Imram Dan Arul Serta Tim Solidku

Imram Dan Arul Serta Tim Solidku
Bab 50. Apa Operator ku Nakal yah ?


__ADS_3

Ibu Amira pun, segera mengganti pakaiannya walau tak mandi.


Bagaimana Pak Aparat negara, sudah datang di jam 5 subuh.


Sedikit dandan saja, Ibu Amira sudah terlihat sangat cantik dan bersinar, Karna dia memang memiliki wajah yang cantik dan anggun. Memakai pakaian apa saja dia terlihat masih sangat cantik dan menarik.


Pak Ayat pribadi orang yang akan memujimu jika bagus, atau memberitahu jika tidak bagus.


"Naahhh...!!! ini baru bagus dan cantik. pakaian yang tadi itu sangat tidak sopan."


Ibu Amira hanya tersenyum manis.


Pak Aparat negara pun, Ibu Amira arahkan ke balai desa, mereka pun semua berkumpul disana. Sekitar 17 orang aparat hukum negara naik ke lokasi mencari barang bukti. Ibu Amira berdoa dalam hati agar eksa tak di temukan dan membayangkan eksa dalam pikirannya, dan membacakan doa Alfatiha sebanyak tiga kali, untuk melindunginya agar tak terlihat jika ada yang berniat buruk.


Almarhum Ayah Amira selalu berkata, jika mau melindungi rumah mu dari api dan pencuri. Kalau mau tidur bacakan lah Alfatiha, sebanyak tiga kali dan bayangkan cahaya Alfatiha itu melindungi rumahmu, dari api dan pencuri. Dengan izin Allah SWT, tak akan ada apa apa yang akan terjadi. Bahkan apapun yang kamu ingin lakukan biasakan baca doa Ini, bagi Ayah, doa Alfatiha adalah raja segala doa. Dan kami anak - anaknya selalu memakainya.


Amira pun membaca Alfatiha, dan berdoa dalam hati, agar tak ada yang mempersulit, dan walaupun yang ingin berbuat jahat padanya akan di ubah hatinya oleh Yang Maha Kuasa, untuk menjaga Amira dan berniat baik menolong Amira.


Almarhum Ayah selalu bilang, jika mau keluar rumah, biasakan baca Raja Doa ini, minta selamat di perjalanan pergi dan pulang serta semua urusan mu selesai. Bayangkan semua orang menerimamu dengan baik, dan kamu juga bayangkan kesana selamat tampa halangan, dengan ijin Allah Yang Maha Kuasa, Apa doa mu itu pasti terkabul yang penting yakinlah pada NYA. Amin 🤲.


Amira dan adik - adiknya selalu mengingat dan melakukan hal itu, Karna sudah membuktikannya kalau yang di katakan ayahnya itu selalu benar.


Keyakinan dan niat yang baik adalah kunci dari segalanya.


Ibu Amira mulai di buatkan berita acara pemeriksaan, begitu juga Bu Desa dan Pak Ayat sebagai orang yang selalu tampil menjadi pelindung desanya yang tercinta.


Alhamdulillah Bapak aparat hukum negara, selalu mengulang pertanyaannya dan ibu Amira selalu mengatakan hanya membuat jalan tani, bukan kegiatan menambang ilegal.


Cukup lama di balai desa, bahkan Ibu Amira pun keluar makan dengan aparat desa, dan aparat hukum juga, Karna pastinya kami pada kelaparan.

__ADS_1


Semua pun berkumpul di warung makan.


Setelah makan mereka kembali lagi ke kantor desa, sudah ada sedikit ketenangan, karna sudah kenyang.


Bapak komandan pimpinan pasukan aparat hukum itu, adalah sosok yang sederhana. baik, tegas dan berwibawa tapi sangat ramah dan baik hati. Sungguh sosok pemimpin yang teladan.


