
Hari terus bergulir, Malamnya aku mencoba WA, Tim Ku di Gunung Weyim, menanyakan kabar Tim Ku yang lain, yang katanya lagi mencari emas.
Aku menelpon Tim ku yang paling di segani di sana, katanya belum ada hasil, hanya pas untuk pengeluaran kerja saja.
Akupun memberi semangat padanya, agar jangan putus asa.
Setelah memberi kan motivasi dan support, akupun menutup telpon dan kembali tidur.
Keesokan Paginya seperti biasa Nak Ardi selalu memberitahu keadaanya, Tapi akhir - akhir ini anak baik ku itu sudah jarang chat aku, mungkin sangat sibuk.
Ardi berkata.
"Mama, ponselku rusak Mama, jadi baru aku bisa chat Mama. Apa Mama sehat ?"
Akupun membalas chatnya.
"Iya nak, bagaiamana keadaan kita sayang 🥰 Semoga sehat selalu dan bahagia."
Ardi pun balas chat ku dengan emoji bucin seperti biasa.
"Sehat Mama 🥰❤️😘😘"
Akupun membalas Chatnya.
"Iya Nak 🥰❤️"
Ardi berkata kembali.
"Mama aku berangkat kerja dulu yah 🥰"
Akupun membalas chatnya.
"Iya nak 🥰"
Akupun lanjut kembali dengan pekerjaan ku sehari - hari, bersihkan rumah.
Suami, Fatih dan Aryan sudah berangkat kerja dan anakku sekolah.
Sungguh hari - hari yang sangat membosankan sekali bagiku, tak ada petualangan lagi, serta kesibukan bisnis.
Akupun melanjutkan pekerjaan ku, setelah itu berbaring membayangkan aku dan Suami ku, Awal cerita aku ada di kota ini.
Ini adalah bab yang sangat menyedihkan bagiku, kehilangan Ayahku untuk selama - lamanya, dan hubungan dengan Suamiku yang mulai putus asa, merasa lelah dengan hidup yang terlalu banyak cobaan, rasanya dia tak sanggup lagi bertahan, tapi aku selalu support dia, agar mau menengok ke bawah. Agar bersyukur kehidupan kami masih lebih baik dari yang lain. Yang hidup jauh lebih menderita daripada kami, tapi masih terus semangat dan ceria serta menikmati kehidupan mereka dengan baik, serta pikiran positif.
__ADS_1
Flash back kehilangan Ayah dan semangat suamiku.
Hari itu usaha kami toko bangunan kami telah hancur total, Rumah melayang beserta isinya, mobil pun terjual bayar utang. Dan keluarga pun sudah menyerah membantu.
Ayahku sangat menyayangi aku, dia adalah Ayah yang terbaik di muka bumi ini, bagiku.
Apa salah sarannya agar aku sudah cukup hidup menderita, tapi sungguh aku selalu mengecewakannya. Aku sungguh telah menjadi anak yang tak berguna bagi Ayahku, dan selalu mengecewakannya.
"Maafkan aku Ayah...Maafkan aku.."
Hanya maaf dalam hati yang terus terucap di bibir ini.
Ayahku sangat terpukul aku lebih memilih suamiku dan kabur bersamanya, hanya dengan uang tiga ratus ribu, sisa uang di kantong kami.
Kami pun dengan motor satu satunya milik kami, Suami ku bawa aku dan Aryan kerumah adikku, yang masih jalan toko bangunannya.
Aku titip Aryan di sana, Aryan yang masih sekolah di Taman Kanak - kanak waktu itu.
Aku tak mungkin membawanya menderita dengan ku, menitipkan di keluarga ku, adalah jalan terbaik untukku.
Aku pun melanjutkan perjalanan, aku menyuruh adikku mengambil semua barang isi rumah dalam rumahku, dan sisa jualanku.
Adikku pun membawa mobil truknya, mengangkut semua isi rumahku.
Akupun pergi dengan Suamiku tampa tujuan.
Akupun melanjutkan lagi perjalanan ke kota dan tinggal lagi di rumah sepupu jauh Ayah, dan memberitahu kalau jangan ada yang tahu keberadaan ku, pada keluarga.
