
Untuk sesaat aku terhibur dengan hadirnya Imram yang begitu mirip Ayah dan Arul yang selalu aku rindukan di setiap tangisanku. Aku sungguh percaya bahwa aku menemukan sahabat baru, dan semangat baru untuk bangkit, tapi Iblis berhasil mengambil Imram dariku, membuat malaikat baik ku itupun tak percaya padaku, sungguh sangat menyakitkan.
Mengingat kesalahan masa lalu pada Ayah dan Arul sungguh membuat ku depresi, di tambah kesedihan kehilangan Imram anak yang sangat baik hati, yang juga salah faham denganku. Padahal dia adalah penolong ku.
Yang Maha Kuasa menghadirkan Ardi dalam hidupku kembali, yang hanya terus larut dalam kesedihan yang tak berujung.
Ardi sungguh sangat sabar menghiburku, dia sungguh memperlakukan aku seperti adik kecilnya.
Kata - katanya sungguh menenangkan hati ini, dia sungguh tak menganggap aku nenek tua, dia sungguh memanjakan ku, seperti adik kecilnya, dan aku selalu terharu dengan kata - katanya.
Anak yang sangat muda, tapi cara bicaranya seperti seorang Abang yang sangat sayang pada adiknya. Aku merasakan kehadiran Arul dan Ayahku, dan Imram, kembali dalam dirinya..
Aku tak mau mempercayai anak ini, aku bahkan mencoba mengacuhkannya, tapi sungguh anak itu, selalu menanyakan kabarku, memberitahu kegiatannya, Yang Maha Kuasa telah memberi Ilham di hatinya untuk menghibur hati yang sudah hancur berkeping ini.
Dan dua bulan kehadiran Ardi, mulai mengobati luka hati ku, sedikit demi sedikit dan bisa membuatku percaya satu kali lagi, jika masih ada yang peduli denganku, dan mau menjadi sahabat ku, walau aku adalah nenek tua yang punya banyak masalah.
Anak bungsu Tim Solidku di Pantai Peyi, Orang Tuanya sangat akrab denganku, dan adikku Surya. Tiap hari aku selalu di rumahnya. Dia Tim solid terbaik ku yang di segani di daerah itu.
Ardi yang mandiri, memilih kerja di perusahaan tambang, daripada kuliah padahal orang tuanya sangat mampu menyekolahkannya. Hanya Kakak perempuannya yang kuliah.
Ardi walau di kota lain denganku dengan jarak
__ADS_1
puluhan kilometer, tapi tak pernah alpa selalu menanyakan kabarku, dan memberitahu apapun kegiatannya, yang membuat hati ini yang sudah tak ada kepercayaan lagi pada seseorang, mulai sedikit tersenyum dan mulai tertawa geli, anak itu sungguh sangat kocak, penyayang, dan baik hati.
Walau sudah empat bulan berlalu, aku belum bisa melupakan Imram, kasih sayangku padanya sebagai sahabat nya, begitu murni, tulus, karna aku adalah sosok penyayang dan memiliki kesetiaan dalam segala hal, jika sudah mempercayai seseorang, sangat susah bagiku melupakan jasa baiknya.
Apa lagi membuat Imram kecewa dan terluka, sungguh sangat menyakitkan bagiku yang tak ada niat buruk sedikitpun padanya. Semoga waktu bisa membuatnya tidak terluka lagi, walau melupakan ku, Mungkin aku memang tak pantas untuk anak sebaik itu. Melupakan ku adalah hal yang terbaik untuknya. Semoga selalu hal baik menyertai hidupnya. Amin 🤲.
Aku bahkan terbuka pada Ardi, jika aku telah melukai hati Imram, membuat penolongku itu saat ini, makin salah faham dengan ku, karna aku terlalu banyak penjelasan, yang seharusnya intinya, hanya maaf dan trima kasih.
Dan karena depresi kenangan kesalahan di masa lalu pada Ayahku Dan Arul,
mencoba melepaskan anak baik itu, agar melupakanku karna aku tak pantas dengan orang yang sebaik mereka, dan pantas menderita yang ujung nya pun aku sangat sesali. dan membuat anak baikku Imram makin kecewa dan salah faham.
Ardi selalu berkata, dan selalu menghiburku dengan kata bijaknya.
Bagaimana aku bisa menolak anak yang sangat baik dan penyayang ini. Hampir tiap hari mengabarkan apa kegiatannya.
"Ibu aku berangkat kerja dulu yah, Assalamu Alaikum. Ibu aku sudah pulang kerja Bu, ibu lagi buat apa. Ibu aku mau tidur dulu yah, tadi malam tak ada tidur jaga malam. Ibu aku sudah bangun tidur. Ibu lagi apa, jangan telat makan yah Bu, ibu aku kerumah teman dulu yah ibu. Aku pergi shalat Jumat dulu yah ibu. Ibu puasa yah Bu, semangat Bu. Ibu aku mandi dulu yah, mau masuk kerja. Ibu di mana, jangan diluar yah Bu, nanti masuk angin. jam sebelas malam tidur yah Bu, jangan begadang yah, nanti ibu sakit lho, Khan ibu juga yang bawa sakitnya."
