
Akupun mulai membalas chat anak baik ku Imram.
"Maafkan ibu yah nak, telah membuatmu tidak nyaman dan bahagia. Andai waktu bisa di ulang, ibu walaupun di gaji berapapun tak akan mau melakukan nya, ibu sangat menyesal.
Maafkan ibu yang selalu menganggu kamu nak. Ibu hanya butuh maaf dari kamu nak. ibu susah melupakan kamu nak, Karna bagi ibu kita adalah penolong dan malaikat baik ibu, di saat terpuruk hanya kita yang peduli sama ibu. bantu support ibu, di saat cobaan terberat dalam hidup ibu yang seharusnya hanya air mata karna kamu nak, ibu bisa tersenyum melewatinya. Trima kasih nak atas semua bantuan supportnya nak, Ibu Demi Allah dan Rasulullah hanya ingin minta maaf nak."
Akupun memberi emoji tangan bersatu meminta maaf dan emoji kartun putri memakai kebaya dan mahkota, duduk dengan kedua tangan mengaturkan hormat dan meminta maaf.
Tak lama Sahabat mudaku Imram membalas chatku.
"Maaf Tante, saya juga tak ada niat buruk."
Untuk pertama kalinya hatiku sangat bahagia, sejak dua bulan bersedih, dan hanya selalu menangis mengingat anak baikku ini.
__ADS_1
Akupun tersenyum bahagia walau air mata tetap mengalir, tapi ini air mata kebahagiaan untuk pertama kalinya Imram menulis kata yang sangat menyentuh hatiku. Akupun membalas chatnya.
"Kita tak salah nak, Ibu lah yang salah. Anggap saja, bertemu Ibu adalah mimpi buruk mu nak, dan akan tergantikan dengan mimpi yang indah."
Imram membalas lagi chat ku, membuatku sangat bahagia karna anak baikku sedikit melunak, dan sungguh hatiku sangat bahagia.
"Tidakji Tante"
Namun hati kecilku tetap berkata, bahwa aku tetap sudah kehilangannya, rasa pedulinya padaku sudah tak ada lagi, dia hanya akan menjadi kenangan saja tak akan sama lagi, Karna aku tahu bintangnya, jika mengalami kekecewaan dan rasa trauma, dia akan menghindarkan dirinya dan tak mau mempercayai lagi, dan selamanya akan menjaga jarak denganku .
Akupun menangis kembali, meratapi nasibku yang malang. Mengapa kehilangan sahabat baikku itu begitu menyakiti hatiku, aku sungguh tidak ikhlas kehilangan sahabat yang sangat baik dan setulus itu.
Mengapa aku selalu harus tersakiti dengan orang - orang yang aku sayang dengan tulus, selalu berakhir dengan kesalah fahaman. Padahal niat ku tak ada sama sekali yang seperti mereka khawatirkan.
__ADS_1
Akupun mengirim puisi yang aku buat untuk dia dan Arul, walau dia baca tapi aku yakin dia benar - benar telah melupakan aku.
Ini sungguh melukai hatiku, aku begitu menyesal mengapa dia harus datang membawa kebahagiaan kepadaku. tapi meninggalkanku dengan banyak luka yang begitu menyiksa ku, aku seperti kehilangan anak kandung yang meninggal dunia.
Sungguh sangat sakit, dan membuang banyak air mata, Walau aku tak ada ambisi memilikinya, menjadi sahabatnya saja aku rela mengorbankan 1001 teman ku yang lain untuknya. Karna di saat semua orang melupakan aku, dia selalu ada mendukungku dan membelaku.
Cara bicara yang manja, bawel, peduli dan berwawasan luas dia begitu mirip Arul sahabatku yang entah saat ini aku tak tahu keberadaannya. Pribadi yang ada padanya sangat mampu membuatku bangkit dan melihat dunia ini seberat apapun cobaannya aku pasti bisa melewatinya, tapi kehilangannya sungguh sangat menghancurkan hati ku.
Rasanya kesedihanku terpusat padanya dan membuatku sangat hancur, dan melihat dunia ini sudah gelap gulita. Tak ada lagi cahaya terang yang terlihat.
Yang Maha kuasa sangat baik padaku, mulai meringankan semua masalahku. Semua menjadi agak lebih baik dan bisa aku lewati tapi aku harus menebusnya dengan harus kehilangan Imram sungguh pengorbanan yang begitu berat bagiku yang sangat menguras air mataku, jika mengingatnya telah melupakan aku..
Bersambung.
__ADS_1