Paman itu menjual ayam potong di pasar, juga ayam kampung. Dan ada beberapa mobil dia jadikan mobil angkutan penumpang dari kota satu ke kota lainnya. Paman itu memiliki tiga unit mobil.
Dia sangat ramah juga istrinya, tapi aku sudah mengalami penyakit aneh.
Tiba - tiba bangun tidur aku tak bisa berjalan, serasa lumpuh.
Paman itupun membawaku ke sebuah kota, tempat seorang paranormal yang bisa obati penyakit gaib.
Sewaktu di sana, tiba terasa banyak ular kecil yang sangat banyak lari di dalam peredaran darah dalam tubuhku, bahkan bunyinya begitu bising di telinga aku.
Aku terus mengusap tubuh ku, tangan dan kaki Karna begitu sangat banyak terasa yang berlari kesana kemari didalam aliran darahku.
Tampak ada juga beberapa orang berobat disana.
Melihatku sangat gelisah, akupun di panggil mendekat.
__ADS_1
Paranormal itu berkata.
"Kemari lah, duduk di depanku, Baiklah aku panggil pangeran, hanya dia yang bisa menangani santet apapun itu, dan yang ada di tubuhmu itu adalah santet Lipan.
Aku sungguh bergidik ngeri, tapi memang aku sering mimpi di kejar lipan raksasa bahkan selalu berkelahi denganku, dan aku selalu bisa kalahkan dia, bahkan membunuhnya, tapi mengapa dia sudah masuk juga dalam tubuh ku, aku sangat ngeri dan mulai ketakutan.
Aku sudah duduk di hadapan paranormal yang sedang duduk dan memejamkan mata.
Tak lama diapun membuka matanya, sepertinya paranormal itu telah di kuasai makhluk Astral yang bernama pangeran itu.
"Dia tersenyum dan memegang ujung kakiku."
Reaksi ular kecil yang sangat banyak terasa berlarian dalam tubuhku, semakin sangat deras mengalir kesana kemari, mereka sepertinya sangat ketakutan berlarian sangat kencang dalam tubuhku, aku hanya bisa menahan rasa geli dan rasa sangat menakutkan itu.
Paman itu terus memegang ujung kakiku, reaksi berlarian itu pun menghilang.
Diapun memandangku, tapi tatapannya seperti tatapan seorang anak kecil, mungkin makhluk Astral ini, masih sangat muda usianya.
"Sudah keluar lipan nya, kabari saja yah, melalui telpon, kita mau lihat Santet apa lagi yang dia mau kirim."
Akupun hanya bisa menarik nafas panjang,
dan berkata dalam hati.
"Aduuh..nasib..apes benar, sudah bangkrut, eeeh..kena santet lagi.
Akupun mundur duduk, agar pasien yang lain bisa berobat juga.
Paman pun minta pamit pulang, dan kami pun pulang.
Hari kedua, benar saja santetnya dia kirim lagi, kelopak mataku sudah sedikit luka, rasanya kedua kelopak mataku sangat gatal, aku terus mengucek nya, semakin di kucek semakin gatal. Untunglah paman dirumah.
Beliau menelpon temannya lagi.
Temannya itu menyuruh ambil air satu gelas, dan mengobati jarak jauh, menyimpan ponsel di atas gelas yang berisi air, setelah itu di suruh paman, basuh kan airnya di wajahku
dan di suruh minum.
Benar saja, gatal itu hilang, Kata Paranormal itu kalau itu Santet membutakan mata.
Akupun sangat shock.
"Ya Allah, Maafkan aku Ya Allah, apa yang telah aku lakukan sehingga begitu melukai hati orang yang mengirimkan aku Santet ini, Ya Allah. Lindungi lah Aku Ya Allah, Hamba mohon ampun jika pernah sengaja ataupun tak sengaja melukai hati hambamu yang lain Ya Allah."
__ADS_1
Aku selalu dan terus Istighfar dalam hati, dan meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa. Agar memaafkan aku dan menolongku dari penyakit gaib ini.
Bersambung.