Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 115. Andai Bisa Semudah Itu.


__ADS_3

Maaf yah MY Readers ku 🙏🙏🥰🥰 yang cantik. Imut dan tampan serta menawan 🙏🙏🥰🥰.


Author mu ini sangat sibuk di luar kota. Mana jaringan sangat sulit, dan selalu mati lampu, jadi jaringan hilang 🙏🙏


Okey My Readers 🙏🥰 lanjut lagi ceritanya.


Bab 115.


Hari terus bergulir, akhirnya telah cukup dua Minggu telah terlewati.


Aku yang memang bandel dan selalu tak bisa menepati janji, jika berhubungan dengan anak baikku Imram. Aku masih selalu bandel menyapanya walau lama sekali menunggu dia membaca chat ku.


Aku selalu sedih seperti biasa, mengingat waktu dulu, anak baik ini begitu perhatian padaku. Saat ini rasa pedulinya telah lenyap hanya lah rasa kasihan yang tersisa pada aku yang berzodiak Sagitarius yang sangat mandiri, dan sosok yang sangat cuek, dan pemilih, serta gampang sekali ilfeel, tapi berhadapan dengan Imram, Zodiak sagitarius menjadi orang lain, sungguh sangat menyedihkan.


Kehilangan anak itu seperti kehilangan Arul dan Ayah di hidupku lagi, itulah yang membuat aku jadi paling goblok sedunia seperti ini.


Aku akui anak ini sangat lah baik, dia sangat perhatian pada kondisi anakku Aryan yang sakit, Imram selalu memberikan isi chat empati dan support terbaik untuk aku dalam merawat Aryan, Imram memang anak yang sangat baik. Wajarlah nak, hati yang Insya Allah bersih ini, sangat percaya padamu nak, walau kepercayaan darimu sudah aku tak dapatkan lagi.


Imram merasa hubungan kami tak natural, dan kaget dengan sikap ku yang begitu dekat dengannya, karna kami tak pernah lagi tatap muka, sejak Imram mengantar Aryan masuk apartemennya, di masa awal kuliah.


Aku pun berkata padanya, jika wajar lah dia seperti itu, karna tak pernah memiliki sahabat seperti Ayah dan Arul, dan belum dapat ujian yang paling berat dalam hidup, Apalagi Anak baik itu menjadi penolong terbaik, bukan yang di tolong.


Amira yang selalu menjadi penolong untuk banyak orang yang ditemuinya, dalam hidupnya, walau banyak hanya mamfaatkan dia saja, Amira selalu ikhlas dan tak pernah jera menolong.


Tapi saat ini dia pun telah di tolong dengan orang sebaik Anak baik bernama Imram, yang selalu tulus dan ikhlas membantu nya juga siapapun yang butuh pertolongannya, tampa memandang status dan siapa orang yang di tolongnya.


Bagi Amira, Imram sungguh hadir di saat Amira sungguh merindukan Ayah dan Arul, di saat titik terendah dalam hidupnya, dan Imram masuk ke dalam hidupnya, membantunya, memberi support, anak yang ceria, bawel, peduli dan sangat baik seperti Ayah dan Arul dan akhirnya membangkitkan kenangan dan rasa bersalah, penyesalan karna telah melukai hati Ayahnya dan Arul,


Jadinya melukai hati Imram yang sangat baik kepadanya, seolah menyakiti hati Ayah.


dan Arul kembali untuk kedua kalinya.


Rasa dekat inilah yang membuat anak baik ini sangat bingung dengan perlakuanku,


Biarlah waktu yang bekerja, mungkin memang aku harus bekerja keras untuk tidak chat anak baik itu lagi, membiarkannya menemukan orang baru dan melupakan aku.

__ADS_1


"Nah...!! Khan jadi mewek lagi Khan, Hik..Hik..Hik...Sangat sedih harus melepaskan Imram, seperti rasanya aku melepaskan Ayah dan Arul.


Ya Allah aku juga bingung. Mengapa begitu mudahnya hati ini menyayangi anak itu, ?


Begitu sangat spesial, seperti Ayah dan Arul bagiku.


Sangat sulit melepaskan anak baik ini, yang hanya selalu membuat ku sedih, karna kasih sayang ku pada Imram hanya menimbulkan terlalu banyak fitnah mengelilingi kasih sayang ku untuknya yang tulus, sebagai sahabat baik untuknya, dan akhirnya banyak pihak ketiga yang mempengaruhi nak Imram yang akhirnya membuatnya semakin salah faham kepadaku, serta memberi pemahaman yang salah, pada anak baik ku ini, yang akhirnya membuatnya takut dan makin meragukan ku.


Aku hanya bisa berkata padanya, jika waktu akan bekerja dan membuktikan jika aku selamanya hanyalah teman, dan sahabat yang baik untuknya.


Imram pun menjawabnya.


"Iya Tante biar waktu yang bekerja."


Dan Imram pun berkata kembali, dengan rasa empatinya.


"Jangan nangis - nangis terus Tante."


Aku hanya bisa bilang Amin 🤲🤲 Padahal kesedihan besar ini, karna anak baik ini selalu meragukan ku, salah faham dengan ku, tak nyaman dengan ku lagi, dan aku selalu jadi pasien setengah waras untuknya, yang pura - pura bodoh yang seharusnya sadar, dan ikhlas melepaskan anak baik itu, tampa memikirkan dia sama sekali.