Bagaimana Amira yang baik hati, berjiwa lembut, penyayang dan bucin tak luluh bahkan tertawa geli, mendapatkan perhatian anak yang begitu ingin Amira kepo dengan kegiatannya, bahkan sangat kepo dengan Amira.
"Anak bungsu dari dua bersaudara berumur 21 tahun, yang sangat cuek, berwatak keras dan manja di dalam keluarganya, yang hidup mapan seperti keluarga Imram, berubah menjadi sosok yang sangat dewasa, bagi nenek tua yang dipenuhi kesedihan ini,
__ADS_1
Semua ini Yang Maha Kuasa yang telah mengaturnya, DIA adalah Sang Perencana Dan kita hanya makhluk ciptaannya. dan kita hanya bertugas menjalani takdir NYA.
Yang Maha Kuasa tahu aku wanita baik hati, yang selama hidupnya selalu mengorbankan kenyamanan nya, demi menolong orang yang membutuhkan pertolongan ku. Amira yang selalu berjuang untuk kebenaran, walau terlalu banyak kesedihan di hidupnya.
Di dalam kesedihannya yang begitu mendalam, Yang Maha Kuasa begitu menyayanginya, dan menghadirkan Imram dan Ardi menjadi sosok yang bisa menjadi obat kesedihannya.
Yang Maha Kuasa membuatnya menyadari kembali suatu hal yakni pelajaran hidup yang berharga, bahwa Imram dan Ardi bahkan Andika adalah putra daerah terbaik dari dua daerah yang Amira ingin olah, dan perjuangkan saat ini, agar Amira seharusnya lebih semangat untuk bangkit berjuang, untuk dua daerah itu, yakni gunung Peyi daerah Ardi dan Andika dan gunung Weyim daerah Imram, bukannya larut dalam kesedihan yang tak berujung.
Kata Hatiku berbisik. kedua daerah itu harus aku perjuangkan, karna kedua daerah itu memiliki putra dan putri daerah yang berhati sangat baik hati, seperti malaikat.
Imran, Ardi dan Andika hanyalah tiga contoh kecil Putra terbaik dari dua daerah itu, dan anak - anak yang lain seperti mereka seharusnya memiliki masa depan yang cerah dan gemilang. Banyak yang seusia di bawah Imram dan Ardi dan Andika harus putus sekolah, karna faktor tingkat ekonomi yang sangat rendah.
Menikah di usia muda, menjadi tua jauh dari umur mereka, yang seharusnya menikmati masa pendidikan, atau pekerjaan yang layak. Dan semua nya pantas bahagia. tapi karna faktor ekonomi mereka putus sekolah harus menjadi buruh tani, buruh kasar, bahkan tulang punggung orang tua, dan adik adik mereka yang untuk kehidupan sehari hari saja tak pernah cukup, padahal tubuh dan tangan sudah melepuh bekerja keras dengan hasil yang tak sesuai.
Bukankah ini yang harus Amira pikirkan daripada terus larut dalam kesedihan yang berkepanjangan.
Amira telah mengenal, bahkan menyayangi tiga anak baik ini, Imram, Ardi dan Andika bahkan Andika yang juga anak baik, hanya banyak masalah di hidup Andika yang membuatnya pemarah, seharusnya Amira mendidiknya penuh kasih sayang, bukan malah larut juga dalam kemarahan kepada Andika yakni anak yang tak berdaya itu.
Saat ini seharusnya tugasnya adalah berjuang dengan semangat baru, agar perjuangan nya kelak di masa depan, bisa mensejahterakan kedua wilayah itu, yang penduduknya hidup di bawah garis ekonomi yang tak layak, dan jauh dari standar ekonomi yang layak.
Semoga Insya Allah dengan Ridho Allah SWT, Kedua daerah ini dan daerah sekitarnya, menjadi daerah yang subur dan makmur, serta ekonomi yang maju dan pesat, yang Insya Allah akan melahirkan pemimpin - pemimpin baru, yang cerdas dan berhati jujur, berjiwa sosial yang tinggi dan berjiwa peduli yang sangat tinggi juga, serta mandiri, tekun, ulet dan religius dan berhati malaikat.
__ADS_1
Imram, Ardi dan Andika adalah contoh putra daerah tersebut. Dan ketiga anak baik ini memiliki nilai pribadi tersebut di atas. Semoga Yang Maha Kuasa meridhoi dan mengabulkan semua niat naik Amira. Dan Impian masa kecilnya menjadi orang kaya raya yang dermawan. Amin YRA 🤲🤲."
Bersambung .