tentang Mama, tak mungkin Mama paksa dia jadi anak angkat kalau tidak mau nak. Kamu tahu khan Mama sangat demokrasi sayang. Apakah dia tahu kalau Mama sangat sedih kehilangan dia, ? Apalagi tahu dia kecewa dengan Mama. Itu buat Mama sangat sedih, sedangkan dia seperti Arul bagi Mama nak, dan Mama sangat sayang dia."


"Sudahlah Mama, intinya Mama harus move on, dan lupakan Imram. Hanya itu jalan keluarnya, dan Mama harus berpikir realistis. Dan mau terima kalau memang Mama salah agar tahu diri, dan tidak ganggu lagi Kak Imram. Mama ini sudah tengah malam jadi Mama Aryan mau tidur, intinya lupakan Kak Imram dia sudah tak nyaman, jadi berhentilah Mama menyiksa diri sendiri karena orangnya sudah baik dan nyaman di sana, jadi Doakan saja Kak Imram selalu sehat dan bahagia.."


"Iya nak, Semoga Nak Imram selalu sehat dan bahagia. Amin 🤲 dan Mama juga harap kamu tetap sayang sama dia, tampa dia mungkin kita tak bisa lalui masa sulit kita waktu itu, makanya Mama sangat sedih kehilangan dia nak. Tolong tetap jaga hubungan baik dengan nak Imram, Anak itu sangat baik, sangat beruntung orang yang jadi temannya nak, Karna hatinya sangat baik dan tulus."


"Iya Mama, Kak Imram sangat baik, dan tulus. Tetapi aku mantan introvert, sama dengan Kak Imram jadi kami berdua punya pikiran realistis Mama dan cukup khawatir pada diri Mama yang terlalu mengutamakan perasaan daripada pikiran, Aryan yakin Kak Imram belum terlalu kenal Mama, tapi jika dia sudah mengenal Mama dengan baik hatinya akan sayang sama Mama sebagai sahabat terbaik seperti Aryan, dan jangan stres dan perbaiki pola makan. Okey...Love You Mama."


"Semoga yah nak, Karna rasanya sedih sekali Mama dia marah, seperti rasanya anak kandung yang marah sama Mama. Walau Mama tak pernah ambisi dan egois Karna Mama sangat menghargai privasi dan kenyamanan. Baiklah Mama akan berusaha move on nak. Tapi Mama sungguh sayang dia nak, dan nangis setiap mengingat kebaikannya kepada Mama, Nak Imram sangat berjasa pada Mama dan juga kamu nak."


"Iya Aryan faham, Mama Aryan sangat ngantuk."


"Iya deeh, tidur lah nak."

__ADS_1


Akupun berdiri dan berjalan meninggalkan kamar Aryan, dan turun dari tangga lantai dua rumahku, ke lantai satu, menuju kamarku.


Bersambung


__ADS_2