Pasti dari dulu aku melakukan nya, sungguh sangat sulit bagi ku, bagi ku yang setia ini, jika sudah percaya pada seseorang sangat susah melupakannya, terlalu banyak air mata yang harus aku keluarkan untuk ikhlas dengan kepergian tiga pria terbaik ini dalam hidupku.


Mengingat Ayah yang selalu sabar dan selalu mendukungku, dan selalu membantuku, serta Arul dari umur lima tahun sampai kuliah selalu ada di dekatku. Juga Imram yang begitu mirip dengan Arul, sifat dan kepribadiannya dan sepasang mata yang begitu mirip dengan Arul juga rambut nya yang begitu mirip dengan Arul.


Setelah kepergian Imram, setelah lebih fokus memandang wajahnya di foto profil WA nya, baru aku menyadari jika Imram sungguh memiliki sepasang mata yang sangat mirip dengan Arul, bahkan rambutnya sangat mirip Arul, sungguh membuat air mata ini tak pernah kering karna penyesalan, seolah telah melukai hati Arul untuk kedua kalinya juga Ayah.


Serta mengingat betapa baiknya anak baik ini kepadaku, tapi canda bodohku menghancurkan kepercayaan nya padaku, dan membuatnya sedih yang akhirnya, membuat Imram sangat kecewa padaku, memberikan penyesalan luar biasa untukku. Serta penyesalan yang selalu bisa menguras air mataku, sampai bengkak, karna begitu sedih sudah kehilangan ketiga pria terbaik ini.


AYAH, ARUL DAN JUGA IMRAM.


Aku tahu ini balasan juga untukku, pernah melukai hati Ayah dan Arul, yang sangat sayang padaku,


Mengapa seseorang baru sangat berharga jika benar - benar telah kehilangannya ?


Bagiku Ayah dan Arul adalah sahabat yang sangat langka orang mendapatkannya, aku adalah wanita yang sangat beruntung pernah memiliki kasih sayang mereka yang tulus.

__ADS_1


Walau saat ini hanya menyisakan penyesalan yang luar biasa besar dan sedihnya, aku sungguh sangat menyesal.


Semoga aku selalu tabah dan sabar serta kuat menjalani semua ujian ini. Amin 🤲🤲🤲


Semoga Aku bisa ikhlas dan move on, dan mau menyadari, jika Ayah dan Arul tak akan pernah datang lagi padaku.


Saat ini hanya doa terbaik untuk Ayah, Arul serta Imram yang tak tahu apa - apa, harus menjadi korban kasih sayang hanya sepihak dariku.


Semoga anak baikku itu, suatu hari nanti mengingat ku, jika mengalami hal seperti ini, dan mau mengerti posisiku, kalau orang tulus, sesedih apapun, sesakit apapun tak mudah melupakan apalagi mau membenci.


Saat ini hanya move on, dan fokus pada hidupku sendiri, dan keluargaku. Walau banyak kesedihan, aku harus berjalan sendiri tampa ada bantuan lagi, walau sangat berat aku harus tetap semangat, dan berpikir positif dan berjuang lebih gigih lagi.


Saat ini, meskipun seluruh dunia ini berteriak padaku.


"MENYERAH LAH, KARNA KAMU TAK AKAN SANGGUP LAGI BERTAHAN."


Tapi hati terasa ada yang membisik.dan berkata.


"COBALAH SEKALI LAGI, AKU ADALAH TUHANMU, SAAT INI AKU BERSAMA DENGANMU"


Akupun menangis tersedu - sedu, bukan kah Sang Pencipta sangat menyayangi hambanya yang sabar, walau sudah berusaha yang terbaik, bahkan meruntuhkan semua harga dirinya untuk memperbaiki, walau banyak nya keraguan dan fitnah mengelilingi ketulusannya.


Baik untuk keluarga besar nya, dan keluarga kecilnya, baik untuk tim solidnya dan begitu juga untuk anak baiknya Imram, yang telah menghidupkan kenangan Ayah dan Arul, yang menjadi satu - satunya penolongnya, di saat dia merasa sebatang kara.


Tapi saat ini, Yang Maha Kuasa telah membisik di hatinya, kalau saat ini DIA sudah bersamanya untuk mengahadapi semua kesedihan yang menimpanya, dan tak memakai perantaranya lagi. Amin 🤲🤲


DIA Maha Kuasa, ku dan Maha Mengetahui kalau Aku sungguh telah sangat berusaha untuk memperbaiki semuanya, tapi yang Maha Kuasa jauh lebih tahu hati ku, dan saat ini DIA Maha Sempurna telah bersedia saat ini mendampingi aku melewati ujian kesedihan ini, dan aku sangat yakin bisa melewatinya. Insya Allah. Amin 🤲🤲.


Selalu ada yang terbaik, di atas yang terbaik. Insya Allah. Amin 🤲🤲🤲


Semoga kesedihan ini segera berakhir, dan kata - kata anak baik ku Imram yang mengatakan.


"Jangan nangis - nangis terus Tante, tak akan mewarnai hidupku lagi, walaupun harus kehilangan dia, serta ikhlas kan Imram membawa kenangan Ayah dan Arul bersamanya.


Biarlah aku simpan mereka bertiga dalam kenangan terindah didalam hidupku, pernah memiliki ketiga orang yang sangat baik dan tulus ini, dan mendoakan yang terbaik untuk mereka bertiga yang terlanjur aku percaya dan sayangi. Amin 🤲🤲"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2