
Pagi telah menjelang Agita bangun dari tidurnya untuk mempersiapkan semua keperluan suaminya dari pakaian sampai sarapan, meskipun ia dan angga menikah hanya sebatas perjanjian istri kontrak.
Agita tidak ingin suaminya itu kecewa terhadapnya biar bagaimanapun angga telah menolongnya untuk penyembuhan ibunya, walau angga tidak mengetahui alasan agita sampai menerima tawarannya untuk menjadi istri kontraknya.
Agita keluar dari kamar mandi ia baru saja membersihkan dirinya setelah menyiapkan sarapan suaminya, sekarang yang harus agita lakukan adalah membangunkan suaminya dari tidurnya. Agita berjalan mendekati tempat tidur ia merasa takut membangunkan suaminya itu, jangan sampai angga akan marah padanya karna mengganggu tidurnya. Tapi agita tidak punya pilihan lain selain membangunkannya karna sudah siang ia harus berangkat bekerja. Dengan suara pelannya ia membangunkan angga.
“tuan.... bangun anda akan telat ke kantor.” Beberapa kali agita membangunkanya dengan memanggil, namun angga tak kunjung bangun jangankan bangun bergerak saja tidak. Agita kesal dengan suaminya yang tak bangun-bangun dari tidurnya, sehingga agita memberanikan diri membangunkan angga dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya.
”tuan.. tuan bangun sudah siang tuan.”
Angga menggeliat di tempat tidurnya.
” Aku masih mengantuk jangan menggangguku.” Angga membalikan tubuhnya dengan memunggungi agita yang sedang berdiri disamping tempat tidurnya.
Agita yang melihat tingkah angga yang tak beranjak dari tempat tidur, ia merasa kesal.
__ADS_1
“ya sudah terserah kamu mau bangun jam berapa, itu hak kamu.”
Agita berjalan keluar dari kamar hendak meninggalkan suaminya yang masih tidur, ia memegang gang pintu tetapi sebelum membuka pintu. Angga memanggilnya.
“kamu mau kemana?, kenapa tidak membangunkan aku.”
“aku sudah membangunkanmu tapi emang kamunya yang tidak mau bangun.”
“kalau aku tidak bangun kamu harus berusaha membangunkan aku bagaimanapun caranya.”
“iya, kamu tetap di sini pakaikan aku dasku.”
“nanti aku kembali kalau kamu sudah selesai mandi dan berpakaian.”
“tidak, pokoknya kamu harus disini jangan kemana-mana.” Ucapnya tegas
__ADS_1
Angga meningkalkan agita, ia masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.
Agita yang mendengarkan perintah angga hanya diam, bagaimana ia bisa melawan kalau saat ini wajah angga tampak dingin. Mau tidak mau ia harus menunggu angga mandi bahkan sampai ia harus berganti pakaian.
Angga keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di pakainya sebatas pinggang.
Agita yang melihat angga keluar terdiam dalam duduknya ia terkagum melihat tubuh kekar angga, tapi ia berusaha menyembunyikan ke kagumannya itu agar tidak terlihat. Agita segera memalinkan wajahnya sebelum di lihat angga.
Angga menatap agita yang sedang duduk di sofa yang berada di kamar mereka. “kenapa dia tidak melihatku, apa dia tidak tertarik dengan tubuh seksiku ini.” Batin angga, dengan pedenya ia mendekati agita namun lagi-lagi ia tidak mendapatkan respon dari agita, ia terlihat kesal kenapa istrinya itu hanya memandangnya sekilas. Angga mendekatkan tubuh kekarnya di hadapan istrinya agar istrinya menatap tubuh itu dengan ke kaguman.
Agita yang melihat suaminya mendekat ke hadapannya merasa kesal, ia berusaha agar tidak tergoda, karna saat ini ia ingin menyentuh tubuh kekar itu ia menahannya dengan beranjak dari duduknya hendak meninggalkan suaminya, namun angga langsung menarik tangannya agitapun terjatuh dalam pangkuan suaminya, tatapan mereka bertemu. Agita segera beranjak dari pangkuan angga. Dan keluar meninggalkan angga menuju meja makan.
“kalau begini caranya bisa-bisa aku akan jatuh cinta pada orang yang sombong itu, aku gak mau kalau harus jatuh padanya.” Agita mengoceh tak henti menuju ke meja makan.
##Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
__ADS_1