
Lanjut ke cerita Pratama adik bungsu Amira yang bandel.
Pratama adalah sosok pebisnis handal, dia sangat pandai bergaul dan mencari loby bisnis. Hampir semua pemodal besar dia kenal, dia benar - benar sosok yang memanfaatkan nama besar keluarganya.
Karna sifatnya yang bandel dia banyak bergaul di dunia hitam propensi, hidupnya hanya di tempat kerja dan kadang bolos jika ada bisnis nya, dan tentunya dia tak mau bekerja di Pamanku karna Pamanku sosok tegas dan di siplin. Dengan prinsip waktu adalah uang.
Bosnya pun sangat menyayanginya, dia adalah mitra Pamanku. Dia juga punya PT penyewaan alat berat, sama dengan Yudi.
Pratama sangat pandai mencarikan bosnya bisnis ilegal, tapi bukan barang terlarang, hanya Pratama suka bermain bisnis tambang ilegal, kecil kecilan, menyusupkan di pelabuhan yang ada IUP nya.
Dia sangat ahli menyusupkan karna Pratama sangat pandai bergaul dan hampir satu preman propensi mengenalnya. Dia sungguh memanfaatkan nama besar, mertua kakaknya Pak Rahman, dan nama besar Pamannya yang memiliki IUP satu - satu nya di propensi. Apalagi besan Pamannya adalah mantan gubernur dua periode di propensi yang Pratama tempati.
Tapi Saat ini Pamannya menganjurkan Urus IUP agar resmi, supaya aman dari petugas, Karna sekarang Pemerintah memberikan kebijakan untuk mengurus ijin tambang, untuk menghapus penambang ilegal.
Jadi Pratama sudah mengurusnya, di bantu Mitranya yang tentunya banyak, Sisa Pratama yang memilih.
Pratama banyak memiliki koneksi di kalangan pebisnis tambang. Jadi mudah lah bagi Pratama mencari join bisnis.
Sifatnya yang royal dan suka traktir adalah hobby nya jadi jangan heran jika uang seratus juta, hanya habis dalam satu malam. Dia sangat mudah mendapatkan uang, tapi mudah juga menghabiskannya.
Pratama adalah sosok muka cor tembok yang berdinding baja, dan sangat pede.
Bertemu jenderal saja seperti bertemu teman sekolahnya. Bakat itu juga ada pada Amira, dia tak segan bertemu siapa saja, hanya Amira juga sangat lurus seperti Yudi, tak bisa bengkok. Lain dengan Pratama, yang sudah bengkok berputar ciri khasnya.
Pratama punya keahlian main judi, dan jarang
bisa mengalahkannya, sosoknya sangat terkenal di dunia gelap dan di tempat bar propensi.
Sewaktu SMA saja, dia punya banyak anak buah, bahkan masih SMA bisa membelikan teman - temannya ponsel mahal, dan pakaian ber merk. Pratama sosok pecinta barang mewah jadi jangan heran, walau pakaian dalam harus dari merk terkenal. Apa yang ada di tubuhnya ? harus barang ber merk.
Pratama ini jago main judi online, bahkan pernah mendapat hadiah mobil Avanza
Tapi Pratama kembalikan mobil Avanza itu pada pemiliknya Karna pemiliknya sendiri yang mempertaruhkan nya, dan kalah main judi dan menganggap remeh kemampuan judi adikku. Seharusnya Pratama mengambilnya tapi tidak dia lakukan.
Dibalik sosoknya yang bengkok dia juga masih memiliki hati nurani.
Ibuku sangat stres di buatnya. Di jaman sekolah Pratama.
Tabungan ibuku puluhan juta habis di ambil tampa permisi.
__ADS_1
Jadi malulah Mama tercinta di kasir bank. Rencana mau tarik saldo sejuta, kenyataannya kata kasir bank.
"Maaf Bu, Saldo anda hanya seratus ribu."
Hampir Mamaku pingsan, di buatnya, saking malunya."
Dengan emosi meluap pulang kerumah dan cari cabe kecil.
"Biasa lah andalan mama ku dari dulu, jika menghukum anaknya yang bandel."
Pulanglah Pratama ke rumah dan habis pulalah mukanya, jadi cobek ulekan rica oleh Mamaku.
Pratama pun ke tempat cuci piring, biasa cuci muka pakai mama leman botol.
Mamaku sudah memukuli punggungnya. Mana kepedisan, mana tangkis pukulan.
