
Sejak aku tinggalkan suamiku hampir 2 bulan, ke tempat adikku Surya, saya meninggalkannya dengan tidak membawa anakku Patih bersamaku, Karna Patih bersekolah.
Bahkan rumah baruku, ibuku yang buatkan acara pindah rumahku. Ibuku tinggal di kota lain bersama adikku. Ibuku sudah pensiun sebagai guru Agama.
Sedangkan Almarhum Ayahku telah sepuluh tahun lalu meninggal, Ayahku juga PNS, Kepala Dinas PU. Pengairan. Jadi ibuku masih menerima gaji pensiun dobel. Aku adalah anak sulungnya dari kelima adikku yang alhamdulillah memiliki kehidupan ekonomi yang jauh lebih mapan dariku.
Sebelum aku tinggalkan suamiku, hampir selama empat tahun pernikahan kami, sangat banyak masalah, Suamiku gampang marah, dan mencaci dan memaki, bahkan gampang ingin berpisah denganku.
Dia sepertinya sudah lelah berumah tangga denganku. Hanya aku yang selalu mempertahankannya, memilih sakit hati serta menangis untuk keutuhan rumah tanggaku, adalah cara yang terbaik bisa aku lakukan, untuk menenangkan hati.
Sungguh banyak sekali masalah yang menekan dan menghimpit ku satu kali.
Amira adalah orang yang sangat baik, selalu berkorban. Tapi selalu tak beruntung, untuk mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
Sejak kedatangan ku ini, Suamiku sedikit berubah, dia tidak lagi marah jika aku memarahi anaknya, dia mulai bisa di ajak bercanda dan bermesraan seperti dulu, Walau masih sering mengamuk, jika mengerjakan sesuatu yang membuatnya merasa terhalang.
__ADS_1
"Menurut seorang ustadz yang aku temui ditempat adikku Surya, katanya ada kiriman jin untuk suamiku agar kami pisah. Seseorang pria menyukaiku dan ingin aku pisah dengan suamiku. jadi Jin itulah yang selalu menyulut emosi Suamiku, bahkan memasuki juga raga anak - anakku, agar mereka tidak menyukaiku dan selalu emosi denganku, dan membuatku hampir tidak bisa mempertahankan keluargaku lagi.
Tetapi setelah ada air obat yang di berikan kepadaku untuk mengobati suamiku, berupa air putih di botol aq*a, berisi doa yang ada juga dalam Al Qur'an yang dibaca ustadz itu. dan meniupkannya ke dalam botol air.
Setelah aku campurkan di air minum di air minum keluargaku dan akhirnya di minum Suami dan anakku, sungguh sangat besar perubahan pada Suamiku, dan anakku, terjadi perubahan yang sangat besar pada Suami dan anak - anakku.
Mereka lebih tenang dan tidak membuatku depresi lagi. Suami juga sudah mulai membalas bucin ku, biasanya selalu masam dan selalu mau marah.
Bahkan anak - anakku sudah berkata lemah lembut kepadaku. Alhamdulillah dengan seizin Allah SWT, beban yang sangat berat ini menjadi ringan.
Yang Maha Kuasa sangat baik padaku, Jika beban ini masih ada dan di tambah lagi dengan masalah Imram yang kecewa denganku, yang membuatku sangat terluka, dan sangat sedih serta hancur, karna membuat seorang teman yang sangat baik dan peduli denganku yang selama ini, selalu membantuku, memberi ku support, kini sangat kecewa padaku, dan menjaga jarak denganku.
Sangat sedih jika mengingat apa yang membuat dia kecewa padaku ? Walau hanyalah kesalah fahaman.
Pemutusan silahturahmi sepihak ini, mungkin tidak begitu menyakitkan bagiku.
__ADS_1
Apakah dia menyadari, betapa sedihnya aku,? Karna kesalahpahaman nya, serta betapa hancurnya hatiku, selalu menangisinya, ?
Apakah dia tidak tahu bagaimana rasa sakitnya dan sedihnya aku, belum sempat membalas semua kebaikannya padaku, dan dia sudah pergi meninggalkanku.
Imram adalah Arul bagiku, rasa sahabat sejati bagiku. Mereka sungguh pria yang sangat baik hatinya, serta memiliki pribadi yang mahal dan terhormat serta setia.
Biarlah dia menjadi kenangan indah di dalam hidupku, karna pernah mengenal anak yang sangat baik itu, yang sangat berjasa bagiku.
Aku harus mencoba ikhlas dengan cobaan ini,
Walau sungguh aku sungguh menyayangi mereka berdua.
Saat ini, pertama kali dalam hidupku, aku melukai hati seorang teman yang sangat baik, dan peduli padaku, sungguh sangat membuatku sedih berkepanjangan.
Semoga waktu bisa membuat Imram memahami jika aku tak ada niat buruk, dan ambisi yang membuatnya tidak nyaman.
__ADS_1
Aku hanya akan selalu berdoa agar jalinan silahturahmi kami akan terjalin kembali, jauh lebih baik lagi dengan Ridho Allah SWT. Amin 🤲"
Bersambung