Siang menjadi sore, dan hampir magrib, Pak komandan sosok religius, jika waktu shalat beliau pun keluar mencari mesjid.


Ibu Amira adalah sosok yang religius iya dan kadang tidak, dia selalu mendapat Omelan Suaminya yang juga sangat religius. Tapi Amira sangat ingin menjadi wanita Sholeha bahkan serba tertutup semua, kecuali mata. Tapi dia belum juga melakukannya. Tapi selalu berniat dalam hati. "Kita doakan Ibu Amira ini menjadi wanita Sholeha dan religius. Amin YRA " 🤲


Para abdi negara yang berjumlah 17 orang, sudah turun dari gunung, dengan wajah yang kesal karna tak menemukan barang bukti, Ibu Amira bernapas lega.


Salah satunya datang dan menghampiri Ibu Amira, dan berkata dengan kesal.


"Mengapa anda menyembunyikan eksa itu, anda benar - benar tidak bekerjasama dengan baik.!!"


Menatap Ibu Amira dengan mata melotot, saking kesalnya.


Ibu Amira berkata dengan lembut.


"Ada kok di atas eksanya, kita kayaknya yang kurang mencarinya."


Mulai memancing emosi pak Abdi negara yang sudah sangat kelelahan, berjalan kaki naik gunung belasan kilo jauhnya.


Kata masyarakat medan jalan naik itu sangat ekstrim. Bahkan ada gunung kita tidak jalan tapi merayap naik kayak monyet, waaahhhh !! sungguh Medan yang sangat ekstrim. Apalagi harus bolak balik begitu. Ibu Amira menjadi sangat kasian juga.


Dalam hati Amira mulai berkata.


"Apa operator ku nakal yah, ?dia buat jalan tani sudah di lokasi kawasan, waduuh...benar - benar mereka sangat berani. Apa dia tidak pikir kami ? dan tim pelindung kami. yang harus babak belur karna ulah mereka. Trima kasih Ya Allah telah menyelamatkan kami. Amin " 🤲

__ADS_1


"Kita ini sangat lelah dan merasa dipermainkan."


Mulai bawel kembali.


Ibu Amira pun mulai kesal juga.


"Ada kok eksanya hanya bapak mungkin niat buruk sama saya, makanya tidak dapat eksanya, ngotot sekali sih mau nangkap saya.


Itu eksa mungkin dalam kebun masyarakat. eeh bapak cari di tanah kawasan, mana ketemu lah"


"Hihihi...orang capek di omeli, ibu Amira memang cari masalah lagi, untung abdi hukum dia hadapi, bukan warga yang lagi marah nuntut keadilan, kalau tidak sudah duel deeh atau kena gampar khan, tapi apa mudah menggampar seorang ibu Amira ? yang terlihat wanita, tapi terlihat sebagai pria kekar kalau lagi ngamuk. penulis juga pusing."


Pak Abdi hukum mulai kesal dan mungkin mau mempitak kepala ibu Amira yang terang - terangan sedang mengejeknya.


"Ibu...itu bekas kaki eksa ada di depan mata kami dan kami 17 pasang mata yang melihat nya sangat jelas, dan baru lewat eksanya ibu...tapi kenapa Ibu suruh orang sembunyi!"


Mulai menahan emosinya sekuat mungkin, mana lapar, mana lelah dapat lagi ini ondel ondel yang menyebalkan.


Amira terkekeh dalam hati.


"Sudah aaah...yang jelasnya eksanya tidak ada khan, berarti bukti tak ada, sudahlah bapak galak sekali."


Pura - pura kesal padahal malas berdebat.


Ibu Amira meninggalkan bapak itu, yang sudah melihat ibu Amira seperti makanan yang ingin di makannya, saking lapar dan kesalnya.


"Walau kamu secantik bidadari pun, aku pasti senang kamu di dalam kurungan. acaaar..!!."


Begitulah dia melihat Ibu Amira, ada asam dan manisnya juga pedisnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2