"Selamat berjuang adikku tersayang, itulah definisi kasih sayang Mama kepada kita anak - anaknya."
"Kamu sungguh tega, menghabiskan uangku, mana malunya aku di bank, kamu sungguh sangat bandel, mengapa Yang Maha Kuasa memberiku anak seperti kamu."
"Begitulah Mamaku yang selalu menyalahkan Almarhum Ayahku dan Yang Maha Kuasa."
"Siapa suruh kalau saya minta uang Mama, bilang tak ada, padahal ada. Padahal kita guru Agama lho, kenapa berbohong."
Begitulah Surya tak pernah salah.
Mamaku semakin naik tensi darahnya dan terus memukul Pratama. Adikku hanya bisa menangkis, sambil mencuci wajahnya yang kepedesan.
Jika Adikku sakit karna demam akibat lelah di pukuli, Mamaku pun memberi dia lagi obat di bidan, dan terus mengomel.
Bahkan motor baru, pun raib, alasan adikku, di curi padahal Pratama jual.
Di belikan lagi motor besar. seharga empat puluh juta cash, mungkin sudah puluhan kali mamaku tebus, karna selalu di gadai Pratama kadang dua juta dan kadang tiga juta.
Amira tak pernah pusingkan hal itu, asalkan jangan membentak Amira, sudah dua kali Pratama Amira terjang, karna dia mendapat bentakan dari adiknya.
Walau Amira juga menyesal memukul adiknya dan merengek lagi pada adiknya meminta maaf.
Amira sosok bucin dan penyayang. Dibalik sifat kerasnya dia sangat sayang adiknya, bahkan sangat manja peluk dan cium adik prianya.
__ADS_1
Jika di kedua adik wanitanya, Amira cenderung mengalah. Karna mereka berdua sosok pendiam dan cuek jadi jarang ada bahan pertengkaran.
Hubungan Amira juga lebih akrab dengan adik prianya, karna Amira sosok tomboy dan ceria
Jadi tak nyambung dengan adik perempuannya yang pendiam dan cuek.
Pratama suka foya - foya, jika habis uangnya semua bisa dia jual, bahkan rumah pun pernah dia carikan pembeli dan warisan tanah dan lainnya.
Jadi Mamaku harus selalu ada uang untuknya. Kedua gaji PNS pensiunan amblas, pemberian adikku yang lain juga amblas, Mamaku sangat kere sewaktu Pratama masih dalam tanggung jawabnya.
"Sungguh kasian dirimu wahai Mama, aku yang kecilnya sangat bandel, tapi dalam kebaikan. Jika anak bungsu mu Mama, bandel tapi dalam dunia foya - foya dan judi online.
Semoga kamipun kelak bisa membahagiakan mu Mama, dan akan selalu mendoakan mu, Mama masuk Syurga bersama Ayah dan kami anak - anakmu Mama, yang selalu ada juga dalam Doa mu Mama, agar kami bersaudara juga masuk ke dalam Syurga mu Ya Allah. Amin Yaa Rabbal Alamin 🤲 Semoga Allah mengabulkan. Amin 🤲"
Lanjut ke cerita Pratama.
Sekarang Pratama sudah dapat gaji dan penghasilan yang bagus, mau menikah lagi dengan wanita yang tak tahu asal usulnya.
Mama Amira menelpon.
Mama Amira
"Pokoknya Mama tidak mau, adikmu itu baru berusia dua puluh empat tahun, masih muda kasian dia dapat janda, ada anak nya lagi, kalau dia dari keluarga tak mampu, tak apalah karna Yudi juga sudah menjalaninya, intinya jangan menentang Mama, pokoknya Mama tidak mau, awas kalau kamu bela adikmu Amira.!!!."
Kata hati Amira berkicau.
"Mama tersayang, Amira sudah biasa mendapat kan terjangan badai kemarahan mu Mama."
Amira
"Mama anakmu itu memang karma nya jelek Mama, dia selalu mempermalukan Mama, jadi jika jodohnya wanita seperti itu Mama. Itu sudah takdirnya, lagipula Pratama seorang pria mapan, bukan dia yang dikasih makan, tapi dia yang menafkahi "
Mama Amira
"Sudah Amira, Mama tak mau tahu, Pokoknya Mama tidak mau."
Amira pun mulai menggunakan bakat alaminya merangkai kata, untuk meluluhkan hati Mamanya.
Bersambung.
__ADS_1